Strategi Dividen Jumbo BBRI dan Ambisi KPR BBTN di Tengah Lonjakan IHSG

Siti Aminah | Totonews
13 Apr 2026, 08:55 WIB
Strategi Dividen Jumbo BBRI dan Ambisi KPR BBTN di Tengah Lonjakan IHSG

TotoNews — Panggung pasar modal Indonesia kembali menunjukkan gairahnya pada penutupan pekan ini. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) melesat signifikan dengan kenaikan 2,07%, bertengger kokoh di level 7.458,50 pada perdagangan Jumat (10/04). Momentum bullish ini seolah menjadi angin segar bagi para pelaku pasar di tengah fluktuasi ekonomi global yang masih dinamis.

Laju Indeks dan Dominasi Saham Blue Chip

Kenaikan tajam IHSG kali ini dimotori oleh deretan saham berkapitalisasi pasar besar (big caps). PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) mencatatkan apresiasi sebesar 3,47%, disusul oleh lonjakan fantastis PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang terbang 16,83%. Tak ketinggalan, raksasa perbankan pelat merah PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) turut menguat 3,35%, memberikan kontribusi besar pada penguatan indeks.

Baca Juga

Daya Beli RI Q1-2026: Sektor Ritel Tetap Tangguh Meski Dibayangi Geopolitik Global

Daya Beli RI Q1-2026: Sektor Ritel Tetap Tangguh Meski Dibayangi Geopolitik Global

Meskipun ada tekanan dari saham-saham seperti DSSA yang terkoreksi 0,32%, ANTM turun 1,07%, dan AMRT yang melemah 1,00%, optimisme investor tetap tak terbendung. Arus modal asing pun terlihat mengalir masuk dengan catatan aksi beli bersih mencapai Rp239,92 miliar di pasar reguler dan total Rp193,91 miliar di seluruh pasar. Fenomena ini mencerminkan tingginya kepercayaan investor luar terhadap fundamental ekonomi domestik, di mana sektor industri memimpin penguatan sektoral hingga 4,29%.

Kontras Pasar Global dan Ketangguhan Instrumen Indonesia

Berbeda dengan euforia di dalam negeri, bursa saham Amerika Serikat atau Wall Street justru menunjukkan pergerakan yang cenderung variatif. Indeks Dow Jones harus rela terkoreksi 0,56%, sementara S&P 500 turun tipis 0,11%. Namun, Nasdaq masih mampu bertahan di zona hijau dengan kenaikan 0,35%. Tekanan di pasar AS utamanya dipicu oleh kekhawatiran atas data inflasi energi yang mulai membebani daya beli masyarakat.

Baca Juga

Transformasi Besar Matahari: Alasan di Balik Pergantian Nama Menjadi PT MDS Retailing Tbk

Transformasi Besar Matahari: Alasan di Balik Pergantian Nama Menjadi PT MDS Retailing Tbk

Menariknya, sentimen negatif dari global tersebut tidak menyurutkan performa instrumen investasi Indonesia di kancah internasional. ETF EIDO terpantau naik 0,82%, sementara MSCI Indonesia melonjak 2,57%. Hal ini memberikan sinyal kuat bahwa aset-aset berbasis investasi di Indonesia masih menjadi pilihan yang sangat menarik bagi pengelola dana global.

BBRI Manjakan Pemegang Saham dengan Dividen Fantastis

Salah satu berita paling menggembirakan datang dari emiten perbankan dengan fokus UMKM, yakni BBRI. Melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST), perseroan secara resmi menetapkan pembagian dividen sebesar 91,19% dari total laba bersih tahun buku 2025. Angka ini mencapai Rp52,10 triliun atau setara dengan Rp345,98 per lembar saham.

Setelah sebelumnya telah menyalurkan dividen interim sebesar Rp137 per saham, para investor kini menantikan sisa dividen yang diperkirakan berada di angka Rp209 per saham. Peningkatan rasio pembayaran dividen dari 85% di tahun sebelumnya menjadi 91,19% membuktikan komitmen kuat BBRI dalam memberikan nilai tambah yang konsisten bagi para pemegang sahamnya.

Baca Juga

Kritikan Pedas Menkeu Purbaya: Perbankan Indonesia Dinilai Terlalu ‘Malas’ dan Gemar Parkir Uang

Kritikan Pedas Menkeu Purbaya: Perbankan Indonesia Dinilai Terlalu ‘Malas’ dan Gemar Parkir Uang

BBTN Perkuat Dominasi di Sektor Hunian

Di sisi lain, PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BBTN) terus menunjukkan tajinya sebagai garda terdepan dalam penyediaan hunian bagi rakyat. Sejak tahun 1976 hingga awal April 2026, BBTN tercatat telah menyalurkan kredit pemilikan rumah (KPR) sebanyak 6 juta unit dengan akumulasi nilai mencapai Rp530 triliun.

Fokus utama BBTN tetap menyasar masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) dengan rata-rata penghasilan Rp4,9 juta per bulan, yang sebagian besar bergerak di sektor informal. Hingga Maret 2026, realisasi Kredit Program Perumahan (KPP) telah mencapai Rp2,17 triliun. Dari sisi teknikal, pergerakan saham BBTN saat ini terpantau bergerak stabil di rentang harga Rp1.265 hingga Rp1.320.

Baca Juga

Postur Utang Pemerintah Capai Rp 9.920 Triliun, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Manajemen Risiko Kita Jauh Lebih Sehat dari Negara Tetangga

Postur Utang Pemerintah Capai Rp 9.920 Triliun, Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa: Manajemen Risiko Kita Jauh Lebih Sehat dari Negara Tetangga

Rekomendasi Saham Pilihan Hari Ini

Berdasarkan analisis pasar terbaru, berikut adalah beberapa saham yang layak masuk ke dalam pantauan radar investor:

  • RATU: Buy di area 5525-5600 | Target Price 5800-6000 | Stop Loss 5200
  • JSMR: Buy di area 3150-3160 | Target Price 3200-3240 | Stop Loss 3000
  • LPKR: Buy di area 83-85 | Target Price 87-90 | Stop Loss 79
  • EMTK: Buy di area 860-875 | Target Price 890-920 | Stop Loss 810
  • PANI: Buy di area 8525-8625 | Target Price 8900-9200 | Stop Loss 8125

Disclaimer: Seluruh data dan rekomendasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat informatif. Keputusan untuk melakukan transaksi beli atau jual sepenuhnya merupakan tanggung jawab pribadi masing-masing investor. Sangat disarankan untuk tetap melakukan analisis mendalam sesuai dengan profil risiko investasi Anda.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *