Aksi Viral Konvoi Pejabat Berhenti Foto di Sitinjau Lauik: Antara Euforia dan Risiko Maut yang Mengintai

Bagus Setiawan | Totonews
14 Apr 2026, 07:44 WIB
Aksi Viral Konvoi Pejabat Berhenti Foto di Sitinjau Lauik: Antara Euforia dan Risiko Maut yang Mengintai

TotoNews — Jagat maya baru-baru ini digemparkan oleh sebuah rekaman video yang memperlihatkan sisi gelap dari penyalahgunaan fasilitas pengawalan di jalan raya. Sebuah rombongan mobil mewah yang diduga membawa pejabat penting tertangkap kamera berhenti tepat di tengah tanjakan dan tikungan tajam Sitinjau Lauik, Sumatera Barat, hanya demi sesi dokumentasi foto.

Dalam video yang beredar luas di platform media sosial, tampak iring-iringan mobil jenis Toyota Fortuner dan Kijang Innova melaju dengan pengawalan ketat dari unit patroli polisi. Alunan sirene yang terus meraung seolah memberikan akses prioritas bagi rombongan tersebut. Namun, alih-alih terus melaju demi kelancaran lalu lintas, konvoi ini justru memilih berhenti di titik paling kritis jalur tersebut.

Baca Juga

Siasat Malaysia Tekan Beban Rakyat: Pajak Kendaraan Diesel Bakal Dipangkas Akibat Kenaikan BBM

Siasat Malaysia Tekan Beban Rakyat: Pajak Kendaraan Diesel Bakal Dipangkas Akibat Kenaikan BBM

Aksi Egois di Jalur Maut

Pemandangan memprihatinkan pun tersaji ketika sejumlah orang turun dari mobil untuk berpose, sementara truk-truk besar bermuatan berat dari kedua arah terpaksa berhenti dan menunggu. Kejadian ini memicu kemarahan netizen karena dilakukan di salah satu titik paling berbahaya di Indonesia yang dikenal dengan tanjakan ekstrem dan tikungan patahnya.

Sony Susmana, seorang praktisi keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDC), memberikan kritik pedas terhadap aksi tersebut. Menurutnya, Sitinjau Lauik bukan sekadar jalan biasa; ini adalah area ‘merah’ yang menuntut konsentrasi penuh dari setiap pengemudi.

“Sitinjau Lauik itu terkenal dengan tikungan tajam, tanjakan curam, dan permukaan jalan yang seringkali licin. Tidak semua kendaraan bisa melaluinya dengan mulus tanpa panduan yang benar. Banyak insiden kecelakaan lalu lintas terjadi di sana akibat gagal menanjak atau kegagalan sistem pengereman,” ungkap Sony saat dihubungi oleh tim redaksi.

Baca Juga

Bahlil Lahadalia Tegaskan Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Hanya Sasar Golongan Mampu

Bahlil Lahadalia Tegaskan Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi Hanya Sasar Golongan Mampu

Risiko Menjadi Target Kecelakaan

Lebih lanjut, Sony menekankan bahwa area tersebut seharusnya steril dari kendaraan yang berhenti secara sengaja di lokasi yang tidak semestinya. Memaksa kendaraan lain berhenti di tengah tanjakan dapat memicu kegagalan teknis pada kendaraan tersebut, terutama truk bermuatan berat.

“Ini adalah bentuk tindakan tidak aman (unsafe act). Mereka bisa saja menjadi korban fatal jika ada kendaraan dari arah atas yang mengalami rem blong. Area tersebut harus clear agar ruang gerak kendaraan lain tidak terhambat,” tambahnya dengan nada peringatan.

Dugaan Keterlibatan Eks Anggota DPR dan Respons Kepolisian

Kabar yang beredar menyebutkan bahwa rombongan yang nekat berfoto tersebut diduga kuat merupakan iring-iringan eks anggota DPR RI, Arteria Dahlan, yang tengah melakukan kunjungan kerja di wilayah Solok Kota. Menanggapi kegaduhan ini, Dirlantas Polda Sumbar, Kombes M Reza Chairul, mengonfirmasi adanya kejadian tersebut.

Baca Juga

Ironi Harga Toyota Alphard: Mengapa di Jepang Lebih Murah Padahal Pendapatan Warganya Jauh Lebih Tinggi?

Ironi Harga Toyota Alphard: Mengapa di Jepang Lebih Murah Padahal Pendapatan Warganya Jauh Lebih Tinggi?

Reza menyatakan bahwa pihaknya telah mengambil langkah tegas terhadap jajaran di bawahnya. “Pengawalan tersebut dilakukan oleh personel Satlantas Polres Solok Kota. Saya sudah memberikan teguran keras kepada Kapolres dan Kasatlantas terkait insiden ini,” tegasnya.

Kejadian ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak bahwa keselamatan berkendara harus berada di atas segalanya, tanpa terkecuali, bahkan bagi mereka yang mendapatkan hak istimewa berupa pengawalan kepolisian.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *