Peta Persaingan Spektrum: Indosat Ooredoo Hutchison Kaji Peluang di Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

Andini Putri Lestari | Totonews
14 Apr 2026, 18:41 WIB
Peta Persaingan Spektrum: Indosat Ooredoo Hutchison Kaji Peluang di Lelang Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz

TotoNews — Dinamika industri telekomunikasi di Indonesia tengah memasuki babak baru yang krusial. Seiring dengan langkah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang bersiap melepas hak penggunaan frekuensi di pita 700 MHz dan 2,6 GHz, para pemain besar di industri ini mulai merapatkan barisan. Salah satu yang menjadi sorotan adalah Indosat Ooredoo Hutchison (IOH), yang saat ini tengah menimbang langkah strategis mereka dalam proses lelang tersebut.

Sikap Indosat: Menimbang di Balik Meja Perundingan

Hingga saat ini, manajemen Indosat tampaknya masih memilih untuk bersikap hati-hati. Dalam keterangan resminya, perusahaan menyatakan bahwa keputusan untuk ikut serta dalam perebutan “lahan udara” tersebut masih dalam tahap pembahasan internal yang mendalam.

Baca Juga

Antara Misteri dan Ilusi: Mengapa Benda di Sekitar Kita Seolah Memiliki ‘Nyawa’?

Antara Misteri dan Ilusi: Mengapa Benda di Sekitar Kita Seolah Memiliki ‘Nyawa’?

VP Head of External Communications Indosat Ooredoo Hutchison, Eni Nur Ifati, mengungkapkan bahwa pihaknya belum bisa memberikan rincian lebih jauh mengenai arah kebijakan perusahaan terkait seleksi frekuensi ini. “Hingga saat ini, kami masih dalam tahap pembahasan internal dan belum terdapat detail informasi yang dapat kami bagikan. Kami akan menginformasikan perkembangan lebih lanjut seiring dengan progres yang berjalan,” jelas Eni dalam sebuah pernyataan resmi.

Mengapa Frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz Begitu Seksi?

Perebutan frekuensi ini bukan sekadar urusan teknis, melainkan investasi jangka panjang untuk menghadirkan koneksi internet yang lebih mumpuni bagi masyarakat. Kedua pita frekuensi ini memiliki karakteristik unik yang saling melengkapi dalam memperkuat infrastruktur teknologi 5G dan 4G di Indonesia.

Baca Juga

Harta Karun Intelektual Islam: Arab Saudi Pamerkan Manuskrip Al-Qur’an Langka dari Abad ke-4 Hijriah

Harta Karun Intelektual Islam: Arab Saudi Pamerkan Manuskrip Al-Qur’an Langka dari Abad ke-4 Hijriah

Spektrum 700 MHz, yang sering dijuluki sebagai ‘frekuensi emas’ di kategori low-band, memiliki keunggulan dalam jangkauan sinyal yang sangat luas. Berkat hasil dari program Analog Switch Off (ASO), frekuensi yang sebelumnya digunakan untuk siaran televisi analog ini kini menjadi kunci untuk menembus dinding bangunan di perkotaan hingga menjangkau pelosok pedesaan yang sulit diakses oleh frekuensi tinggi.

Di sisi lain, pita 2,6 GHz bertindak sebagai penopang kapasitas. Sebagai spektrum mid-band, frekuensi ini mampu menampung trafik data yang padat, menjadikannya solusi ideal untuk wilayah urban dengan penggunaan data yang masif. Dengan lebar pita mencapai 190 MHz dan dukungan ekosistem perangkat yang luas, frekuensi 2,6 GHz menjadi fondasi kuat bagi jaringan broadband masa depan.

Baca Juga

Roblox Luncurkan Fitur Keamanan Baru, Menkomdigi Meutya Hafid: Masih Ada Celah Krusial yang Mengganjal

Roblox Luncurkan Fitur Keamanan Baru, Menkomdigi Meutya Hafid: Masih Ada Celah Krusial yang Mengganjal

Masa Depan Digital Indonesia

Langkah Komdigi untuk segera mendistribusikan frekuensi ini merupakan angin segar bagi percepatan transformasi digital. Bagi operator seluler seperti Indosat, tambahan spektrum berarti peningkatan kualitas layanan, mulai dari kecepatan unduh yang lebih stabil hingga latensi yang lebih rendah.

Meskipun Indosat masih belum membuka kartu mengenai strategi penawaran mereka, industri memprediksi bahwa partisipasi dalam lelang ini akan menjadi penentu dominasi pasar di era 5G. Publik kini menanti, sejauh mana para operator akan berinvestasi demi memastikan masyarakat Indonesia tidak tertinggal dalam pacuan teknologi global.

Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *