Skandal ‘Surat Sakti’ Tulungagung: KPK Maraton Geledah Sejumlah Lokasi Demi Lengkapi Bukti

Rizky Ramadhan | Totonews
14 Apr 2026, 21:41 WIB
Skandal 'Surat Sakti' Tulungagung: KPK Maraton Geledah Sejumlah Lokasi Demi Lengkapi Bukti

TotoNews — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tampaknya tidak ingin membuang waktu dalam mengusut tuntas skandal dugaan korupsi yang menyeret nama besar di Jawa Timur. Penyidik lembaga antirasuah tersebut kini tengah bersiap melakukan serangkaian penggeledahan secara maraton di berbagai lokasi strategis guna mengumpulkan bukti tambahan terkait kasus pemerasan yang melibatkan Bupati Tulungagung nonaktif, Gatut Sunu Wibowo (GSW).

Langkah agresif ini diambil tak lama setelah penyidik menetapkan status tersangka terhadap Gatut. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengonfirmasi bahwa beberapa titik penting telah dipasangi garis pembatas atau KPK line untuk menjaga orisinalitas tempat kejadian perkara sebelum digeledah secara menyeluruh.

Perburuan Bukti dan Pemeriksaan Saksi secara Intensif

“Pasca penetapan tersangka, tim penyidik akan bergerak cepat melakukan penggeledahan secara maraton. Ada beberapa lokasi yang sudah kami amankan dengan KPK line, dan tentu saja titik-titik tersebut menjadi target utama pengumpulan barang bukti,” ujar Budi Prasetyo saat ditemui di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta Selatan.

Baca Juga

Misi Diplomasi Energi: Alasan Presiden Prabowo Kerap Melawat ke Luar Negeri demi Ketahanan Minyak Nasional

Misi Diplomasi Energi: Alasan Presiden Prabowo Kerap Melawat ke Luar Negeri demi Ketahanan Minyak Nasional

Tak hanya fokus pada pengumpulan dokumen dan bukti fisik, KPK juga menjadwalkan pemeriksaan saksi secara berkala. Hal ini bertujuan untuk memperdalam keterangan yang diperoleh pada pemeriksaan awal serta mengonfirmasi berbagai temuan baru yang muncul selama proses penyidikan berlangsung.

Menurut Budi, sinkronisasi antara keterangan saksi dan barang bukti sangat krusial. “Keterangan tambahan dari para saksi akan dikonfrontir dengan hasil penggeledahan. Kami bekerja secara paralel, memeriksa saksi sekaligus tersangka agar konstruksi perkara menjadi utuh dan lengkap sebelum dilimpahkan ke tahap penuntutan atau tahap dua,” tambahnya.

Modus ‘Surat Sakti’ dan Pemerasan Pejabat OPD

Kasus yang mengguncang publik Tulungagung ini bermula dari dugaan praktik pemerasan yang dilakukan oleh Gatut Sunu Wibowo terhadap setidaknya 16 Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Modus yang digunakan tergolong sistematis, di mana para pejabat tersebut dipaksa menandatangani dua surat kesepakatan yang kemudian menjadi alat untuk meraup upeti ilegal.

Baca Juga

Drama Sidang ‘Sultan’ Kemnaker: Kubu Irvian Bobby Tantang Balik Rencana Laporan Polisi Istri Noel

Drama Sidang ‘Sultan’ Kemnaker: Kubu Irvian Bobby Tantang Balik Rencana Laporan Polisi Istri Noel

Perjalanan kasus ini mencuat ke permukaan setelah Gatut terjaring dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) pada Jumat (10/4). Dalam operasi senyap tersebut, KPK sempat mengamankan total 18 orang sebelum akhirnya membawa 13 orang ke Jakarta untuk pemeriksaan lebih lanjut.

Siapa Saja yang Terlibat?

Selain sang Bupati, KPK juga membawa Jatmiko Dwijo Saputro, adik kandung Gatut yang menjabat sebagai anggota DPRD Kabupaten Tulungagung. Jatmiko ikut terseret ke Jakarta lantaran berada di lokasi yang sama saat tim penindak KPK melakukan penyergapan.

Hingga saat ini, lembaga antirasuah telah resmi menetapkan dua tersangka utama, yakni Gatut Sunu Wibowo selaku Bupati dan Dwi Yoga Ambal (YOG) yang merupakan ajudan pribadinya. Keduanya kini mendekam di sel tahanan demi kepentingan penyidikan lebih mendalam. Publik kini menanti sejauh mana penggeledahan maraton ini akan mengungkap keterlibatan pihak-pihak lain dalam pusaran korupsi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung.

Baca Juga

Houthi Ancam Blokade Total Selat Bab al-Mandeb: Gertakan Keras untuk Donald Trump di Tengah Bara Konflik Yaman

Houthi Ancam Blokade Total Selat Bab al-Mandeb: Gertakan Keras untuk Donald Trump di Tengah Bara Konflik Yaman
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *