Keamanan Data Center Jadi Urat Nadi di Era AI, ISC Perkuat Benteng Digital dengan Sertifikasi PCI DSS
TotoNews — Di tengah gelombang transformasi digital yang semakin masif, kebutuhan akan infrastruktur pendukung seperti layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI) telah memicu perlombaan teknologi di tingkat global. Namun, di balik kecanggihan kapasitas tersebut, aspek keamanan data kini muncul sebagai faktor penentu utama bagi perusahaan yang ingin menguasai pangsa pasar. Menyadari hal ini, PT Indonesia Super Corridor (ISC) mengambil langkah progresif dengan memperkuat standar keamanan pada fasilitas unggulannya.
Pemain kawakan di industri pusat data lokal ini mengumumkan bahwa fasilitas Data Center Tier IV miliknya, yang berlokasi di ISC Tower, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, telah resmi mengantongi sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS). Langkah strategis ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan upaya konkret ISC untuk memberikan rasa aman bagi pelanggan di sektor-sektor kritis seperti perbankan, fintech, hingga raksasa e-commerce.
Sayonara Scrolling Tanpa Henti! Begini Cara Menghilangkan YouTube Shorts Lewat Fitur Manajemen Waktu Terbaru
Standar Global untuk Keamanan Transaksi
Sertifikasi PCI DSS merupakan tolok ukur keamanan internasional yang sangat ketat dalam mengatur perlindungan data transaksi pembayaran. Standar ini wajib dipenuhi oleh organisasi yang mengelola, memproses, atau mentransmisikan data pemegang kartu kredit maupun debit untuk mencegah kebocoran informasi yang sensitif.
Founder ISC, Benyamin P. Naibaho, menegaskan bahwa integritas data adalah nyawa dari layanan yang mereka berikan. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap PCI DSS menjadi prioritas karena infrastruktur mereka bersentuhan langsung dengan ekosistem transaksi pelanggan.
“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga seluruh parameter yang disyaratkan dalam PCI DSS. Bagi kami, perlindungan data pemegang kartu bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan fondasi utama dalam tata kelola fasilitas kami agar tetap menjadi mitra terpercaya bagi dunia usaha,” ungkap Benyamin.
Warisan Abadi Sang Penakluk: Mengungkap Fakta Genetik di Balik Keturunan Genghis Khan
Infrastruktur Kelas Wahid di Jantung Ibu Kota
Pencapaian sertifikasi ini diperoleh setelah melalui rangkaian penilaian ketat oleh Qualified Security Assessor (QSA). Keberhasilan ini semakin melengkapi profil teknis ISC Tower yang memang dirancang dengan spesifikasi tingkat tinggi. Fasilitas ini didukung oleh pasokan daya sebesar 20 MW dan kapasitas mencapai 750 rak.
Tak hanya dari sisi fisik, ISC juga menjamin keandalan operasional melalui Service Level Agreement (SLA) colocation sebesar 99,995%. Di tengah tingginya ekspektasi terhadap keamanan digital, kombinasi antara uptime yang nyaris sempurna dan proteksi data tingkat dunia menjadi daya tawar yang sulit diabaikan oleh para pelaku bisnis enterprise.
Menyambut Masa Depan Komputasi Tinggi
Saat ini, ISC telah mengoperasikan tiga fasilitas data center yang tersebar di lokasi strategis, yakni dua di Jakarta dan satu di Denpasar. Menariknya, perusahaan ini juga telah menyiapkan diri untuk menyambut beban kerja komputasi tinggi yang dibutuhkan oleh teknologi AI.
Menilik Revolusi iOS 27: Siri Masa Depan dan Inovasi ‘Liquid Glass’ Siap Debut di WWDC 2026
Dengan layanan colocation berbasis AI, ISC mampu menyalurkan daya hingga 22 kW per rak, sebuah standar yang memadai untuk mendukung prosesor grafis (GPU) kelas berat yang menjadi motor penggerak kecerdasan buatan masa kini. Seiring dengan masuknya pemain hyperscaler dan penyedia layanan cloud internasional ke Indonesia, operator lokal yang mampu menyelaraskan kapasitas besar dengan standar keamanan global seperti ISC diprediksi akan memimpin di barisan depan.
Industri infrastruktur IT nasional kini tidak lagi hanya bicara soal seberapa luas bangunan atau seberapa besar daya listrik, melainkan seberapa tangguh sistem tersebut melindungi aset paling berharga di era modern: data pelanggan.