Keamanan Data Center Jadi Urat Nadi di Era AI, ISC Perkuat Benteng Digital dengan Sertifikasi PCI DSS

Andini Putri Lestari | Totonews
15 Apr 2026, 18:41 WIB
Keamanan Data Center Jadi Urat Nadi di Era AI, ISC Perkuat Benteng Digital dengan Sertifikasi PCI DSS

TotoNews — Di tengah gelombang transformasi digital yang semakin masif, kebutuhan akan infrastruktur pendukung seperti layanan cloud dan kecerdasan buatan (AI) telah memicu perlombaan teknologi di tingkat global. Namun, di balik kecanggihan kapasitas tersebut, aspek keamanan data kini muncul sebagai faktor penentu utama bagi perusahaan yang ingin menguasai pangsa pasar. Menyadari hal ini, PT Indonesia Super Corridor (ISC) mengambil langkah progresif dengan memperkuat standar keamanan pada fasilitas unggulannya.

Pemain kawakan di industri pusat data lokal ini mengumumkan bahwa fasilitas Data Center Tier IV miliknya, yang berlokasi di ISC Tower, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, telah resmi mengantongi sertifikasi Payment Card Industry Data Security Standard (PCI DSS). Langkah strategis ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan upaya konkret ISC untuk memberikan rasa aman bagi pelanggan di sektor-sektor kritis seperti perbankan, fintech, hingga raksasa e-commerce.

Baca Juga

Sayonara Scrolling Tanpa Henti! Begini Cara Menghilangkan YouTube Shorts Lewat Fitur Manajemen Waktu Terbaru

Sayonara Scrolling Tanpa Henti! Begini Cara Menghilangkan YouTube Shorts Lewat Fitur Manajemen Waktu Terbaru

Standar Global untuk Keamanan Transaksi

Sertifikasi PCI DSS merupakan tolok ukur keamanan internasional yang sangat ketat dalam mengatur perlindungan data transaksi pembayaran. Standar ini wajib dipenuhi oleh organisasi yang mengelola, memproses, atau mentransmisikan data pemegang kartu kredit maupun debit untuk mencegah kebocoran informasi yang sensitif.

Founder ISC, Benyamin P. Naibaho, menegaskan bahwa integritas data adalah nyawa dari layanan yang mereka berikan. Dalam sebuah pernyataan resmi, ia menjelaskan bahwa kepatuhan terhadap PCI DSS menjadi prioritas karena infrastruktur mereka bersentuhan langsung dengan ekosistem transaksi pelanggan.

“Kami berkomitmen penuh untuk menjaga seluruh parameter yang disyaratkan dalam PCI DSS. Bagi kami, perlindungan data pemegang kartu bukan sekadar kewajiban teknis, melainkan fondasi utama dalam tata kelola fasilitas kami agar tetap menjadi mitra terpercaya bagi dunia usaha,” ungkap Benyamin.

Baca Juga

Warisan Abadi Sang Penakluk: Mengungkap Fakta Genetik di Balik Keturunan Genghis Khan

Warisan Abadi Sang Penakluk: Mengungkap Fakta Genetik di Balik Keturunan Genghis Khan

Infrastruktur Kelas Wahid di Jantung Ibu Kota

Pencapaian sertifikasi ini diperoleh setelah melalui rangkaian penilaian ketat oleh Qualified Security Assessor (QSA). Keberhasilan ini semakin melengkapi profil teknis ISC Tower yang memang dirancang dengan spesifikasi tingkat tinggi. Fasilitas ini didukung oleh pasokan daya sebesar 20 MW dan kapasitas mencapai 750 rak.

Tak hanya dari sisi fisik, ISC juga menjamin keandalan operasional melalui Service Level Agreement (SLA) colocation sebesar 99,995%. Di tengah tingginya ekspektasi terhadap keamanan digital, kombinasi antara uptime yang nyaris sempurna dan proteksi data tingkat dunia menjadi daya tawar yang sulit diabaikan oleh para pelaku bisnis enterprise.

Menyambut Masa Depan Komputasi Tinggi

Saat ini, ISC telah mengoperasikan tiga fasilitas data center yang tersebar di lokasi strategis, yakni dua di Jakarta dan satu di Denpasar. Menariknya, perusahaan ini juga telah menyiapkan diri untuk menyambut beban kerja komputasi tinggi yang dibutuhkan oleh teknologi AI.

Baca Juga

Menilik Revolusi iOS 27: Siri Masa Depan dan Inovasi ‘Liquid Glass’ Siap Debut di WWDC 2026

Menilik Revolusi iOS 27: Siri Masa Depan dan Inovasi ‘Liquid Glass’ Siap Debut di WWDC 2026

Dengan layanan colocation berbasis AI, ISC mampu menyalurkan daya hingga 22 kW per rak, sebuah standar yang memadai untuk mendukung prosesor grafis (GPU) kelas berat yang menjadi motor penggerak kecerdasan buatan masa kini. Seiring dengan masuknya pemain hyperscaler dan penyedia layanan cloud internasional ke Indonesia, operator lokal yang mampu menyelaraskan kapasitas besar dengan standar keamanan global seperti ISC diprediksi akan memimpin di barisan depan.

Industri infrastruktur IT nasional kini tidak lagi hanya bicara soal seberapa luas bangunan atau seberapa besar daya listrik, melainkan seberapa tangguh sistem tersebut melindungi aset paling berharga di era modern: data pelanggan.

Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *