Menembus ‘Urat Nadi’ Konflik: Deretan Kapal Tetangga RI yang Sukses Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang

Siti Aminah | Totonews
15 Apr 2026, 14:13 WIB
Menembus 'Urat Nadi' Konflik: Deretan Kapal Tetangga RI yang Sukses Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang

TotoNews — Gejolak geopolitik yang membara di kawasan Timur Tengah kini tengah menguji ketahanan arus logistik energi dunia. Blokade ketat yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap akses pelabuhan Iran telah menciptakan awan ketidakpastian yang tebal di Selat Hormuz. Jalur yang kerap dijuluki sebagai ‘urat nadi’ energi global ini sempat nyaris lumpuh total sejak pecahnya konfrontasi terbuka pada awal tahun 2026.

Dalam situasi normal, Selat Hormuz merupakan jalur krusial yang dilewati oleh sekitar seperlima dari total ekspor minyak dan gas bumi dunia. Namun, sejak genderang perang antara AS-Israel melawan Iran ditabuh pada 28 Februari 2026, lalu lintas di kawasan ini menyusut drastis. Meski demikian, laporan terbaru menunjukkan adanya sejumlah kapal tanker milik negara-negara tetangga Indonesia yang berhasil menembus blokade tersebut dengan berbagai strategi diplomasi dan teknis.

Baca Juga

AS Lumpuhkan Jalur Kripto Iran: Aset Senilai Rp 5,91 Triliun Resmi Dibekukan

AS Lumpuhkan Jalur Kripto Iran: Aset Senilai Rp 5,91 Triliun Resmi Dibekukan

Berdasarkan data yang dihimpun tim redaksi, berikut adalah rincian armada dari negara tetangga yang tetap melaju di tengah bara konflik:

1. Vietnam: Pantang Menyerah di Upaya Kedua

Vietnam menunjukkan kegigihannya melalui kapal tanker raksasa Very Large Crude Carrier (VLCC) berbendera Malta, Agios Fanourios I. Kapal ini akhirnya berhasil memasuki kawasan teluk melalui Selat Hormuz pada 15 April 2026. Ini merupakan keberhasilan setelah upaya pertamanya sempat terhambat. Saat ini, kapal tersebut tengah menuju Irak untuk mengangkut minyak mentah Basra yang sangat dibutuhkan untuk stabilitas stok energi domestik Vietnam.

2. Malaysia: Memanfaatkan Jalur Alternatif

Malaysia mengambil langkah taktis dengan memanfaatkan jalur alternatif. Kapal tanker Serifos berbendera Liberia dilaporkan berhasil keluar-masuk melalui perairan dekat Pulau Larak milik Iran pada 10 April 2026. Kapal yang membawa emas hitam dari Arab Saudi dan Uni Emirat Arab ini dijadwalkan bersandar di Pelabuhan Malaka pada 21 April mendatang.

Baca Juga

Kontribusi Masif PT Freeport Indonesia: Targetkan Setoran Rp 54 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Kontribusi Masif PT Freeport Indonesia: Targetkan Setoran Rp 54 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Tak hanya itu, kapal Ocean Thunder yang memuat 1 juta barel minyak berat dari Irak juga sukses melintas pada 5 April. Keberhasilan ini tidak terlepas dari izin khusus yang diberikan oleh pemerintah Iran kepada setidaknya tujuh kapal yang memiliki keterkaitan dengan Malaysia untuk melewati jalur pelayaran strategis tersebut.

3. China: Jembatan Energi Melalui Myanmar

Raksasa Asia, China, mengandalkan dua unit tanker di bawah sewa Unipec (unit usaha Sinopec), yakni Cospearl Lake dan He Rong Hai. Keduanya berhasil keluar dari Selat Hormuz pada 11 April 2026. Menariknya, sebagian muatan minyak mentah dari Arab Saudi dialihkan menuju Myanmar untuk kemudian disalurkan melalui pipa ke kilang Yunnan milik PetroChina. Strategi ini dianggap lebih aman di tengah ketidakpastian keamanan di laut lepas.

Baca Juga

Rekor Laba Raksasa Saudi Aramco Tembus Rp 581 Triliun: Strategi Cerdas di Tengah Badai Geopolitik Dunia

Rekor Laba Raksasa Saudi Aramco Tembus Rp 581 Triliun: Strategi Cerdas di Tengah Badai Geopolitik Dunia

4. India: Aliran Masif Minyak dan LPG

India menjadi salah satu negara yang paling aktif menggerakkan armadanya. Setidaknya ada empat tanker besar, termasuk VLCC Habrut dan Marathi, yang berhasil memasok minyak dari Abu Dhabi dan Saudi ke pelabuhan Paradip serta Sikka. Selain minyak mentah, India juga berhasil mengamankan pasokan gas melalui kapal tanker LPG BW Tyr dan BW Elm yang telah melakukan bongkar muat 94.000 metrik ton gas di awal April 2026 sebagai bagian dari upaya menjaga ketersediaan bahan bakar nasional.

5. Pakistan dan Thailand: Diplomasi di Balik Kemudi

Pakistan mengirimkan Shalamar dan Khairpur untuk mengambil minyak mentah dan produk olahan di UEA serta Kuwait. Sementara itu, Thailand menunjukkan kekuatan diplomasinya melalui Bangchak Corporation. Sebuah kapal tanker milik perusahaan tersebut berhasil melintasi blokade tanpa dikenakan biaya tambahan setelah adanya koordinasi diplomatik tingkat tinggi antara Bangkok dan Teheran. Kapal jenis Suezmax bernama Pola juga tercatat sukses mengirimkan 1 juta barel minyak ke pelabuhan di Thailand dan Singapura.

Baca Juga

Peta Persaingan Kursi Panas BEI: OJK Mulai Godok Dua Paket Calon Direksi Bursa

Peta Persaingan Kursi Panas BEI: OJK Mulai Godok Dua Paket Calon Direksi Bursa

Keberhasilan kapal-kapal ini menjadi bukti bahwa di tengah konflik global yang memanas, jalur logistik tetap akan mencari celah demi menjaga roda ekonomi tetap berputar, meski harus bertaruh dengan risiko keamanan yang sangat tinggi.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *