Sinyal Damai dari Gedung Putih: Trump Sebut Perang Iran Usai, Harga Minyak Dunia Siap Normal Kembali
TotoNews — Angin segar bertiup dari Washington seiring dengan pernyataan optimis Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengenai ketegangan geopolitik yang menyelimuti kawasan Timur Tengah. Dalam keterangan terbarunya, Trump mengklaim bahwa konfrontasi militer dengan Iran kini berada di ambang penyelesaian, sebuah kabar yang memicu harapan baru bagi stabilitas ekonomi global.
Klaim Kemenangan Militer dan Harapan Kesepakatan Damai
Presiden Donald Trump secara blak-blakan menyatakan bahwa pihak berwenang di Teheran kini tengah mencari jalan keluar melalui kesepakatan damai setelah menghadapi tekanan militer yang masif. “Kami telah mengalahkan mereka secara militer, sepenuhnya. Saya pikir ini hampir berakhir, saya benar-benar melihatnya hampir berakhir,” ujar Trump dalam wawancara yang dilansir pada Rabu (15/4/2026).
Gebrakan Strategis bank bjb: Susi Pudjiastuti Resmi Ditunjuk Jadi Komisaris Utama
Lebih lanjut, Trump menggambarkan kondisi Iran yang sangat terdampak oleh konflik tersebut. Menurut analisisnya, Teheran mungkin membutuhkan waktu hingga dua dekade untuk membangun kembali infrastruktur dan stabilitas negaranya pasca-perang. Meskipun tensi masih ada, Trump merasa optimis bahwa diplomasi akan segera mengambil alih kendali untuk mengakhiri pertumpahan darah.
Stabilitas Pasar dan Dampak Terhadap Harga Minyak
Salah satu dampak yang paling dinantikan dari meredanya konflik ini adalah normalisasi harga minyak dunia. Seperti diketahui, gejolak di Timur Tengah sempat memicu lonjakan harga akibat gangguan pasokan di jalur-jalur strategis. Trump meyakini bahwa berakhirnya perang akan secara otomatis menekan harga energi kembali ke level normal, yang pada gilirannya akan memberikan napas lega bagi ekonomi dunia.
Bahlil Lahadalia Tunda Kenaikan Royalti Tambang: Strategi Menjaga Keseimbangan Investasi dan Pendapatan Negara
Tak hanya komoditas, sentimen positif di pasar saham juga diprediksi akan mengalami lonjakan signifikan atau ‘rally’ jika kepastian perdamaian ini terwujud secara formal. Trump kembali membela langkah militer yang diambilnya dengan menegaskan bahwa misi utama AS adalah mencegah Iran memiliki akses terhadap senjata nuklir, sebuah target yang ia klaim telah tercapai melalui tekanan maksimal.
Langkah Menuju Meja Perundingan di Islamabad
Meski upaya perdamaian pada akhir pekan lalu sempat menemui jalan buntu, secercah harapan muncul dari rencana pertemuan lanjutan. Pejabat Gedung Putih mengungkapkan bahwa putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran sedang dimatangkan secara intensif. Trump membocorkan bahwa pembicaraan diplomatik tingkat tinggi ini kemungkinan besar akan digelar di Islamabad, Pakistan, dalam waktu dekat.
Misi Ambisius Rel Nusantara: RI Bidik Investasi Rp 1.200 Triliun Demi Konektivitas Kereta Api 2045
“Pembicaraan baru antara AS dan Iran di Islamabad bisa saja terjadi dalam dua hari ke depan,” tutur Trump kepada media. Langkah ini menandakan bahwa meskipun retorika kemenangan militer digaungkan, jalur komunikasi tetap dibuka lebar demi mencapai solusi permanen yang menguntungkan stabilitas keamanan internasional dan mengakhiri konflik internasional yang berkepanjangan ini.