Ekspansi Agresif Pertamina: PHE Resmi Garap Blok Lavender demi Ketahanan Energi Nasional
TotoNews — Langkah strategis kembali diambil oleh PT Pertamina Hulu Energi (PHE) dalam memperkuat kedaulatan energi tanah air. Melalui anak perusahaannya, PT Pertamina Hulu Energi Sulawesi Lavender, raksasa energi nasional ini resmi memantapkan langkah untuk mengeksplorasi potensi minyak dan gas bumi di wilayah timur Indonesia. Hal ini ditandai dengan penandatanganan Kontrak Kerja Sama (PSC) untuk Wilayah Kerja (WK) Lavender yang memiliki cakupan luas dan menjanjikan.
Wilayah Kerja Lavender sendiri bukanlah area sembarangan. Dengan total luas mencapai 8.206,95 km², blok ini membentang melintasi zona offshore dan onshore Sulawesi Selatan, hingga menyentuh perairan offshore Sulawesi Tenggara. Penandatanganan kontrak ini menjadi sinyal kuat bahwa investasi migas di Indonesia masih sangat kompetitif dan memiliki daya tarik tinggi bagi para pemain besar di industri hulu.
Geliat Investasi 2026: Mengapa Para Pemodal Semakin Yakin Menanamkan Modal di Indonesia?
Komitmen Eksplorasi Skala Besar
Dalam kesepakatan tersebut, PHE berkomitmen untuk mengucurkan dana sebesar US$ 2,8 juta sebagai investasi awal dalam tiga tahun pertama masa eksplorasi. Dana tersebut akan dialokasikan untuk serangkaian aktivitas teknis yang intensif, mulai dari Studi Geologi dan Geofisika (G&G), akuisisi Seismik 2D sepanjang 100 km, hingga pemetaan Seismik 3D seluas 200 km². Upaya ini bertujuan untuk memetakan secara akurat di mana letak cadangan yang tersembunyi di perut bumi Sulawesi.
Prosesi penandatanganan dilakukan secara bertahap sebagai bentuk keseriusan lintas instansi. Dimulai oleh Direktur PHE Sulawesi Lavender, Ruby Mulyawan, bersama Kepala SKK Migas, Djoko Siswanto, pada Februari 2026, dan diperkuat oleh pengesahan Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, pada Maret 2026. Langkah ini menjadi gong pembuka bagi dimulainya operasi eksplorasi yang masif di lapangan.
Ekspansi Hunian Rakyat: BP BUMN Petakan Lahan Strategis di Lima Kota Besar demi Target 3 Juta Rumah
Misi Ketahanan Energi Nasional
Ruby Mulyawan menegaskan bahwa WK Lavender merupakan blok keenam yang berhasil diamankan PHE sejak tahun 2023. Hal ini menunjukkan betapa agresifnya Pertamina dalam memperluas portofolio mereka guna menjamin ketersediaan energi di masa depan. “Ketahanan energi nasional bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sebuah keharusan yang mendesak. PHE berdiri di garda terdepan untuk memastikan pasokan hari ini tetap stabil, sembari menyiapkan energi masa depan Indonesia,” ujar Ruby dengan optimis.
Pengelolaan blok ini menggunakan skema Cost Recovery dengan masa kontrak yang cukup panjang, yakni 30 tahun. Mekanisme perolehannya pun dilakukan melalui jalur transparan, yakni Indonesia Petroleum Bidding Round (IPBR) Tahap 2 Tahun 2025. Sebelum resmi beroperasi, PHE juga telah memenuhi seluruh kewajiban finansialnya, termasuk penyetoran bonus tanda tangan sebesar US$ 200.000 kepada kas negara.
Langkah Berani Pemerintah: 1,4 Juta Penerima PKH Diproyeksikan Jadi Karyawan Koperasi Desa
Standar Dunia dan Integritas Tanpa Kompromi
Tidak hanya fokus pada pengeboran, PHE juga membawa standar tinggi dalam aspek operasional. Melalui implementasi prinsip hulu migas yang berkelanjutan, perusahaan menerapkan standar Environmental, Social, and Governance (ESG) secara ketat. Integritas juga menjadi prioritas utama dengan kebijakan Zero Tolerance on Bribery yang diperkuat oleh sertifikasi ISO 37001:2016 terkait Sistem Manajemen Anti Penyuapan (SMAP).
Dengan strategi yang matang dan tata kelola yang profesional, PHE yakin bahwa WK Lavender akan menjadi kunci penting dalam mewujudkan visi menjadi perusahaan energi kelas dunia yang ramah lingkungan dan bertanggung jawab secara sosial bagi ketahanan energi bangsa.