Mentan Amran Bongkar ‘Borok’ Mafia Pangan: Ada yang Tak Suka RI Mandiri dan Sejahtera
TotoNews — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman secara blak-blakan mengungkapkan adanya resistensi dari pihak-pihak tertentu yang merasa terancam jika Indonesia berhasil mencapai kemandirian penuh di sektor pangan. Kegusaran ini mencuat menyusul terungkapnya kasus penyelundupan komoditas ilegal berskala besar di Pontianak, Kalimantan Barat, baru-baru ini.
Amran menilai, upaya sistematis untuk merusak stabilitas pasar dalam negeri tengah dilancarkan oleh para oknum yang tidak ingin melihat nasib petani lokal membaik. Menurutnya, keberhasilan Indonesia dalam mengamankan stok pangan sendiri justru menjadi hambatan bagi bisnis kotor para mafia pangan.
Sabotase Ekonomi Melalui Jalur Ilegal
“Ada pihak-pihak yang tidak akan pernah bahagia kalau Indonesia mencapai swasembada pangan. Mereka terus mencari celah sekecil apa pun untuk merusak harga pasar dan melemahkan semangat produksi dalam negeri,” tegas Amran dalam pernyataan resminya.
Lonjakan Harga BBM Hari Ini: BP Ultimate Diesel Tembus Rp 25.560 per Liter
Padahal, Amran mengklaim bahwa saat ini Indonesia telah menunjukkan taringnya dengan meraih swasembada pada komoditas krusial seperti bawang merah dan cabai. Kehadiran produk selundupan tanpa izin jelas menjadi racun bagi harga di tingkat petani yang selama ini sudah berjuang keras menjaga produktivitas.
Satgas Pangan Bareskrim Mabes Polri baru saja menggagalkan upaya penyelundupan sebanyak 23,1 ton komoditas pangan di Pontianak. Barang bukti yang disita meliputi:
- Bawang putih asal China (9,1 ton)
- Bawang bombai asal Belanda (7,9 ton)
- Bawang merah asal Thailand (2,1 ton)
- Cabai kering asal China (2,2 ton)
- Bawang bombai asal India (1,6 ton)
Pola yang Berulang di Garis Pantai Nusantara
Amran menekankan bahwa temuan di Pontianak hanyalah puncak gunung es dari praktik penyelundupan pangan yang terorganisir. Dalam beberapa bulan terakhir, aksi serupa juga terdeteksi di berbagai titik strategis Indonesia dengan volume yang sangat fantastis, mulai dari 133,5 ton bawang bombai di Semarang hingga ribuan ton beras ilegal di Tanjung Balai Karimun.
Dolar AS Melandai di Level Rp 17.141, Rupiah Mulai Bernapas di Tengah Tekanan Pasar Global
Menteri Pertanian menengarai adanya kekuatan besar yang menggerakkan pola-pola ini secara berulang. Geografi Indonesia yang memiliki garis pantai sangat panjang diakuinya menjadi tantangan tersendiri, karena memberikan banyak pintu masuk tidak resmi bagi para penyelundup.
“Ini adalah pola yang sama dan sangat terorganisir. Skalanya bukan lagi kecil, tapi sudah mencapai ratusan hingga ribuan ton. Artinya, ada kekuatan besar di balik layar yang harus kita hadapi bersama,” tambahnya.
Guna membentengi kedaulatan pangan, Kementerian Pertanian berkomitmen untuk mempererat sinergi dengan aparat penegak hukum. Pengawasan di jalur-jalur tikus akan diperketat demi memastikan jalur distribusi pangan tetap berada dalam koridor aturan dan berpihak sepenuhnya pada kesejahteraan petani lokal.
Langkah Tegas Prabowo Tangani Tragedi Kereta Bekasi: Instruksikan Investigasi Total dan Pembangunan Flyover