Badai di Pasar Modal: IHSG Terpuruk, Deretan Saham Konglomerat Berguguran di Sesi I
TotoNews — Laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) nampaknya sedang menghadapi tekanan hebat pada perdagangan hari ini. Sepanjang sesi I, Kamis (23/4/2026), bursa domestik terpantau bergerak di zona merah, menyeret jatuh sejumlah saham unggulan milik para naga konglomerat tanah air ke posisi yang kurang menguntungkan.
Hingga jeda siang, indeks komposit nasional mencatatkan penurunan signifikan sebesar 1,27 persen, yang membawa posisinya parkir di level 7.445,96. Dominasi warna merah di layar perdagangan menunjukkan betapa kuatnya sentimen jual yang melanda pasar, membuat mayoritas emiten terpaksa gigit jari di tengah fluktuasi investasi global maupun domestik.
Lini Bisnis Taipan Prajogo Pangestu Terkoreksi Tajam
Salah satu sorotan utama pasar jatuh pada emiten-emiten di bawah naungan taipan Prajogo Pangestu. PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) memimpin koreksi tajam dengan terjun bebas hingga 8,52 persen ke posisi Rp 4.940 per lembar saham. Tekanan ini seolah menjadi efek domino bagi entitas lainnya.
Gebrakan Strategis bank bjb: Susi Pudjiastuti Resmi Ditunjuk Jadi Komisaris Utama
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) tercatat melemah 3,98 persen ke harga Rp 2.170, disusul oleh PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) yang terkikis 1,62 persen ke level Rp 6.075. Bahkan, pendatang baru seperti PT Chandra Daya Investasi Tbk (CDIA) pun tak kuasa menahan arus dengan penurunan sebesar 3,04 persen di angka Rp 1.115 per lembar.
Sinar Mas hingga Proyek PIK 2 Ikut Terseret
Koreksi massal ini juga menghantam gurita bisnis Grup Sinar Mas. Saham PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) harus rela terpangkas 4,38 persen menuju harga Rp 2.400. Fenomena serupa juga tampak pada portofolio milik Sugianto Kusuma alias Aguan. Saham pengembang kawasan mandiri, PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk (PANI), turun 1,63 persen ke level Rp 9.075, diikuti oleh PT Bangun Kosambi Sukses Tbk (CBDK) yang terkoreksi 2,21 persen.
Prestasi Gemilang UMKM Binaan Pertamina di Inabuyer 2026: Catatkan Transaksi Fantastis Rp 10,6 Miliar
Tidak berhenti di situ, emiten milik Hapsoro, PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA), turut merasakan pahitnya perdagangan sesi pertama dengan penurunan 4,04 persen ke level Rp 1.305 per lembar saham. Situasi ini menunjukkan bahwa sentimen negatif tengah merata di berbagai sektor industri besar.
Statistik Perdagangan: Dominasi Aksi Jual
Secara keseluruhan, potret pasar saham hari ini menunjukkan ketimpangan yang nyata. Tercatat hanya 227 saham yang berhasil menguat, sementara sebanyak 445 saham terpuruk di zona merah dan 145 saham lainnya stagnan tanpa pergerakan berarti.
Aktivitas di lantai bursa tergolong sangat masif dengan volume perdagangan mencapai 32,42 miliar lembar saham. Total nilai transaksi menembus angka Rp 11,69 triliun, mencerminkan tingginya dinamika transaksi para pelaku pasar yang tengah mengantisipasi volatilitas IHSG ke depan.
Langkah Strategis Vale Indonesia: Amankan Pinjaman Rp 12,9 Triliun Demi Akselerasi Hilirisasi Nikel