Digital Realty Bersama Pimpin Revolusi AI Nasional dengan Data Center Tier IV dan Konektivitas Global ServiceFabric
TotoNews — Di tengah lonjakan kebutuhan teknologi masa depan, lanskap digital Indonesia kini bersiap memasuki babak baru yang lebih canggih. Digital Realty Bersama (DRB) secara resmi memperkenalkan fasilitas data center Tier IV yang dirancang khusus untuk mendukung beban kerja kecerdasan buatan (AI) serta meluncurkan ServiceFabric, sebuah platform interkoneksi global yang revolusioner.
Benteng Digital Tertinggi di Jantung Jakarta
Bertempat di fasilitas CGK11, Cawang, Jakarta Timur, jajaran pimpinan DRB memaparkan visi besar mereka dalam memperkuat infrastruktur digital tanah air. Director of Business & Commercial DRB, Andha Yudha Permana, menegaskan bahwa CGK11 bukan sekadar gudang server biasa. Ini adalah fasilitas dengan sertifikasi Tier IV—standar tertinggi dalam industri pusat data yang menjamin operasional tanpa henti (100% uptime).
Langkah Besar Apple di Indonesia: Menperin Resmikan Apple Developer Institute Berbasis AI dan Startup
Dengan total kapasitas mencapai 63 MW yang tersebar di lahan seluas 20.000 m2 dan menampung 9.000 rak, DRB memosisikan diri sebagai pemain utama. Saat ini, mereka mengelola dua titik strategis: CGK10 di Jakarta Barat dengan standar Tier III dan si ‘raksasa’ CGK11 di Jakarta Timur. Rencana ekspansi pun sudah di depan mata dengan penambahan gedung baru di kedua lokasi tersebut guna memenuhi permintaan sektor perbankan dan keuangan yang kian masif.
ServiceFabric: Jembatan Global Tanpa Batas
Inovasi DRB tidak berhenti pada bangunan fisik. Pada semester kedua tahun 2026, mereka dijadwalkan meluncurkan ServiceFabric. Teknologi ini merupakan solusi interkoneksi generasi terbaru yang memungkinkan perusahaan di Indonesia terhubung langsung dengan ekosistem kecerdasan buatan global secara remote.
Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Pentingnya Sinergi dalam Mempercepat Pemerataan Konektivitas Digital
“Kami sangat antusias menyambut kehadiran ServiceFabric. Platform terbuka ini akan menjadi kunci kolaborasi yang menghubungkan kebutuhan AI dan komputasi berkinerja tinggi (HPC) di seluruh dunia,” ungkap Yudha. Bayangkan sebuah skenario di mana perusahaan asal Jepang ingin berekspansi ke Indonesia; melalui ServiceFabric, mereka dapat mengelola konektivitas infrastrukturnya dalam hitungan menit tanpa harus terkendala jarak geografis.
Optimasi Latensi dan Kesiapan Era AI
Salah satu keunggulan kompetitif yang ditawarkan DRB adalah kehadiran node IIX-JK2 dari APJII di dalam fasilitas CGK11. Kehadiran hub internet nasional ini memastikan bahwa lalu lintas data lokal diproses dengan latensi atau jeda waktu yang sangat rendah. Hal ini menjadi krusial bagi aplikasi yang membutuhkan respon cepat seperti transaksi finansial hingga gim daring.
Babak Baru Adaptasi Metal Gear Solid: Duo Sutradara Final Destination Siap Garap Misi Rahasia Solid Snake
Chief Financial Officer DRB, Krishna Worotikan, menambahkan bahwa transformasi ekonomi digital Indonesia yang diprediksi menembus USD 130 miliar pada 2026 membutuhkan pondasi yang visioner. “Kami menyiapkan infrastruktur khusus, mulai dari kepadatan daya tinggi hingga sistem pendingin cair (liquid cooling), guna menangani beban kerja AI berskala besar secara efisien,” jelasnya.
Sinergi Global untuk Kekuatan Lokal
Sebagai perusahaan joint venture antara Digital Realty dengan Bersama Digital Data Centres yang didukung oleh raksasa investasi seperti Saratoga dan Macquarie, DRB membawa keahlian global ke pasar lokal. Dengan jaringan yang mencakup 300 data center di 25 negara, integrasi ServiceFabric ke dalam PlatformDIGITAL® milik Digital Realty akan menghapus hambatan teknis yang selama ini menjadi kendala bagi pelaku bisnis di Indonesia untuk ‘go global’.
Misi Mustahil Menuju Saturnus: Menelusuri Skenario 17 Tahun Perjalanan Antariksa Paling Ekstrem
Langkah DRB ini bukan sekadar mengikuti tren, melainkan menetapkan standar baru tentang bagaimana sebuah infrastruktur harus dibangun untuk masa depan yang digerakkan oleh data dan AI.