Kemenkeu Pastikan Kabar APBN Hanya Tahan 3 Bulan Adalah Hoaks, Cadangan Kas Masih Melimpah

Siti Aminah | Totonews
23 Apr 2026, 22:44 WIB
Kemenkeu Pastikan Kabar APBN Hanya Tahan 3 Bulan Adalah Hoaks, Cadangan Kas Masih Melimpah

TotoNews — Di tengah derasnya arus informasi digital, sebuah kabar mengejutkan mendadak memicu kegaduhan di jagat maya. Narasi yang beredar menyebutkan bahwa ketahanan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Indonesia sedang berada di ujung tanduk, diklaim hanya mampu bertahan selama tiga bulan ke depan. Tak hanya itu, spekulasi liar mengenai pelemahan nilai tukar rupiah hingga menembus angka Rp 20.000 per dolar AS pun turut membayangi isu tersebut.

Kementerian Keuangan Menepis Isu Miring

Menanggapi keresahan publik, pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) segera angkat bicara dan memberikan klarifikasi tegas. Lembaga bendahara negara tersebut menyatakan bahwa informasi yang viral itu sepenuhnya merupakan informasi hoaks yang tidak memiliki dasar validitas sama sekali. Masyarakat pun dihimbau untuk tetap tenang dan lebih selektif dalam mencerna setiap kabar yang bertebaran di media sosial.

Baca Juga

KKP Buka Lowongan 20 Ribu Awak Kapal Perikanan, Simak Prosedur dan Jadwal Rekrutmen Terbarunya

KKP Buka Lowongan 20 Ribu Awak Kapal Perikanan, Simak Prosedur dan Jadwal Rekrutmen Terbarunya

Melalui kanal resmi Instagram @ppid.kemenkeu pada Kamis (23/4/2026), pemerintah menegaskan bahwa narasi mengenai ketahanan APBN yang terbatas serta ancaman rupiah di angka Rp 20.000 adalah berita bohong. Dalam unggahan tersebut, Kemenkeu juga menyertakan tangkapan layar berisi foto Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang dicatut secara tidak bertanggung jawab untuk mendukung klaim palsu tersebut.

Fakta Kekuatan Fiskal Indonesia

Alih-alih berada dalam krisis, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa justru mengungkapkan fakta sebaliknya mengenai kondisi ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa ruang fiskal Indonesia saat ini masih sangat luas dan tangguh. Bukti nyata dari kepercayaan diri pemerintah adalah penolakan terhadap tawaran pinjaman dari lembaga internasional ternama seperti IMF dan Bank Dunia.

Baca Juga

IHSG Berakhir Lesu di Level 7.621, Aksi Jual Asing Masih Menjadi Tekanan Utama

IHSG Berakhir Lesu di Level 7.621, Aksi Jual Asing Masih Menjadi Tekanan Utama

Diketahui bahwa International Monetary Fund (IMF) dan World Bank sempat menawarkan pinjaman dengan nilai fantastis, berkisar antara US$ 25 hingga 30 miliar. Namun, tawaran tersebut ditolak mentah-mentah karena pemerintah menganggap kondisi keuangan domestik masih sangat memadai.

Saldo Anggaran yang Tebal

Salah satu pilar utama yang menjaga stabilitas APBN kita saat ini adalah kepemilikan Saldo Anggaran Lebih (SAL) yang mencapai angka Rp 420 triliun. Jumlah ini merupakan bantalan fiskal yang sangat kuat untuk menghadapi berbagai ketidakpastian global.

“Ada tawaran US$ 25-30 miliar untuk digunakan jika dibutuhkan, tapi saya sampaikan bahwa saat ini kita belum memerlukan bantuan tersebut. Kita sendiri memiliki persediaan cadangan hampir senilai US$ 25 miliar untuk memperkuat negara kita, jadi posisi kita aman,” tegas Purbaya saat ditemui di kantornya, Jakarta Pusat.

Baca Juga

WIKA Memasuki Era Baru: I Ketut Pasek Senjaya Putra Resmi Pimpin Transformasi Wijaya Karya

WIKA Memasuki Era Baru: I Ketut Pasek Senjaya Putra Resmi Pimpin Transformasi Wijaya Karya

Dengan adanya bantalan finansial yang cukup besar, masyarakat diharapkan tidak termakan oleh provokasi atau berita bohong yang sengaja disebarkan untuk menciptakan ketidakstabilan di masyarakat. Kemenkeu memastikan bahwa pengelolaan keuangan negara dilakukan dengan prinsip kehati-hatian demi menjaga kedaulatan ekonomi bangsa.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *