Ketegangan Transatlantik: Trump Ancam Inggris dengan Tarif Impor Tinggi Terkait Pajak Digital
TotoNews — Atmosfer perdagangan internasional kembali memanas setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, melontarkan gertakan keras terhadap Inggris. Trump mengancam akan menjatuhkan sanksi berupa tarif impor yang sangat tinggi jika London tetap bersikeras mempertahankan kebijakan pajak layanan digital yang menyasar perusahaan teknologi raksasa asal Negeri Paman Sam.
Latar Belakang Perselisihan Fiskal
Kebijakan yang menjadi pemicu kemarahan Washington ini sebenarnya telah diberlakukan oleh Inggris sejak tahun 2020. Aturan tersebut memungut pajak sebesar 2% dari pendapatan yang dihasilkan oleh mesin pencari, platform media sosial, hingga pasar daring yang meraup keuntungan dari basis pengguna di Britania Raya. Tak pelak, nama-nama besar seperti Google (Alphabet), Meta, hingga Apple menjadi sasaran utama dari instrumen fiskal ini.
Fenomena Saham WBSA: Baru Sejenak Melantai, Kini Terjerat Labirin Kepemilikan Terkonsentrasi Tinggi
Berbicara langsung dari Ruang Oval, Trump mengkritik tajam langkah Inggris yang dianggapnya hanya mengeksploitasi kesuksesan perusahaan Amerika demi keuntungan instan. Ia menegaskan bahwa Amerika Serikat tidak akan tinggal diam melihat aset ekonominya dijadikan “mesin uang” oleh negara lain.
Ancaman Balasan dari Ruang Oval
“Kami telah memantau situasi ini dengan saksama. Kami memiliki kemampuan untuk membalas dengan sangat mudah, yakni melalui pengenaan tarif impor besar bagi produk-produk Inggris. Jadi, saya sarankan mereka untuk lebih berhati-hati,” tegas Donald Trump dalam pernyataannya baru-baru ini.
Meskipun Trump belum merinci secara detail mengenai besaran angka atau persentase tarif yang akan diberlakukan, ia memberikan sinyal kuat bahwa tindakan tersebut hampir pasti dilakukan jika tuntutannya untuk mencabut pajak digital diabaikan oleh pemerintah Inggris.
Visi Besar Airbus di Langit Nusantara: Menakar Peluang Pembangunan Pabrik Pesawat Pertama di Indonesia
Dilema Ekonomi Inggris
Di sisi lain, London berada dalam posisi yang cukup sulit. Di bawah kepemimpinan Partai Buruh, pajak digital dipandang sebagai sumber pendapatan negara yang sangat krusial. Berdasarkan data keuangan teranyar, pungutan ini berhasil menyumbang setidaknya £800 juta ke kas negara pada tahun fiskal 2024-2025.
Menariknya, meskipun kesepakatan dagang antara kedua negara sempat dicapai pada Mei tahun lalu tanpa mengubah status pajak digital tersebut, Trump memberikan indikasi bahwa masa depan perjanjian tersebut kini berada di ujung tanduk. Ia menilai bahwa setiap kesepakatan lama bisa diubah dan disesuaikan kembali demi melindungi kepentingan nasional Amerika Serikat.
Langkah proteksionisme yang diusung Trump ini diprediksi akan memicu perdebatan panjang di panggung diplomasi global, mengingat Inggris dan Amerika Serikat selama ini dikenal sebagai sekutu strategis paling erat di dunia Barat.
Strategi ESDM Amankan Stok Gas: Prioritaskan LPG untuk Rakyat, Tekan Jatah Industri