Wacana GIIAS 2027 Pindah ke PIK 2: Antara Lonjakan Peserta dan Kebutuhan Lahan yang Lebih Luas

Bagus Setiawan | Totonews
27 Apr 2026, 08:52 WIB
Wacana GIIAS 2027 Pindah ke PIK 2: Antara Lonjakan Peserta dan Kebutuhan Lahan yang Lebih Luas

TotoNews — Gelaran otomotif terbesar di tanah air, Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS), tampaknya mulai menghadapi dilema klasik seiring dengan pesatnya pertumbuhan industri. Lonjakan jumlah peserta, terutama dengan masuknya deretan brand otomotif baru asal Negeri Tirai Bambu, membuat area pameran di Indonesia Convention Exhibition (ICE) BSD, Tangerang, terasa semakin sempit dan mencapai titik jenuh lahan.

Invasi Brand China dan Tantangan Kapasitas Venue

Pemandangan di koridor-koridor ICE BSD belakangan ini memang tampak jauh lebih padat. Hal ini bukan tanpa alasan. Gairah pasar otomotif Indonesia yang menarik minat banyak pemain baru, khususnya dari China, memaksa pihak penyelenggara untuk memutar otak dalam menata ruang. Masalah muncul ketika merek-merek lama yang sudah mapan enggan memangkas luas area pameran mereka demi memberikan ruang bagi pendatang baru.

Baca Juga

Fenomena Dealer Honda Berguguran di Indonesia, Menperin Ingatkan Raksasa Jepang untuk Berbenah

Fenomena Dealer Honda Berguguran di Indonesia, Menperin Ingatkan Raksasa Jepang untuk Berbenah

Ketua 1 Gaikindo, Jongkie D Sugiarto, mengonfirmasi kondisi ini secara langsung. Menurutnya, situasi di ICE BSD kian sesak dari tahun ke tahun. “Sekarang tergantung, kalau masuk lagi merek-merek yang baru, mereka pasti mau berpameran. Sementara itu, apakah merek lama mau dikurangi jatah lahannya? Jika tidak, ada kemungkinan lokasi saat ini tidak akan cukup lagi untuk menampung semuanya,” ujar Jongkie saat ditemui dalam sebuah kesempatan di Beijing, China.

NICE PIK 2: Kandidat Rumah Baru GIIAS 2027?

Melihat kondisi tersebut, mencuat wacana mengenai kemungkinan pemindahan lokasi pameran ke kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2 pada tahun 2027 mendatang. Di sana, tengah disiapkan sebuah bangunan megah bertajuk Nusantara International Convention Exhibition atau NICE. Gedung ini diproyeksikan memiliki luas yang melampaui ICE BSD, sehingga mampu menampung lebih banyak ekshibitor dalam satu atap.

Baca Juga

Wuling Eksion Resmi Mengaspal: Sensasi SUV Elektrifikasi Masa Depan yang Mulai Membanjiri Jalanan Indonesia

Wuling Eksion Resmi Mengaspal: Sensasi SUV Elektrifikasi Masa Depan yang Mulai Membanjiri Jalanan Indonesia

“Kita akan pantau perkembangannya. NICE kelihatannya memiliki lahan yang lebih luas dibandingkan ICE BSD. Namun, keputusan akhir tetap harus merujuk pada bagaimana permintaan dari para agen pemegang merek nantinya,” tambah Jongkie menjelaskan rencana strategis pameran otomotif tersebut.

Dilema Aksesibilitas dan Transportasi Umum

Meski menawarkan lahan yang lebih lapang, PIK 2 bukannya tanpa kendala. Lokasinya yang berada di ujung utara Jakarta dianggap masih belum ideal bagi sebagian besar masyarakat di wilayah Jabodetabek. Isu utamanya adalah keterbatasan akses transportasi umum yang memadai. Hingga saat ini, satu-satunya cara paling realistis untuk menjangkau kawasan tersebut adalah dengan menggunakan kendaraan pribadi, baik mobil maupun motor.

Pihak Gaikindo sangat berhati-hati dalam mempertimbangkan perpindahan ini. Jongkie menegaskan bahwa mereka tidak ingin gegabah hanya karena melihat kemegahan gedung baru. “Jangan hanya karena melihat tempatnya lebih bagus lalu kita langsung pindah. Jika nanti pengunjung justru sepi karena akses yang sulit, tentu hasilnya tidak akan baik. Kami akan menunggu dan menghitung secara matang bagaimana permintaan di tahun depan,” pungkasnya.

Baca Juga

Skandal di Balik Kemudi: Sopir Bus Malaysia Viral Usai Nyetir Sambil Pangku Wanita, Polisi Turun Tangan

Skandal di Balik Kemudi: Sopir Bus Malaysia Viral Usai Nyetir Sambil Pangku Wanita, Polisi Turun Tangan

Sebagai informasi tambahan bagi para pecinta otomotif, untuk gelaran GIIAS 2026 dipastikan masih akan tetap menempati lokasi di ICE BSD. Sejarah mencatat bahwa GIIAS memang dinamis dalam urusan lokasi, di mana sebelumnya pameran bergengsi ini juga pernah lama menetap di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, sebelum akhirnya hijrah ke Tangerang. Akankah PIK 2 menjadi babak baru dalam sejarah pameran GIIAS? Kita tunggu saja perkembangan selanjutnya.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *