Efek Domino Harga BBM: PTP Nonpetikemas Siapkan Langkah Strategis di Tengah Tekanan Biaya Operasional

Siti Aminah | Totonews
29 Apr 2026, 18:41 WIB
Efek Domino Harga BBM: PTP Nonpetikemas Siapkan Langkah Strategis di Tengah Tekanan Biaya Operasional

TotoNews — Dinamika industri logistik nasional kini tengah diuji oleh fluktuasi harga energi global yang kian dinamis. Direktur Komersial & Pengembangan Usaha PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas), Dwi Rahmad Toto, mengungkapkan bahwa gelombang kenaikan harga BBM mulai memberikan tekanan nyata terhadap struktur pengeluaran operasional perusahaan.

Dalam keterangannya pada agenda Port Visit PTP Nonpetikemas di Tanjung Priok, Rabu (29/4/2026), Dwi menjelaskan bahwa ketergantungan alat-alat berat pelabuhan terhadap bahan bakar fosil menjadi faktor utama pembengkakan biaya. Meski ketegangan geopolitik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat dinilai tidak berdampak langsung secara drastis, namun rembesan kenaikan harga energi internasional tidak dapat dihindari.

Tantangan Biaya Operasional dan Efisiensi

Dwi memaparkan bahwa biaya operasional yang harus ditanggung perusahaan saat ini melonjak signifikan. “BBM yang sebelumnya berada di level rendah, kini harganya sudah meroket hingga dua kali lipat. Dampak ini sangat terasa di lini operasional lapangan,” tuturnya. Meski demikian, manajemen masih melakukan kajian mendalam untuk memetakan dampak finansial secara korporasi secara menyeluruh.

Baca Juga

Berburu Rak Besi Murah di Transmart Full Day Sale, Diskon Melimpah Hanya Hari Ini!

Berburu Rak Besi Murah di Transmart Full Day Sale, Diskon Melimpah Hanya Hari Ini!

Kenaikan beban ini diprediksi akan menjadi mata rantai yang memengaruhi rantai pasok nasional, termasuk potensi kenaikan ongkos logistik dan biaya sewa angkutan kapal. Namun, PTP Nonpetikemas tidak ingin gegabah dalam mengambil keputusan terkait penyesuaian tarif. Dwi menekankan bahwa setiap langkah strategis harus berjalan selaras dengan regulasi pemerintah.

“Setiap penerapan kebijakan baru, seperti penyesuaian tarif atau penerapan surcharge, harus dikoordinasikan dengan Kementerian Perhubungan selaku regulator. Kami sangat berhati-hati karena perubahan tarif sekecil apa pun akan berdampak langsung pada daya beli masyarakat,” tambahnya.

Kinerja Gemilang di Tengah Tantangan

Di balik bayang-bayang kenaikan harga energi, PTP Nonpetikemas justru mencatatkan performa impresif pada awal tahun ini. Volume bongkar muat atau throughput pada triwulan I 2026 menembus angka 12,44 juta ton. Pencapaian ini tidak hanya melampaui target RKAP sebesar 103,33%, tetapi juga tumbuh positif 3,84% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca Juga

Swasembada Pangan Bawa Indonesia Berwibawa di Kancah Dunia, Presiden Prabowo: Kita Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata!

Swasembada Pangan Bawa Indonesia Berwibawa di Kancah Dunia, Presiden Prabowo: Kita Tak Lagi Dipandang Sebelah Mata!

Pertumbuhan ini didorong oleh geliat sektor curah cair dan curah kering yang kian bergairah. Pada segmen curah cair, lonjakan signifikan sebesar 16% tercatat berkat tingginya aktivitas ekspor komoditas CPO melalui cabang Teluk Bayur serta produktivitas di Pelabuhan Kijing dan Pontianak.

Sementara itu, segmen curah kering turut menyumbang pertumbuhan sebesar 10%. Angka ini dipicu oleh intensitas bongkar muat komoditas pasir di Tanjung Priok serta pengiriman alumina, batu bara, dan bauksit di Pelabuhan Dwikora. Keberhasilan menjaga ritme pertumbuhan di tengah tekanan biaya ini menunjukkan ketangguhan operasional PTP Nonpetikemas dalam menjaga konektivitas logistik Indonesia.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *