Misi Penyelamatan Konektivitas: Telkominfra Targetkan Kabel Laut Sulawesi Normal Kembali 7 Mei

Andini Putri Lestari | Totonews
29 Apr 2026, 18:41 WIB
Misi Penyelamatan Konektivitas: Telkominfra Targetkan Kabel Laut Sulawesi Normal Kembali 7 Mei

TotoNews — Menjaga denyut nadi digital di wilayah timur Indonesia bukanlah perkara mudah, terutama saat tantangan muncul dari kegelapan di kedalaman ribuan meter bawah laut. Saat ini, PT Infrastruktur Telekomunikasi Indonesia (Telkominfra), yang merupakan anak usaha strategis Telkom, tengah berupaya keras memulihkan sistem komunikasi kabel laut (SKKL) SMPCS #1 pada ruas Tersili-Kauditan (BU5-BU3) yang melintasi perairan Sulawesi.

Gangguan yang terdeteksi sejak awal Februari 2026 ini bermula dari adanya anomali pada sistem penyaluran daya listrik kabel bawah laut atau Power Feeding Equipment (PFE). Gejala yang dikenal sebagai shunt fault atau kebocoran arus ini menjadi penghambat utama stabilitas jaringan, sehingga berdampak pada performa konektivitas digital di kawasan tersebut.

Baca Juga

Jayapura Menembus Batas Global: Mengulas Kemegahan Kabel Laut Pukpuk-1 dan Masa Depan Digital Pasifik

Jayapura Menembus Batas Global: Mengulas Kemegahan Kabel Laut Pukpuk-1 dan Masa Depan Digital Pasifik

Menyelami Kedalaman 2.300 Meter

Bukan tanpa kendala, tim ahli mengidentifikasi bahwa titik gangguan berada pada jarak sekitar 50 kilometer dari Branching Unit (BU5). Tantangan terbesarnya adalah letak kabel yang berada pada kedalaman ekstrem, yakni mencapai 2.000 hingga 2.300 meter di bawah permukaan laut Sulawesi. Kedalaman ini menuntut ketelitian tinggi dan peralatan yang sangat mumpuni.

Guna mengatasi hal tersebut, kapal khusus perbaikan kabel bawah laut, Cableship Navalink Polaris, telah diterjunkan ke titik lokasi. Saat ini, kapal tersebut tengah melakukan tahapan krusial berupa asesmen dan penelusuran jalur kabel atau route scouting untuk memastikan posisi tepat sebelum tindakan pengangkatan dilakukan.

Proses Teknis dan Target Pemulihan

Metode perbaikan yang dilakukan oleh tim Telkominfra melibatkan serangkaian prosedur rumit, mulai dari mengangkat kabel ke permukaan, memotong bagian yang terdampak anomali, hingga melakukan penyambungan kembali (splicing) menggunakan kabel pengganti yang baru. Langkah ini diambil demi memastikan infrastruktur tersebut kembali ke kondisi primanya.

Baca Juga

Revolusi Hijau di Udara: China Resmi Luncurkan Software Drone Bambu Pertama yang Terbuka untuk Dunia

Revolusi Hijau di Udara: China Resmi Luncurkan Software Drone Bambu Pertama yang Terbuka untuk Dunia

Direktur Operasi Telkominfra, Slamet Riyanto Pardi, menegaskan komitmen perusahaan dalam mempercepat pemulihan ini. “Fokus kami adalah memastikan setiap tahapan dilakukan secara optimal dan aman. Kami menargetkan layanan dapat kembali normal sesuai rencana,” ujarnya pada Rabu (29/4/2026). Ia juga menambahkan bahwa perbaikan ini adalah bagian dari tanggung jawab menjaga infrastruktur strategis nasional demi mendukung aktivitas digital masyarakat.

Jika seluruh proses berjalan sesuai jadwal, Telkominfra memproyeksikan sistem komunikasi kabel laut ini akan kembali beroperasi normal secara penuh (Ready for Service) pada 7 Mei 2026 mendatang. Langkah responsif ini diharapkan dapat segera mengembalikan kualitas internet yang stabil bagi para pelaku usaha dan masyarakat di wilayah terdampak.

Baca Juga

Menanti Trofi Si Kuping Besar: Saat iPhone Melompat dari Seri 7 ke 17, Barcelona Masih Terjebak Nostalgia

Menanti Trofi Si Kuping Besar: Saat iPhone Melompat dari Seri 7 ke 17, Barcelona Masih Terjebak Nostalgia
Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *