Waspada! BNPT Ungkap Strategi ‘Digital Grooming’ Kelompok Teroris yang Menyasar Anak Lewat Game Online

Andini Putri Lestari | Totonews
30 Apr 2026, 20:41 WIB
Waspada! BNPT Ungkap Strategi 'Digital Grooming' Kelompok Teroris yang Menyasar Anak Lewat Game Online

TotoNews — Di balik kemeriahan visual dan keseruan interaksi di dunia virtual, ancaman nyata kini mengintai generasi muda Indonesia. Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) baru saja merilis temuan mengejutkan terkait pergeseran taktik kelompok radikal. Bukan lagi melalui pengajian tertutup atau selebaran gelap, kini rekrutmen terorisme mulai merambah ruang privat anak-anak melalui fitur komunikasi di berbagai platform game online.

Kepala BNPT, Eddy Hartono, membeberkan bahwa fenomena ini bukanlah hal baru, melainkan hasil pemantauan intensif yang dilakukan sejak tahun 2024. Dalam keterangannya di kantor Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Jakarta, pada Kamis (30/4/2026), Eddy mengungkapkan bahwa salah satu platform yang menjadi sorotan utama adalah fitur chat di dalam Roblox.

Baca Juga

Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Pentingnya Sinergi dalam Mempercepat Pemerataan Konektivitas Digital

Menkomdigi Meutya Hafid Tegaskan Pentingnya Sinergi dalam Mempercepat Pemerataan Konektivitas Digital

Strategi ‘Digital Grooming’: Dari Hobi Menuju Doktrin

Menurut analisis BNPT, para pelaku menggunakan metode yang dikenal sebagai digital grooming. Ini adalah proses manipulasi psikologis di mana pelaku membangun ikatan emosional dengan korban yang masih di bawah umur. Di dalam ruang obrolan game online, pelaku tidak langsung menyebarkan paham radikal. Mereka justru tampil sebagai teman bermain yang suportif.

“Tahap awalnya sangat subtil. Mereka membangun empati, mendengarkan curhatan anak, dan berpura-pura memiliki hobi yang sama. Anak-anak merasa menemukan sosok yang mengerti mereka di dunia maya,” jelas Eddy. Kedekatan inilah yang menjadi pintu masuk utama sebelum akhirnya korban digiring ke ranah yang lebih berbahaya.

Baca Juga

Kebangkitan Raksasa Seoul: Valuasi Samsung Tembus USD 1 Triliun di Tengah Gelombang Revolusi AI

Kebangkitan Raksasa Seoul: Valuasi Samsung Tembus USD 1 Triliun di Tengah Gelombang Revolusi AI

Migrasi ke Aplikasi Terenkripsi

Setelah rasa percaya terbentuk, pelaku mulai mengajak anak-anak tersebut keluar dari ekosistem game dan beralih ke aplikasi pesan instan seperti WhatsApp atau Telegram. Di sinilah proses ‘normalisasi’ ideologi dimulai. Di ruang privat tersebut, anak-anak mulai dicekoki narasi-narasi radikalisme, sentimen anti-pemerintah, hingga propaganda kelompok ekstremis internasional seperti ISIS.

BNPT mencatat bahwa para pelaku umumnya merupakan simpatisan kelompok teror yang sangat mahir memanfaatkan celah teknologi untuk menyebarkan pengaruh mereka tanpa terdeteksi oleh radar pengawasan konvensional.

Langkah Pencegahan dan Peran Vital Orang Tua

Untungnya, skema jahat ini berhasil diendus lebih awal. BNPT bersama aparat penegak hukum melakukan intervensi sebelum para korban masuk ke tahap eksploitasi yang lebih jauh. “Alhamdulillah, kami berhasil melakukan langkah preventif melalui pendekatan hukum sebelum mereka benar-benar dimanfaatkan oleh kelompok tersebut,” tambah Eddy.

Baca Juga

Gaya Tidur Unik Awak Artemis II: Dari Gelantungan Bak Kelelawar hingga Meringkuk di Bawah Panel Kontrol

Gaya Tidur Unik Awak Artemis II: Dari Gelantungan Bak Kelelawar hingga Meringkuk di Bawah Panel Kontrol

Kendati demikian, BNPT menegaskan bahwa pengawasan negara memiliki keterbatasan. Benteng pertahanan utama tetap berada di tangan keluarga. Masyarakat diimbau untuk lebih peduli terhadap keamanan perlindungan anak di ruang digital. Orang tua diharapkan tidak hanya memfasilitasi gawai, tetapi juga mendampingi dan memahami dengan siapa anak-anak mereka berinteraksi di balik layar.

“Anak-anak boleh bermain game, namun pendampingan orang tua adalah harga mati. Mereka perlu dibekali pemahaman mengenai risiko berinteraksi dengan orang asing di internet agar tidak mudah terjebak dalam pusaran ideologi berbahaya,” tutupnya.

Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *