Mengubah Stigma “Ikan Pembersih”: BRIN Buka Peluang Budidaya Ikan Sapu-Sapu Layaknya Lele

Andini Putri Lestari | Totonews
01 Mei 2026, 06:41 WIB
Mengubah Stigma "Ikan Pembersih": BRIN Buka Peluang Budidaya Ikan Sapu-Sapu Layaknya Lele

TotoNews — Selama ini, ikan sapu-sapu kerap dianggap sebagai pengganggu ekosistem perairan lokal di Indonesia. Namun, sebuah terobosan pemikiran datang dari para ahli di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) yang melihat potensi besar di balik sisik keras ikan invasif ini. Alih-alih hanya berfokus pada pembasmian atau eradikasi, BRIN melirik peluang untuk menjadikannya komoditas bernilai melalui skema budidaya yang terkontrol dan higienis.

Belajar dari Transformasi Historis Ikan Lele

Dalam sebuah diskusi mendalam di Jakarta, Triyanto, Peneliti Ahli Muda dari Pusat Riset Limnologi dan Sumber Daya Air BRIN, memaparkan fakta menarik mengenai peta budi daya ikan di tanah air. Ia mengingatkan bahwa spesies populer seperti ikan nila, ikan mas, dan ikan lele sebenarnya adalah spesies asing yang didatangkan untuk memperkuat ketahanan pangan nasional.

Baca Juga

Kabar Gembira bagi Gamer! Syuting Film Live-Action The Legend of Zelda Resmi Berakhir, Catat Tanggal Rilisnya

Kabar Gembira bagi Gamer! Syuting Film Live-Action The Legend of Zelda Resmi Berakhir, Catat Tanggal Rilisnya

Triyanto mengambil analogi menarik dari era 1980-an. Kala itu, masyarakat sangat enggan mengonsumsi lele karena habitatnya yang identik dengan empang kotor. Namun, seiring dengan standarisasi budidaya di kolam yang bersih, lele kini menjadi primadona kuliner. Nasib serupa diyakini bisa menimpa ikan sapu-sapu jika dikelola dengan benar.

Syarat Mutlak: Air Bersih dan Bebas Kontaminasi

Meskipun memiliki daya tahan tubuh yang luar biasa, budidaya ikan sapu-sapu tidak bisa dilakukan secara serampangan. Tantangan utama yang dihadapi adalah citra buruk akibat habitat aslinya di perairan tercemar yang membuat dagingnya sering terkontaminasi logam berat seperti merkuri, timbal, dan kadmium.

“Bagi masyarakat yang tertarik, solusinya adalah pembersihan. Kita kembangkan dan pelihara mereka di perairan yang jernih dan sehat,” ujar Triyanto. Ia menegaskan bahwa kandungan logam berat pada ikan ini murni disebabkan oleh lingkungan hidupnya, bukan sifat genetik ikan itu sendiri.

Baca Juga

Teror Bom Molotov Sasar Kediaman Sam Altman, CEO OpenAI Sebut Pentingnya Kekuatan Narasi

Teror Bom Molotov Sasar Kediaman Sam Altman, CEO OpenAI Sebut Pentingnya Kekuatan Narasi

Mitos vs Fakta: Benarkah Berbahaya untuk Dikonsumsi?

Menanggapi kekhawatiran masyarakat mengenai penggunaan daging ikan sapu-sapu dalam produk olahan seperti siomay atau batagor, BRIN memberikan penjelasan yang mencerahkan. Berdasarkan riset kesehatan, paparan logam berat baru akan menjadi ancaman serius jika seseorang mengonsumsi sekitar 8 kilogram daging ikan sapu-sapu per minggu secara rutin selama bertahun-tahun.

“Dalam satu porsi siomay, kandungan ikan sapu-sapunya mungkin hanya 20-30 persen. Secara matematis, sangat kecil kemungkinan seseorang terpapar logam berat secara instan hanya dari kuliner harian,” tambahnya. Meski demikian, standarisasi tetap menjadi kunci utama keamanan pangan.

Diversifikasi Pemanfaatan: Lebih dari Sekadar Lauk

Selain potensi konsumsi, ikan sapu-sapu hasil budidaya juga memiliki nilai ekonomi lain. Triyanto menyebutkan bahwa ikan ini bisa diolah menjadi pakan ternak berkualitas, pupuk organik, hingga bahan baku arang. Hal ini sejalan dengan ide-ide inovatif yang mulai muncul di tingkat pemerintahan daerah untuk mengatasi ledakan populasi ikan ini secara produktif.

Baca Juga

Menyingkap Misteri di Balik Lensa: 12 Foto Viral dengan Kisah yang Mengguncang Logika

Menyingkap Misteri di Balik Lensa: 12 Foto Viral dengan Kisah yang Mengguncang Logika

Dengan pendekatan riset yang tepat, apa yang selama ini dianggap sebagai hama di sungai-sungai Jakarta dan sekitarnya, ke depan mungkin akan menjadi ladang ekonomi baru yang menjanjikan bagi para pembudidaya ikan di Indonesia.

Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *