Konflik Iran Pecah, Laba Dua Raksasa Migas AS Terjun Bebas Akibat Blokade Selat Hormuz

Siti Aminah | Totonews
03 Mei 2026, 08:42 WIB
Konflik Iran Pecah, Laba Dua Raksasa Migas AS Terjun Bebas Akibat Blokade Selat Hormuz

TotoNews — Eskalasi ketegangan geopolitik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran di Timur Tengah kini mulai memicu badai ekonomi yang nyata. Penutupan Selat Hormuz, yang selama ini menjadi urat nadi perdagangan energi dunia, telah melumpuhkan stabilitas rantai pasok dan mengguncang harga minyak mentah di pasar internasional. Dampaknya terasa sangat menyakitkan bagi dua korporasi migas raksasa asal Paman Sam, Exxon Mobil dan Chevron, yang melaporkan kejatuhan laba cukup dalam pada kuartal pertama tahun 2026.

Berdasarkan laporan kinerja yang dianalisis tim redaksi, Exxon Mobil membukukan laba sebesar US$ 85,14 miliar atau setara dengan Rp 1.475,98 triliun pada tiga bulan pertama tahun ini. Meski angka ini sekilas terlihat fantastis, namun secara persentase, laba tersebut anjlok hingga 45 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun 2025. Beruntungnya, pencapaian Exxon ini masih sedikit berada di atas ekspektasi Wall Street yang memprediksi angka US$ 82,18 miliar.

Baca Juga

Gebrakan Prabowo: Rebut Kembali Lahan Negara demi Hunian Layak Rakyat Kecil

Gebrakan Prabowo: Rebut Kembali Lahan Negara demi Hunian Layak Rakyat Kecil

Badai Logistik dan Terganggunya Produksi Global

Kondisi serupa, namun dengan sentimen yang lebih berat, dialami oleh Chevron. Perusahaan ini melaporkan laba bersih sebesar US$ 48,61 miliar atau sekitar Rp 842,7 triliun. Angka tersebut merosot tajam sebesar 36 persen dibandingkan kuartal I-2025, dan lebih rendah dari proyeksi para analis ekonomi global yang semula mematok target di angka US$ 52,1 miliar.

CEO Exxon Mobil, Darren Woods, dalam keterangannya mengungkapkan bahwa krisis di Timur Tengah telah mengganggu sekitar 15 persen dari total produksi perusahaan. Masalah utamanya terletak pada distribusi; Woods menjelaskan bahwa diperlukan waktu sekitar dua bulan untuk menormalkan kembali aliran minyak setelah Selat Hormuz dibuka, dan butuh waktu satu bulan tambahan bagi komoditas tersebut untuk sampai ke tangan konsumen.

Baca Juga

Ancaman Siber AI Mythos: Scott Bessent dan Jerome Powell Kumpulkan Raksasa Perbankan AS

Ancaman Siber AI Mythos: Scott Bessent dan Jerome Powell Kumpulkan Raksasa Perbankan AS

“Exxon telah mengambil langkah darurat dengan mengalihkan sekitar 13 juta barel minyak ke pasar-pasar yang paling membutuhkan selama periode konflik ini. Namun, langkah ini memberikan dampak negatif pada neraca keuangan perusahaan untuk kuartal pertama,” tutur Woods menjelaskan kompleksitas industri migas di tengah peperangan.

Strategi Diversifikasi Chevron di Tengah Krisis

Sementara itu, CEO Chevron Mike Wirth tampak lebih tenang dalam menghadapi situasi ini. Ia mengeklaim bahwa struktur operasional perusahaannya memiliki daya tahan yang lebih baik terhadap gejolak Timur Tengah dibandingkan perusahaan kompetitor. Hal ini dikarenakan portofolio aset Chevron lebih banyak tersebar di wilayah Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, serta Afrika.

Walaupun memiliki jejak bisnis di Arab Saudi, Kuwait, dan Israel, porsinya dianggap relatif kecil dalam skala global. “Dampak yang kami rasakan dari peristiwa di Timur Tengah terhadap stabilitas perusahaan relatif lebih kecil dibandingkan entitas migas besar lainnya,” tegas Wirth.

Baca Juga

Mengintip Gurihnya Bisnis Joki Antrean: Modal Sabar, Cuan Mengalir Hingga Rp300 Ribu per Hari

Mengintip Gurihnya Bisnis Joki Antrean: Modal Sabar, Cuan Mengalir Hingga Rp300 Ribu per Hari

Krisis ini menjadi pengingat bagi para pelaku pasar betapa rentannya ketahanan energi dunia terhadap konflik wilayah. Hingga saat ini, pelaku pasar masih terus memantau perkembangan di Selat Hormuz sembari berharap ada solusi diplomatik yang mampu meredam gejolak harga energi di masa depan.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *