Menjawab Kekhawatiran Jarak Jauh: Changan Siap Perkenalkan Teknologi REEV di Indonesia Sebagai Solusi Mobilitas Modern

Bagus Setiawan | Totonews
08 Mei 2026, 18:41 WIB
Menjawab Kekhawatiran Jarak Jauh: Changan Siap Perkenalkan Teknologi REEV di Indonesia Sebagai Solusi Mobilitas Modern

TotoNews — Dinamika industri otomotif tanah air bersiap menyambut babak baru dengan hadirnya inovasi yang menjanjikan solusi atas keraguan masyarakat terhadap kendaraan listrik. Changan, salah satu raksasa otomotif asal Negeri Tirai Bambu, bersiap memboyong teknologi Range Extended Electric Vehicle (REEV) ke pasar Indonesia. Langkah strategis ini diambil untuk mengisi celah pasar yang selama ini masih dihantui oleh kecemasan akan jarak tempuh atau yang populer disebut dengan range anxiety.

Berbeda dengan mayoritas produsen yang langsung terjun ke segmen baterai murni (BEV), Changan memilih pendekatan yang lebih pragmatis namun revolusioner untuk kondisi geografis dan infrastruktur di Indonesia. Teknologi REEV yang akan diusung merupakan kombinasi cerdas antara kenyamanan berkendara mobil listrik dengan ketenangan pikiran berkat adanya generator bensin cadangan. Kehadiran Changan dengan teknologi ini diprediksi akan mengubah peta persaingan mobil listrik di tanah air secara signifikan.

Baca Juga

Langkah Besar BYD Menuju Lintasan F1: Ambisi Raksasa EV China Taklukan Ajang Balap Kelas Dunia

Langkah Besar BYD Menuju Lintasan F1: Ambisi Raksasa EV China Taklukan Ajang Balap Kelas Dunia

Mengenal Teknologi REEV: Jembatan Menuju Masa Depan Mobilitas

Secara teknis, REEV adalah sebuah kendaraan listrik yang tetap membawa mesin pembakaran internal (ICE), namun fungsinya telah bertransformasi total. Jika pada mobil konvensional atau hybrid biasa mesin bensin berfungsi memutar roda, pada sistem REEV, mesin tersebut murni bertindak sebagai generator atau pembangkit listrik untuk mengisi ulang daya baterai saat level energi mulai menipis.

CEO Changan Indonesia, Setiawan Surya, menjelaskan secara mendalam mengenai cara kerja sistem ini. Beliau menekankan bahwa dalam penggunaan jarak pendek atau harian di dalam kota, kendaraan ini sepenuhnya beroperasi sebagai mobil listrik murni. “Kalau jarak pendek berarti kan 100 persen masih pakai baterai. Berarti mesin bensinnya tidak bergerak. Kecuali perjalanan melebihi kapasitas jangkauan baterainya, baru mesin akan menyala sebagai generator,” ungkap Setiawan dalam sebuah sesi diskusi mendalam.

Baca Juga

Canggihnya Tipu Daya AI: Niat Pinang Lexus GX 550, Pria Ini Malah Merugi Rp 1,3 Miliar Akibat Dealer Fiktif

Canggihnya Tipu Daya AI: Niat Pinang Lexus GX 550, Pria Ini Malah Merugi Rp 1,3 Miliar Akibat Dealer Fiktif

Hal ini memberikan sensasi berkendara yang sangat berbeda dibandingkan mobil teknologi hybrid konvensional. Karena roda sepenuhnya digerakkan oleh motor listrik, pengemudi akan merasakan torsi instan, kesenyapan kabin yang luar biasa, dan kehalusan akselerasi tanpa interupsi perpindahan gigi, meskipun mesin generator sedang bekerja di latar belakang.

Solusi Nyata di Tengah Keterbatasan Infrastruktur Pengisian Daya

Salah satu hambatan terbesar adopsi kendaraan listrik di Indonesia adalah jumlah Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang belum merata, terutama di jalur-jalur antar kota. Masyarakat seringkali merasa khawatir jika harus menempuh perjalanan jauh, takut terjebak dalam antrean pengisian daya atau bahkan kehabisan daya di lokasi yang terpencil. Di sinilah teknologi REEV mengambil peran sebagai penyelamat.

Baca Juga

Horor Rem Blong di Bekasi: Truk Bermuatan Besi Seruduk Antrean Kendaraan di Tambun

Horor Rem Blong di Bekasi: Truk Bermuatan Besi Seruduk Antrean Kendaraan di Tambun

Setiawan Surya menyoroti bahwa REEV dirancang sebagai bridging atau jembatan transisi. “Ada sebagian orang yang merasa nyaman menggunakan EV di dalam kota, tapi saat harus keluar kota, muncul kekhawatiran: bisa pergi, tapi pulangnya cas di mana? Apakah tempat pengisiannya penuh atau mengantre? Makanya REEV dihadirkan agar pengguna tidak perlu khawatir lagi saat menempuh perjalanan jauh,” tambahnya.

Sebagai ilustrasi, Setiawan mencontohkan perjalanan dari Jakarta menuju Semarang yang berjarak sekitar 400 kilometer. Jika sebuah kendaraan REEV memiliki daya jelajah baterai murni sejauh 170 hingga 200 kilometer, maka sisa perjalanannya akan ditopang oleh generator bensin. Pengguna tidak perlu memaksakan diri mencari tempat pengisian daya di tengah jalan jika memang situasi tidak memungkinkan, memberikan fleksibilitas tinggi yang tidak dimiliki oleh BEV murni saat ini.

Baca Juga

Sosok ‘Pria Joget MBG’ Kembali Viral, Hendrik Irawan Sampaikan Permintaan Maaf Usai Parkir Sembarangan di Bandung

Sosok ‘Pria Joget MBG’ Kembali Viral, Hendrik Irawan Sampaikan Permintaan Maaf Usai Parkir Sembarangan di Bandung

Menelisik Spesifikasi Changan Deepal S05: Performa dan Efisiensi dalam Satu Paket

Meski pihak manajemen belum secara eksplisit menyebutkan model yang akan diluncurkan, spekulasi kuat mengarah pada Changan Deepal S05 REEV. Model ini telah sukses menarik perhatian di pasar global berkat spesifikasinya yang impresif. Di balik kap mesinnya, tertanam sistem range-extender 1.5L yang mampu menghasilkan daya 72 kW (97 hp) murni untuk menyuplai energi ke baterai.

Motor listrik utamanya sendiri tidak main-main, terletak di poros belakang dengan tenaga mencapai 160 kW atau setara 215 hp dan torsi puncak 320 Nm. Kombinasi ini dipadukan dengan paket baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) berkapasitas 27,28 kWh. Dengan spesifikasi tersebut, Deepal S05 mampu berakselerasi dari 0 hingga 100 km/jam hanya dalam waktu 7,9 detik saja, sebuah angka yang cukup kompetitif untuk sebuah SUV keluarga.

Keunggulan utamanya terletak pada efisiensi dan jarak tempuh. Berdasarkan standar pengujian CLTC, mobil ini mampu melaju sejauh 200 km hanya dengan tenaga baterai. Namun, jika tangki bensin terisi penuh untuk menyuplai generator, jarak tempuh komprehensifnya bisa mencapai angka fantastis, yakni 1.234 km. Ini berarti pengguna bisa berkendara dari Jakarta hingga ujung timur Jawa tanpa perlu berhenti untuk mengisi energi sama sekali.

Transisi Cerdas: Mengapa REEV Lebih Relevan untuk Kondisi Indonesia?

Mengadopsi kendaraan ramah lingkungan bukan hanya soal gaya hidup, tetapi juga soal adaptasi dengan lingkungan sekitar. Di Indonesia, di mana budaya mudik dan perjalanan lintas provinsi sangat kental, teknologi REEV menawarkan keseimbangan sempurna. Pengguna mendapatkan efisiensi biaya operasional rendah layaknya mobil listrik untuk aktivitas harian, namun tetap memiliki ketangguhan mobil konvensional untuk perjalanan jarak jauh.

Selain itu, aspek pengisian daya pada Changan Deepal S05 juga telah dioptimalkan. Dilengkapi dengan fitur fast charging, baterai mobil ini hanya membutuhkan waktu sekitar 20 menit untuk terisi dari 30% hingga 80%. Artinya, jika pengguna menemukan SPKLU yang tersedia, mereka tetap bisa memanfaatkan mode listrik murni dengan waktu tunggu yang sangat singkat.

Keputusan Changan melalui payung Indomobil untuk membawa teknologi ini ke Indonesia menunjukkan pemahaman mendalam mereka terhadap psikologi konsumen lokal. Masyarakat Indonesia cenderung menyukai teknologi baru, namun tetap menginginkan rasa aman dan praktis. REEV menghapus stigma bahwa mobil listrik hanya cocok sebagai mobil kedua atau mobil dalam kota saja.

Masa Depan Changan dan Optimisme Pasar Otomotif Nasional

Kehadiran Changan dengan varian REEV diharapkan dapat menstimulasi pertumbuhan pasar ekosistem EV di Indonesia secara lebih sehat. Dengan adanya kompetisi teknologi, produsen lain dipaksa untuk terus berinovasi dan tidak hanya terpaku pada satu jenis penggerak saja. Ini merupakan berita baik bagi konsumen karena mereka memiliki lebih banyak pilihan yang sesuai dengan kebutuhan mobilitas mereka masing-masing.

Seiring dengan rencana peluncurannya, Changan juga berkomitmen untuk memperkuat jaringan layanan purna jual dan infrastruktur pendukung lainnya. Langkah ini penting untuk membangun kepercayaan jangka panjang bagi konsumen Indonesia yang dikenal sangat kritis terhadap merek baru. Dengan performa mesin yang andal, efisiensi bahan bakar yang luar biasa berkat bantuan generator listrik, serta desain modern khas mobil masa depan, Changan optimistis dapat merebut hati para pecinta otomotif di tanah air.

Kesimpulannya, teknologi REEV dari Changan bukan sekadar pelengkap di pasar otomotif, melainkan sebuah solusi konkret atas tantangan transisi energi di sektor transportasi. Dengan kemampuan menempuh jarak lebih dari seribu kilometer dalam sekali jalan, kekhawatiran akan kehabisan daya kini hanyalah tinggal cerita lama. Indonesia kini siap menyongsong era baru mobilitas yang cerdas, efisien, dan tanpa batas.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *