Tragedi di Tanjakan Selarong: Pikap Hantam Dua Motor di Jalur Puncak, Tiga Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

Rizky Ramadhan | Totonews
14 Mei 2026, 02:42 WIB
Tragedi di Tanjakan Selarong: Pikap Hantam Dua Motor di Jalur Puncak, Tiga Orang Dilarikan ke Rumah Sakit

TotoNews — Kawasan Puncak, Bogor, kembali menjadi sorotan setelah insiden berdarah terjadi di salah satu titik paling rawan, yakni Tanjakan Selarong. Sebuah mobil pikap yang tengah melaju dilaporkan hilang kendali dan menghantam dua sepeda motor dari arah berlawanan. Kecelakaan ini menambah daftar panjang peristiwa kecelakaan lalu lintas di jalur wisata yang dikenal memiliki kontur jalan yang ekstrem dan menantang tersebut.

Kronologi Kejadian: Detik-Detik Pikap Hilang Kendali

Peristiwa memilukan ini terjadi pada Rabu (13/5/2026), saat arus lalu lintas di jalur Puncak Bogor sedang dipadati oleh berbagai jenis kendaraan. Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi di lapangan, kecelakaan bermula ketika sebuah mobil pikap Suzuki Carry berwarna hitam dengan nomor polisi F-8862-YD bergerak dari arah Jakarta menuju arah Puncak.

Baca Juga

Skandal Korupsi Fadia Arafiq: KPK Periksa Pejabat Pemkab Pekalongan Terkait Proyek Keluarga

Skandal Korupsi Fadia Arafiq: KPK Periksa Pejabat Pemkab Pekalongan Terkait Proyek Keluarga

Saat melintasi medan berat di Tanjakan Selarong, pengemudi pikap diduga tidak mampu menjaga posisi kendaraannya di jalur yang seharusnya. Kendaraan tersebut melebar terlalu jauh ke kanan, masuk ke lajur berlawanan tepat saat dua sepeda motor sedang turun dari arah Puncak menuju arah Gadog. Karena jarak yang sudah terlalu dekat, tabrakan hebat pun tidak dapat terhindarkan.

Plt Kanit Gakkum Satlantas Polres Bogor, Ipda Ares Rachman, memberikan konfirmasi resmi terkait insiden tersebut. Menurutnya, posisi pikap yang terlalu mengambil jalur lawan menjadi penyebab utama terjadinya benturan dengan dua kendaraan roda dua yang datang dari arah atas.

Identitas Kendaraan dan Korban Luka

Dua sepeda motor yang menjadi korban dalam insiden ini adalah sebuah Yamaha Mio berwarna hitam yang dikendarai oleh pria berinisial EP (40) bersama penumpangnya, R (38). Selain itu, satu unit Vespa berwarna abu-abu dengan nomor polisi F-6911-DER yang dikendarai oleh MDDK (18) juga turut terhantam keras oleh pikap tersebut.

Baca Juga

Anugerah Komjak: Menko Polkam Djamari Chaniago Dorong Budaya Kompetisi Positif Demi Integritas Korps Adhyaksa

Anugerah Komjak: Menko Polkam Djamari Chaniago Dorong Budaya Kompetisi Positif Demi Integritas Korps Adhyaksa

Kerasnya benturan mengakibatkan para pengendara dan penumpang motor terpental ke aspal. Berdasarkan laporan medis awal, terdapat tiga orang korban yang mengalami luka-luka. Satu orang dilaporkan menderita luka berat, sementara dua orang lainnya mengalami luka ringan namun tetap membutuhkan perawatan intensif akibat trauma dan benturan benda tumpul.

“Korban kecelakaan yang merupakan pengendara motor Yamaha Mio berinisial EP dan penumpangnya R, serta pengendara Vespa berinisial MDDK, segera dievakuasi oleh petugas dan warga sekitar. Saat ini, ketiganya telah berada di RSUD Idham Chalid Ciawi untuk mendapatkan penanganan medis lebih lanjut,” jelas Ipda Ares Rachman dalam keterangannya kepada awak media.

Analisis Titik Rawan Tanjakan Selarong

Tanjakan Selarong sudah lama dikenal oleh para pengguna jalan sebagai jalur “tengkorak” di kawasan Puncak. Geometri jalan yang menanjak curam dari arah Jakarta dan menurun tajam dari arah Puncak, ditambah dengan tikungan yang cukup tajam, membuat area ini sangat berisiko bagi pengemudi yang kurang waspada atau kendaraan yang tidak dalam kondisi prima.

Baca Juga

BPA Fair 2026: Intip Koleksi Tas Hermes Sandra Dewi dan Mobil Mewah Koruptor yang Siap Dilelang

BPA Fair 2026: Intip Koleksi Tas Hermes Sandra Dewi dan Mobil Mewah Koruptor yang Siap Dilelang

Faktor manusia, seperti kelelahan atau kurangnya konsentrasi saat mengemudi, seringkali menjadi pemicu utama. Dalam kasus ini, dugaan bahwa pengemudi pikap terlalu mengambil jalur kanan menunjukkan adanya kelalaian dalam menjaga disiplin lajur, terutama di area dengan visibilitas yang terbatas akibat kontur jalan.

Pihak kepolisian pun terus mengingatkan bahwa keselamatan berkendara di jalur pegunungan memerlukan teknik khusus. Pengereman yang tepat, penggunaan gigi rendah saat menanjak atau menurun, serta kepatuhan penuh terhadap marka jalan adalah harga mati yang tidak bisa ditawar demi menghindari tragedi serupa di masa depan.

Upaya Penanganan dan Pengaturan Lalu Lintas

Pasca kejadian, pihak Satlantas Polres Bogor langsung bergerak cepat untuk melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara) dan mengevakuasi kendaraan yang terlibat agar tidak menimbulkan kemacetan panjang di jalur utama Puncak. Mengingat insiden terjadi di hari kerja yang mendekati masa libur, kehadiran petugas sangat krusial untuk memastikan arus tetap mengalir.

Baca Juga

Langkah Strategis BPJPH: Gandeng BPOM Guna Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional

Langkah Strategis BPJPH: Gandeng BPOM Guna Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional

Selain melakukan evakuasi fisik kendaraan, polisi juga mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi mata yang melihat langsung kejadian tersebut. Pengemudi pikap Suzuki Carry saat ini tengah menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk menentukan apakah ada unsur kesengajaan atau gangguan teknis pada kendaraan yang dipicu oleh kurangnya perawatan rutin.

Himbauan Bagi Wisatawan dan Pengguna Jalan

Menanggapi insiden ini, otoritas setempat kembali mengeluarkan himbauan keras bagi siapa saja yang hendak melintasi jalur Puncak. Mengingat jalur ini sering mengalami perubahan cuaca yang drastis dan memiliki kepadatan volume kendaraan yang tinggi, kesiapan mental dan fisik pengemudi adalah hal yang utama.

  • Pastikan kondisi pengereman dan mesin kendaraan dalam keadaan optimal sebelum menanjak ke arah Puncak.
  • Hindari menyalip atau mengambil jalur lawan di tikungan atau tanjakan curam seperti Selarong.
  • Selalu patuhi instruksi petugas di lapangan, terutama saat diberlakukan sistem satu arah (one way) atau contraflow.
  • Jangan memaksakan diri mengemudi jika merasa lelah; manfaatkan rest area atau tempat istirahat yang tersedia di sepanjang jalur.

Tragedi di Tanjakan Selarong ini menjadi pengingat pahit bagi kita semua bahwa jalan raya bisa menjadi tempat yang sangat berbahaya jika kita abai terhadap aturan. Harapannya, para korban yang saat ini sedang dirawat di RSUD Idham Chalid dapat segera pulih, dan kejadian ini menjadi pelajaran bagi pengemudi lain untuk selalu mengedepankan etika berkendara di jalan raya.

Pihak kepolisian juga berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan di titik-titik rawan kecelakaan di sepanjang jalur Bogor-Puncak guna menekan angka fatalitas kecelakaan di masa mendatang. Tetap waspada, tetap berhati-hati, dan utamakan keselamatan sebagai kebutuhan utama dalam setiap perjalanan Anda.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *