Pesona ‘Masbro’ di Ragunan: Kisah Warga Cianjur Hingga Nostalgia Masa Kecil di Tengah Libur Panjang

Rizky Ramadhan | Totonews
15 Mei 2026, 12:43 WIB
Pesona 'Masbro' di Ragunan: Kisah Warga Cianjur Hingga Nostalgia Masa Kecil di Tengah Libur Panjang

TotoNews — Sinar matahari Jakarta yang terik tak sedikit pun menyurutkan antusiasme ribuan keluarga untuk merapat ke rimbunnya pepohonan di Jakarta Selatan. Pada momen libur panjang akhir pekan ini, Taman Margasatwa Ragunan kembali membuktikan eksistensinya sebagai destinasi primadona bagi warga Jabodetabek maupun dari luar daerah. Di tengah ribuan satwa yang menghuni lahan luas tersebut, terselip satu sosok bintang baru yang kini tengah naik daun dan menjadi buah bibir di jagat maya: si hewan pengerat raksasa, kapibara.

Sejak pagi hari, kawasan wisata Jakarta ini sudah mulai dipadati pengunjung yang datang berbondong-bondong. Suara gelak tawa anak-anak bersahut-sahutan dengan riuhnya pedagang asongan di luar gerbang utama. Berdasarkan pantauan tim di lapangan pada Jumat siang, kepadatan mulai mencapai puncaknya sekitar pukul 11.00 WIB. Bukan hanya gajah atau jerapah yang menjadi incaran, namun area kandang kapibara tampak dikerumuni massa yang penasaran ingin melihat langsung sosok yang sering dijuluki ‘Masbro’ oleh netizen Indonesia.

Baca Juga

Duka Mendalam Menteri PPPA di Rumah Korban Tragedi Kereta Bekasi: Soroti Keamanan Gerbong Wanita

Duka Mendalam Menteri PPPA di Rumah Korban Tragedi Kereta Bekasi: Soroti Keamanan Gerbong Wanita

Fenomena Kapibara: Dari Meme Hingga Magnet Pengunjung

Tidak bisa dipungkiri bahwa kekuatan media sosial telah mengubah cara orang memilih destinasi liburan. Kapibara, yang secara alami berasal dari Amerika Selatan, mendadak menjadi ikon budaya populer. Gambarnya yang tenang dan ekspresinya yang terkesan ‘santai’ menjadikannya inspirasi untuk berbagai aksesoris, mulai dari gantungan kunci, boneka, hingga motif pakaian. Hal inilah yang mendorong gelombang pengunjung baru untuk datang ke Taman Margasatwa Ragunan.

Bagi banyak anak-anak, melihat kapibara secara langsung adalah sebuah pencapaian tersendiri. Keberadaan hewan ini di Ragunan seolah menjawab rasa penasaran mereka yang selama ini hanya bisa menyaksikan tingkah lucu satwa tersebut melalui layar ponsel di platform TikTok atau Instagram. Fenomena ini menunjukkan betapa kuatnya pengaruh tren digital terhadap sektor pariwisata edukatif di tanah air.

Baca Juga

Tragedi Maut di Tamansari: Sopir Bajaj Tewas Mengenaskan Usai Dihantam Fortuner yang Dikemudikan WN China

Tragedi Maut di Tamansari: Sopir Bajaj Tewas Mengenaskan Usai Dihantam Fortuner yang Dikemudikan WN China

Perjalanan Jauh dari Cianjur Demi Sang Buah Hati

Salah satu cerita menarik datang dari Arif (33), seorang pria asal Cianjur, Jawa Barat. Demi menyenangkan putrinya yang bernama Balqis, Arif rela menempuh perjalanan cukup jauh sejak dini hari untuk sampai di Jakarta. Baginya, lelahnya perjalanan terbayar tuntas saat melihat binar mata sang anak ketika sampai di depan kandang kapibara. Liburan keluarga kali ini memang ia rancang secara khusus atas permintaan sang buah hati.

“Iya, anak saya memang senang sekali melihat kapibara. Dia sering kasih lihat video-videonya di medsos. Katanya lucu, viral kan itu? Sampai punya boneka dan gantungan kuncinya juga di rumah. Karena dia saking penasarannya, akhirnya saya ajak ke sini. Memang niat utamanya buat lihat kapibara ini,” ungkap Arif dengan nada semangat saat berbincang di lokasi.

Baca Juga

Berantas Sarang Miras dan Kriminalitas, 14 Bangunan Liar di Gunung Sahari Dibongkar Paksa

Berantas Sarang Miras dan Kriminalitas, 14 Bangunan Liar di Gunung Sahari Dibongkar Paksa

Arif menambahkan bahwa ini adalah pengalaman pertamanya menginjakkan kaki di kebun binatang legendaris Jakarta ini. Meski baru pertama kali, ia mengaku terkesan dengan pengelolaan yang ada. Menurutnya, Ragunan menawarkan paket lengkap antara edukasi satwa dan kenyamanan bagi pengunjung yang membawa keluarga besar.

Fasilitas Inklusif yang Mendapat Apresiasi

Selain melihat satwa, kenyamanan fasilitas menjadi poin penting yang disoroti para pengunjung. Arif memuji kebersihan area Ragunan yang tetap terjaga meskipun arus pengunjung sedang sangat deras. Harga tiket masuk yang relatif sangat terjangkau bagi kantong masyarakat luas juga menjadi nilai tambah yang membuat Ragunan sulit dikalahkan oleh objek wisata modern lainnya.

Satu hal yang paling menyentuh bagi Arif adalah pelayanan staf yang responsif terhadap penyandang disabilitas atau lansia. “Bagus ya Ragunan ini. Harganya murah, tempatnya bersih, dan pelayanannya jempolan. Tadi paman saya yang ikut agak susah jalannya karena faktor usia, pihak pengelola langsung sigap menyediakan kursi roda. Bahkan tempat parkirnya juga ditata dengan baik untuk memudahkan akses kami,” imbuhnya dengan rasa puas.

Baca Juga

Tragedi Berdarah di Muara Enim: Dendam Puluhan Tahun Berujung Pembunuhan Nenek 87 Tahun oleh Anak dan Cucu

Tragedi Berdarah di Muara Enim: Dendam Puluhan Tahun Berujung Pembunuhan Nenek 87 Tahun oleh Anak dan Cucu

Nostalgia Rafi: Kembali ke Kenangan Masa Kecil

Tak hanya tentang tren terbaru, Ragunan juga menjadi ruang bagi memori lama untuk bersemi kembali. Hal ini dirasakan oleh Rafi (18), pemuda asal Karawang yang datang ke Jakarta setelah mengantar keluarganya berangkat ibadah haji. Baginya, kunjungan ke Ragunan kali ini terasa seperti melakukan perjalanan waktu ke masa kecilnya dahulu.

“Saya baru dua kali ke sini. Kunjungan pertama itu waktu saya masih kecil sekali, diajak orang tua,” kenang Rafi sambil menatap area gajah yang ikonik. Ia menceritakan betapa memori masa balitanya mendadak muncul saat melihat hewan bertubuh besar tersebut. Kenangan masa kecil memang memiliki tempat tersendiri di hati setiap orang, dan kebun binatang seringkali menjadi latar belakang dari kenangan manis tersebut.

“Rasanya kayak nostalgia. Saya ingat dulu masih sering digendong ayah pas lihat gajah. Sekarang saya ke sini lagi sudah besar, rasanya haru juga. Tempat ini nggak banyak berubah dari sisi kehangatannya, tetap jadi tempat yang nyaman buat mencari kenang-kenangan bareng orang tersayang,” ucap Rafi dengan nada sentimental.

Tips Mengunjungi Ragunan Saat Libur Panjang

Bagi Anda yang berencana mengikuti jejak Arif atau Rafi untuk menikmati suasana libur panjang di Ragunan, ada beberapa hal yang perlu dipersiapkan agar perjalanan tetap nyaman dan menyenangkan:

  • Pesan Tiket Secara Online: Pastikan Anda sudah memiliki kartu JakCard atau melakukan registrasi jika diperlukan sesuai aturan terbaru pengelola.
  • Datang Lebih Awal: Untuk menghindari antrean panjang di pintu masuk dan kemacetan di area sekitar, datanglah sebelum pukul 08.00 WIB.
  • Gunakan Pakaian Nyaman: Karena area yang sangat luas, gunakan sepatu kets dan pakaian yang menyerap keringat.
  • Siapkan Perlengkapan Kebersihan: Meskipun area bersih, membawa hand sanitizer dan tisu pribadi tetap disarankan demi kesehatan keluarga.
  • Perhatikan Papan Informasi: Jangan sampai terlewat jadwal pemberian makan satwa (feeding time) karena itu adalah salah satu atraksi paling menarik.

Harapan untuk Konservasi dan Edukasi Satwa

Di balik keriuhan pengunjung, keberadaan kebun binatang seperti Ragunan mengemban misi yang lebih besar dari sekadar tempat rekreasi. Fungsi utamanya adalah sebagai lembaga konservasi dan edukasi. Melalui interaksi antara manusia dan satwa seperti yang terjadi hari ini, diharapkan tumbuh rasa empati dan kesadaran pada generasi muda untuk lebih peduli terhadap pelestarian alam dan keberlangsungan hidup hewan-hewan langka.

Fenomena viralnya kapibara mungkin hanyalah pintu masuk bagi anak-anak untuk mengenal dunia satwa lebih luas. Namun, dampak dari kunjungan singkat ini bisa menjadi memori yang membekas seumur hidup, seperti yang dialami oleh Rafi, atau menjadi bentuk kasih sayang orang tua yang tak terlupakan, seperti yang dilakukan oleh Arif untuk Balqis. Ragunan akan terus menjadi bagian dari sejarah perjalanan keluarga-keluarga di Indonesia, melintasi zaman dan tren yang terus berganti.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *