Prabowo Subianto Tenangkan Publik di Tengah Gejolak Rupiah: Indonesia Masih Kokoh dan Berdaulat

Rizky Ramadhan | Totonews
16 Mei 2026, 14:42 WIB
Prabowo Subianto Tenangkan Publik di Tengah Gejolak Rupiah: Indonesia Masih Kokoh dan Berdaulat

TotoNews — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, memberikan pernyataan tegas yang menyejukkan di tengah hiruk-pikuk kekhawatiran publik mengenai nilai tukar rupiah yang terus merosot terhadap dolar Amerika Serikat (USD). Dalam sebuah narasi yang penuh optimisme, beliau menekankan bahwa fundamental ekonomi Indonesia tetap berada dalam kondisi yang sangat stabil, bahkan di tengah ketidakpastian global yang melanda banyak negara maju lainnya.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh Prabowo saat ia meresmikan Museum Ibu Marsinah yang berlokasi di Nganjuk, Jawa Timur, pada Sabtu (16/5/2026). Di hadapan masyarakat yang antusias, Presiden ke-8 RI ini menyoroti fenomena psikologi pasar dan narasi-narasi negatif yang sering kali sengaja ditiupkan untuk menciptakan kepanikan di tengah masyarakat terkait ekonomi Indonesia.

Baca Juga

Bareskrim Bongkar Mafia Tambang Emas Ilegal: Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Bareskrim Bongkar Mafia Tambang Emas Ilegal: Dua Direktur PT Simba Jaya Utama Resmi Ditetapkan Sebagai Tersangka

Menepis Narasi Negatif Terkait Pelemahan Rupiah

Prabowo mengawali sambutannya dengan menyentil pihak-pihak yang kerap menyebarkan pesimisme. Ia mengaku heran dengan munculnya prediksi-prediksi yang menyebut bahwa Indonesia akan segera menghadapi kehancuran hanya karena pergerakan angka di layar bursa saham atau nilai tukar mata uang asing. Menurutnya, indikator kesejahteraan masyarakat tidak melulu bisa diukur dari naik-turunnya dolar secara instan.

“Saya sering mendengar ada yang bilang Indonesia akan collapse, akan chaos, rupiah begini, dolar begitu. Saya jujur terkadang tidak mengerti jalan pikiran mereka. Faktanya, rakyat kita di desa-desa tidak menggunakan dolar untuk transaksi sehari-hari, bukan?” ujar Prabowo yang disambut tawa dan tepuk tangan hadirin. Ia menegaskan bahwa kedaulatan ekonomi sejati terletak pada daya beli masyarakat akar rumput dan ketersediaan kebutuhan pokok di pasar domestik, bukan sekadar statistik rupiah melemah yang sering didramatisir.

Baca Juga

Langkah Strategis Kemensos dan BNN Banda Aceh: Memastikan Bantuan Eks Napza Tepat Sasaran dan Akuntabel

Langkah Strategis Kemensos dan BNN Banda Aceh: Memastikan Bantuan Eks Napza Tepat Sasaran dan Akuntabel

Ketahanan Pangan dan Energi: Fondasi Utama Kekuatan Nasional

Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pemerintahannya saat ini sedang fokus pada dua pilar utama: kedaulatan pangan dan kemandirian energi. Baginya, sebuah negara tidak akan pernah benar-benar goyah selama perut rakyatnya kenyang dan mesin produksinya terus berputar. Di tengah kondisi global di mana banyak negara mulai merasa waswas akan krisis energi, Indonesia justru menunjukkan ketangguhan yang signifikan.

“Pangan kita aman, energi kita aman. Saat banyak negara lain mulai panik karena ketergantungan impor yang tinggi, Indonesia masih tetap oke. Kita harus bersyukur atas kekayaan alam yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa kepada bumi pertiwi ini,” imbuhnya. Fokus pada swasembada pangan menjadi prioritas yang tidak bisa ditawar lagi agar Indonesia memiliki tameng yang kuat saat badai ekonomi global menghantam.

Baca Juga

Jeda Senjata di Garis Depan: Putin Umumkan Gencatan Senjata Satu Hari Demi Paskah Ortodoks

Jeda Senjata di Garis Depan: Putin Umumkan Gencatan Senjata Satu Hari Demi Paskah Ortodoks

Indonesia Sebagai Penyelamat Dunia: Ekspor Pupuk ke Berbagai Benua

Salah satu bukti nyata yang dipaparkan Prabowo mengenai kekuatan ekonomi nasional adalah kemampuan Indonesia untuk membantu negara lain di saat sulit. Mantan Menteri Pertahanan ini membeberkan laporan terbaru dari Menteri Pertanian yang menunjukkan betapa dunia kini bergantung pada produksi agroindustri Indonesia, khususnya pupuk.

Dalam laporannya, terungkap bahwa negara-negara besar mulai mengantre untuk mendapatkan pasokan urea dari Indonesia. Beberapa poin penting yang disampaikan Presiden antara lain:

  • Australia: Meminta bantuan pasokan urea sebanyak 500 ribu ton untuk mendukung sektor pertanian mereka.
  • Filipina dan India: Menjadi pelanggan tetap yang mengandalkan stabilitas produksi pupuk tanah air.
  • Bangladesh dan Brasil: Dua negara dengan skala pertanian masif ini juga melirik Indonesia sebagai mitra strategis pemenuhan nutrisi tanaman.

“Bayangkan jika kita tidak segera mengejar swasembada. Bayangkan jika kita tidak serius membenahi masalah pertanian sejak dini. Mungkin hari ini kita yang mengemis kepada mereka. Tapi kenyataannya justru terbalik, dunia yang meminta tolong kepada kita,” tegas Prabowo dengan nada bangga.

Baca Juga

Evaluasi Libur Panjang 2026: Kakorlantas Puji Kedewasaan Pengendara, Arus Lalu Lintas Terpantau Kondusif

Evaluasi Libur Panjang 2026: Kakorlantas Puji Kedewasaan Pengendara, Arus Lalu Lintas Terpantau Kondusif

Diplomasi ‘Tetangga Baik’ Sebagai Kunci Stabilitas

Selain memperkuat internal, Prabowo juga menyoroti pentingnya stabilitas geopolitik melalui strategi Good Neighbor Policy atau kebijakan bertetangga baik. Hubungan diplomatik yang harmonis dengan negara-negara tetangga dan kekuatan ekonomi dunia menjadi katalisator bagi pertumbuhan stabilitas ekonomi dalam negeri. Dengan kondisi kawasan yang damai, pemerintah dapat lebih leluasa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan infrastruktur dan kesejahteraan rakyat.

Prabowo menceritakan bagaimana ia dan Presiden ke-7 RI, Joko Widodo, telah bekerja keras menyelesaikan berbagai sengketa dan perjanjian yang terbengkalai selama belasan tahun. Hubungan dengan Singapura, Vietnam, Malaysia, hingga Tiongkok kini berada dalam fase yang sangat produktif. “Kita perbaiki hubungan dengan Tiongkok, kita selesaikan masalah dengan Singapura. Jika hubungan luar negeri kita baik, maka perdagangan akan lancar, investasi masuk, dan ekonomi kita akan semakin mandiri,” tuturnya.

Pesan Menohok Untuk Kepemimpinan yang Setia pada Rakyat

Dalam menutup sambutannya di Museum Ibu Marsinah—sosok pahlawan buruh yang menjadi simbol perjuangan rakyat kecil—Prabowo menitipkan pesan tajam bagi seluruh pejabat dan pemimpin negara. Ia menekankan bahwa jabatan adalah amanah yang harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan bangsa, bukan untuk memperkaya diri sendiri atau golongan.

Ia mengkritik keras oknum pemimpin yang pandai beretorika soal NKRI namun tindakannya justru merugikan negara. Menurut Prabowo, kesetiaan rakyat terhadap Indonesia sudah tidak perlu diragukan lagi, namun kesetiaan para pemimpinlah yang sering kali menjadi ujian sesungguhnya bagi kedaulatan bangsa.

“Rakyat pasti setia, mereka tidak punya pilihan lain selain mencintai tanah airnya. Tapi bagi pemimpin, begitu mereka punya kekuasaan, ada godaan besar. Jangan sampai mereka hanya teriak NKRI tapi kebijakannya tidak berpihak pada bangsa sendiri. Seorang pemimpin harus berani mengambil tanggung jawab penuh jika rakyatnya kelaparan,” pungkas Prabowo dengan nada yang mendalam.

Melalui peresmian museum ini dan pidato yang disampaikan, Prabowo ingin mengirimkan pesan kuat kepada pasar dan dunia internasional bahwa di bawah kepemimpinannya, Indonesia tidak akan goyah oleh sentimen sesaat. Dengan politik luar negeri yang cerdas dan penguatan sektor domestik, Indonesia diproyeksikan akan terus tumbuh menjadi kekuatan ekonomi baru yang disegani di kancah global.

Langkah-langkah strategis yang diambil pemerintah, mulai dari hilirisasi industri hingga penguatan sektor agraris, diharapkan dapat meredam dampak negatif dari fluktuasi mata uang. Bagi TotoNews, pidato Presiden ini bukan sekadar pembelaan diri, melainkan sebuah peta jalan menuju Indonesia Emas yang mandiri dan berdaulat secara ekonomi.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *