Sentilan Keras Prabowo ke Bea Cukai: ‘Sudah Mulai Takut Ya?’

Siti Aminah | Totonews
19 Mei 2026, 20:42 WIB
Sentilan Keras Prabowo ke Bea Cukai: 'Sudah Mulai Takut Ya?'

TotoNews — Sebuah momentum menarik terjadi di koridor kekuasaan negara saat Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, melaporkan perkembangan terbaru mengenai kinerja Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) kepada Presiden Prabowo Subianto. Dalam sebuah diskusi yang diwarnai gelak tawa namun sarat makna, terungkap sebuah fenomena unik di balik meroketnya performa instansi yang sering menjadi sorotan publik tersebut. Ada indikasi kuat bahwa kedisiplinan yang mulai terbentuk saat ini tidak lepas dari ketegasan kepemimpinan nasional yang baru.

Reaksi Spontan Presiden Prabowo: Antara Humor dan Ketegasan

Saat laporan mengenai perbaikan kinerja kepabeanan dipaparkan, Presiden Prabowo Subianto memberikan respons yang tak terduga. Alih-alih memberikan pujian formal yang kaku, beliau justru tertawa renyah sembari melontarkan kalimat yang cukup menohok. Berdasarkan penuturan Menteri Keuangan Purbaya, Presiden melihat perubahan positif ini sebagai sinyal bahwa para oknum di internal bea cukai mulai menyadari bahwa ruang untuk bermain-main kini telah tertutup rapat.

Baca Juga

Geliat Investasi 2026: Mengapa Para Pemodal Semakin Yakin Menanamkan Modal di Indonesia?

Geliat Investasi 2026: Mengapa Para Pemodal Semakin Yakin Menanamkan Modal di Indonesia?

“Begitu saya sampaikan bahwa kondisi di lapangan sudah membaik, Presiden tertawa lepas. Beliau bilang, ‘Hahahaha, mereka sudah mulai pada takut ya?’ Saya pun menjawab, sepertinya memang begitu, Pak,” ungkap Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTA yang berlangsung di Jakarta, Selasa (19/5/2026). Pernyataan ini memberikan gambaran bahwa atmosfer kerja di bawah pemerintahan saat ini memang menuntut integritas tanpa kompromi.

Meski faktor ‘ketakutan’ menjadi pemicu awal, Purbaya menegaskan bahwa pemerintah tidak terlalu memusingkan apa yang menjadi motif di balik perubahan perilaku para pegawai tersebut. Bagi Kementerian Keuangan, yang terpenting adalah hasil nyata di lapangan yang memberikan dampak positif bagi kas negara. Perubahan mentalitas dari yang sebelumnya longgar menjadi sangat serius dalam menjalankan tugas adalah kemenangan bagi ekonomi Indonesia.

Baca Juga

Diplomasi Kilat Trump di Selat Hormuz: Antara Harapan Perdamaian dan Realita Harga Minyak yang Masih Tercekik

Diplomasi Kilat Trump di Selat Hormuz: Antara Harapan Perdamaian dan Realita Harga Minyak yang Masih Tercekik

Transformasi Angka: Dari Kontraksi Menuju Ekspansi Positif

Data tidak pernah berbohong. Setelah sempat terseok-seok dengan rapor merah selama beberapa bulan terakhir, kinerja penerimaan kepabeanan dan cukai akhirnya menunjukkan tren pembalikan arah yang sangat signifikan. Berdasarkan rilis data resmi Kementerian Keuangan per April 2026, total setoran yang berhasil dikumpulkan mencapai angka fantastis, yakni Rp 100,6 triliun.

Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 0,6% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Meski terlihat kecil secara persentase, pencapaian ini merupakan lompatan besar jika melihat rekam jejak tiga bulan sebelumnya. Pada awal tahun 2026, sektor ini mengalami kontraksi yang cukup mengkhawatirkan, dengan angka penurunan masing-masing sebesar 14%, 14,7%, dan 12,6% secara berturut-turut. Pembalikan dari angka negatif dua digit ke angka positif adalah bukti bahwa strategi pengawasan mulai membuahkan hasil.

Baca Juga

IHSG Masih Tertahan di Level 6.900, Rupiah Terdepresiasi ke Titik Terendah Sepanjang Masa

IHSG Masih Tertahan di Level 6.900, Rupiah Terdepresiasi ke Titik Terendah Sepanjang Masa

Perang Melawan Rokok Ilegal dan Penyelundupan Narkotika

Salah satu pilar utama yang mendongkrak performa DJBC adalah agresivitas dalam melakukan penindakan di lapangan. Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti keberhasilan tim dalam memberantas peredaran barang ilegal yang merugikan negara dan merusak tatanan sosial. Rokok ilegal menjadi target utama dalam operasi besar-besaran sepanjang kuartal pertama tahun ini.

Hingga April 2026, jumlah rokok ilegal yang berhasil disita mencapai angka 684 juta batang. Angka ini melonjak tajam hingga 125,8% secara year-on-year (yoy). Keberhasilan ini tidak hanya mengamankan potensi penerimaan cukai, tetapi juga melindungi industri rokok legal yang taat aturan. Selain rokok, sektor narkotika juga menjadi medan pertempuran yang dimenangkan oleh petugas di perbatasan.

Baca Juga

Mengintip Gurihnya Bisnis Joki Antrean: Modal Sabar, Cuan Mengalir Hingga Rp300 Ribu per Hari

Mengintip Gurihnya Bisnis Joki Antrean: Modal Sabar, Cuan Mengalir Hingga Rp300 Ribu per Hari

Tercatat sebanyak 522 kali penindakan kasus narkotika telah dilakukan hingga bulan April, naik sebesar 10,8% dibandingkan tahun lalu. Keberhasilan ini menunjukkan bahwa petugas di lapangan sudah mulai bekerja dengan tingkat kewaspadaan yang jauh lebih tinggi. Purbaya menilai, keseriusan ini harus terus dipertahankan agar kepercayaan publik terhadap instansi penjaga gerbang ekonomi ini tetap terjaga.

Ancaman ‘Rumahkan’: Ultimatum Tanpa Ampun dari Purbaya

Menteri Keuangan tidak main-main dalam memberikan arahan kepada bawahannya. Di tengah suasana positif ini, ia tetap menyisipkan peringatan keras bagi siapa saja yang berniat kembali ke pola lama. Purbaya menegaskan bahwa standar kinerja yang ada saat ini adalah batas minimal, dan siapa pun yang gagal memenuhinya akan menghadapi konsekuensi berat.

“Teman-teman di Bea Cukai harus terus bekerja dengan ritme seperti ini. Jangan pernah berpikir untuk kendur. Kalau kinerjanya turun lagi, pilihannya hanya dua: kita pindah tugaskan ke pelosok atau sekalian kita rumahkan,” tegas Purbaya dengan nada serius. Ancaman pemecatan atau pemberhentian sementara ini menjadi bukti bahwa reformasi birokrasi di tubuh Kementerian Keuangan sedang berjalan dengan sangat ketat.

Masa Depan Bea Cukai: Integrasi Teknologi dan AI

Menatap masa depan, Purbaya mengungkapkan bahwa ketergantungan pada faktor manusia akan mulai dikurangi secara bertahap untuk meminimalkan potensi pungutan liar atau kolusi. Langkah strategis yang akan diambil pemerintah adalah penerapan teknologi tingkat tinggi di setiap lini pengawasan kepabeanan. Penggunaan kecerdasan buatan (AI) dan sistem pelacakan otomatis diprediksi akan menjadi standar baru di masa mendatang.

“Teknologi akan kita terapkan secara menyeluruh. Dengan sistem yang lebih transparan dan otomatis, potensi kesalahan manusia atau godaan untuk berbuat menyimpang bisa ditekan hingga ke titik nol. Ini adalah arah baru Bea Cukai yang lebih modern dan akuntabel,” tambah Purbaya. Integrasi teknologi ini diharapkan mampu mempercepat proses logistik tanpa mengurangi ketajaman pengawasan.

Harapan Publik Terhadap Stabilitas APBN

Kenaikan penerimaan dari sektor bea dan cukai merupakan angin segar bagi stabilitas APBN KiTA. Di tengah ketidakpastian ekonomi global, kemampuan negara dalam mengoptimalkan pendapatan internal menjadi sangat krusial. Keberhasilan DJBC dalam membalikkan keadaan diharapkan menjadi katalisator bagi direktorat lainnya untuk terus berinovasi dan meningkatkan efisiensi.

Para analis ekonomi menilai bahwa ‘gaya kepemimpinan tangan besi’ yang dibalut dengan transparansi data seperti yang ditunjukkan Purbaya dan Prabowo adalah kombinasi yang tepat untuk membenahi institusi yang memiliki sejarah panjang dengan masalah integritas. Publik kini menunggu, apakah tren positif ini akan berlanjut secara konsisten atau hanya sekadar letupan sesaat akibat rasa takut yang disebut-sebut oleh sang Presiden.

Dengan target yang lebih tinggi di sisa tahun 2026, tantangan sesungguhnya bagi Bea Cukai adalah membuktikan bahwa mereka bisa bekerja baik bukan karena takut, melainkan karena kesadaran penuh akan tanggung jawab sebagai abdi negara. TotoNews akan terus mengawal perkembangan reformasi di sektor keuangan ini demi transparansi bagi seluruh rakyat Indonesia.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *