Update Terbaru: Daftar Mobil yang Masih Aman Mengonsumsi Pertalite Sesuai Rekomendasi Pabrikan

Bagus Setiawan | Totonews
24 Mei 2026, 18:41 WIB
Update Terbaru: Daftar Mobil yang Masih Aman Mengonsumsi Pertalite Sesuai Rekomendasi Pabrikan

TotoNews — Di tengah hiruk-pikuk isu pembatasan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi yang kian santer terdengar, para pemilik kendaraan roda empat kini mulai bertanya-tanya: apakah mobil kesayangan mereka masih ‘layak’ dan aman untuk menenggak Pertalite? Pertanyaan ini bukan sekadar urusan dompet, melainkan menyangkut keberlangsungan performa mesin dalam jangka panjang. Mengingat setiap dapur pacu dirancang dengan spesifikasi teknis yang presisi, pemilihan jenis oktan yang tepat menjadi kunci utama agar kendaraan tetap prima saat melaju di jalanan.

Menelisik Karakteristik Pertalite dan Kecocokannya pada Mesin

Pertalite, yang dikenal sebagai BBM dengan angka oktan (RON) 90, merupakan salah satu jenis bahan bakar yang paling banyak dikonsumsi oleh masyarakat Indonesia. Namun, perlu dipahami bahwa tidak semua mesin diciptakan untuk menerima asupan RON 90. Berdasarkan data teknis dari Pertamina, bahan bakar berwarna hijau cerah ini sejatinya dirancang khusus untuk kendaraan yang memiliki rasio kompresi mesin di rentang 9:1 hingga 10:1.

Baca Juga

Revolusi Transportasi Jawa Barat: Dedi Mulyadi Wacanakan Hapus Pajak Kendaraan Demi Sistem Jalan Berbayar yang Lebih Adil

Revolusi Transportasi Jawa Barat: Dedi Mulyadi Wacanakan Hapus Pajak Kendaraan Demi Sistem Jalan Berbayar yang Lebih Adil

Rasio kompresi adalah perbandingan volume ruang bakar dari posisi piston terendah hingga posisi piston tertinggi. Semakin tinggi rasio kompresi sebuah mesin, maka semakin tinggi pula oktan yang dibutuhkan untuk mencegah gejala knocking atau mesin mengelitik. Dengan kadar sulfur yang diklaim kurang dari 500 ppm, Pertalite memang masih menjadi primadona, namun penggunaannya harus tetap merujuk pada buku panduan manual masing-masing kendaraan agar tidak merusak sistem pembakaran.

Toyota Avanza: Sang ‘Mobil Sejuta Umat’ yang Masih Toleran

Bagi para pemilik Toyota Avanza, ada kabar yang cukup melegakan. Sebagai kendaraan yang menyandang gelar mobil keluarga paling populer di tanah air, Avanza dirancang dengan fleksibilitas yang cukup tinggi terhadap jenis bahan bakar. Dalam dokumen panduan teknis resminya, Toyota menyebutkan bahwa baik versi mesin 1.3 L maupun 1.5 L masih diperbolehkan menggunakan bahan bakar dengan angka oktan 90 atau lebih tinggi.

Baca Juga

Harta Karun dari Sentul: Motor Balap Aprilia Pertama Valentino Rossi Dilelang, Tembus Harga Miliaran Rupiah

Harta Karun dari Sentul: Motor Balap Aprilia Pertama Valentino Rossi Dilelang, Tembus Harga Miliaran Rupiah

“Untuk mencapai performa mesin yang optimal, pilihlah bahan bakar tanpa timbal dengan angka oktan 90 atau lebih tinggi,” demikian bunyi instruksi dalam buku manual tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa secara spesifikasi, mesin seri-NR yang digendong Avanza masih mampu beradaptasi dengan Pertalite tanpa harus mengorbankan durabilitas komponen internal mesin secara drastis dalam pemakaian wajar. Namun, tetap disarankan untuk melakukan servis rutin agar sisa pembakaran tidak menumpuk.

Mitsubishi Xpander dan Xpander Cross: Tetap Tangguh dengan RON 90

Tak mau kalah dengan kompetitor terdekatnya, Mitsubishi Xpander serta varian petualangnya, Xpander Cross, juga memiliki spesifikasi yang serupa dalam hal kebutuhan oktan. Pabrikan berlambang tiga berlian ini merekomendasikan penggunaan bensin bebas timbal dengan angka oktan minimal RON 90. Ini berarti, secara teknis, Xpander masih masuk dalam kategori mobil yang ‘aman’ jika harus mengisi Pertalite di SPBU.

Baca Juga

Dominasi Daihatsu Gran Max: Bedah Spesifikasi dan Update Harga Terbaru Si ‘Mobil Sejuta Umat’

Dominasi Daihatsu Gran Max: Bedah Spesifikasi dan Update Harga Terbaru Si ‘Mobil Sejuta Umat’

Mesin MIVEC (Mitsubishi Innovative Valve timing Electronic Control) yang tertanam pada Xpander memang didesain untuk efisiensi tinggi namun tetap ramah terhadap variasi kualitas BBM di berbagai daerah di Indonesia. Meski demikian, para ahli otomotif seringkali menyarankan bahwa penggunaan BBM dengan oktan yang sedikit lebih tinggi, seperti RON 92, dapat memberikan respon mesin yang lebih cekatan dan efisiensi bahan bakar yang lebih baik untuk perjalanan jarak jauh.

Paradoks LCGC: Mengapa Mobil Murah Justru Butuh Oktan Tinggi?

Fenomena yang cukup menarik dan sering kali menimbulkan kesalahpahaman di masyarakat adalah mengenai kategori mobil Low Cost Green Car (LCGC) seperti Toyota Agya, Toyota Calya, Daihatsu Ayla, dan Daihatsu Sigra. Meski harganya dibanderol lebih terjangkau dibandingkan Avanza atau Xpander, secara spesifikasi mesin, mobil-mobil ini justru diwajibkan menggunakan BBM minimal RON 92 atau sekelas Pertamax.

Baca Juga

Leapmotor Siap Guncang GIIAS 2026: Strategi Indomobil dan Kehadiran SUV Listrik Global B10

Leapmotor Siap Guncang GIIAS 2026: Strategi Indomobil dan Kehadiran SUV Listrik Global B10

Mengapa demikian? Hal ini berkaitan dengan regulasi pemerintah yang tertuang dalam Peraturan Menteri Perindustrian (Permenperin) Nomor 36 Tahun 2021. Mesin mobil LCGC umumnya memiliki rasio kompresi yang cukup tinggi, yakni di kisaran 10:1 hingga 11:1. Dengan rasio sebesar itu, penggunaan Pertalite (RON 90) berpotensi besar menyebabkan pembakaran yang tidak sempurna. Jika Anda menilik tutup tangki bagian dalam atau pojok kaca belakang mobil LCGC, biasanya terdapat stiker peringatan yang menyatakan kewajiban menggunakan oktan 92.

Risiko Tersembunyi di Balik Penggunaan BBM yang Tidak Sesuai

Memaksakan penggunaan Pertalite pada mobil yang seharusnya membutuhkan oktan lebih tinggi bukan tanpa risiko. Dampak yang paling terasa adalah penurunan tenaga mesin secara signifikan. Selain itu, gejala knocking atau suara mesin yang kasar akan sering terdengar, yang merupakan tanda bahwa ledakan di ruang bakar terjadi sebelum waktunya. Dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada piston, ring piston, dan memperpendek usia pakai mesin mobil Anda.

Selain masalah teknis, penggunaan BBM yang tidak sesuai rekomendasi juga bisa berdampak pada hangusnya garansi mesin dari pabrikan. Pihak diler dapat mendeteksi kualitas bahan bakar yang digunakan melalui residu di ruang bakar saat melakukan pemeriksaan rutin. Oleh karena itu, sangat penting bagi pemilik kendaraan untuk kembali membuka buku manual dan memahami apa yang benar-benar dibutuhkan oleh kendaraan mereka.

Langkah Bijak Menghadapi Wacana Pembatasan BBM

Sebagai konsumen yang cerdas, kita tidak hanya harus memikirkan penghematan jangka pendek, tetapi juga kesehatan kendaraan untuk investasi jangka panjang. TotoNews menyarankan agar pemilik mobil selalu memantau informasi terbaru terkait regulasi pemerintah mengenai klasifikasi kendaraan yang diperbolehkan menggunakan Pertalite. Biasanya, pembatasan ini juga akan merujuk pada kapasitas mesin atau cubical centimeter (cc) kendaraan.

Jika mobil Anda masuk dalam daftar yang diperbolehkan menggunakan Pertalite namun memiliki rasio kompresi yang mepet di angka 10:1, tak ada salahnya sesekali memberikan asupan oktan yang lebih tinggi atau melakukan pencampuran (mixing) secara proporsional. Namun, pilihan terbaik tetaplah mengikuti instruksi resmi dari pabrikan masing-masing untuk menjaga nilai jual kembali kendaraan dan memastikan kenyamanan berkendara tetap terjaga.

Kesimpulan: Kenali Kendaraan Anda Lebih Dalam

Memilih bahan bakar bukan sekadar mencari harga termurah di papan SPBU. Ini adalah bentuk perawatan dasar yang menentukan sejauh mana mobil Anda dapat diandalkan. Baik itu Toyota Avanza yang fleksibel maupun mobil LCGC yang memiliki aturan ketat, semua kembali pada pemahaman kita sebagai pemilik. Pastikan Anda selalu mengecek manual pengguna dan melakukan konsultasi dengan mekanik kepercayaan untuk mendapatkan saran terbaik mengenai perawatan sistem pembakaran mobil Anda.

Dengan pemahaman yang tepat mengenai kaitan antara spesifikasi mesin dan angka oktan, kita tidak perlu lagi merasa was-was di tengah isu pembatasan BBM. Tetaplah menjadi pengemudi yang bijak dan rawatlah mesin kendaraan Anda layaknya bagian dari keluarga sendiri agar setiap perjalanan terasa lebih aman dan menyenangkan.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *