Danantara Bidik Evaluasi Menyeluruh PLN: Mengurai Benang Kusut Padamnya Listrik Massal di Sumatera

Siti Aminah | Totonews
26 Mei 2026, 00:42 WIB
Danantara Bidik Evaluasi Menyeluruh PLN: Mengurai Benang Kusut Padamnya Listrik Massal di Sumatera

TotoNews — Gelap yang menyelimuti sebagian besar daratan Sumatera selama beberapa waktu terakhir bukan sekadar masalah teknis biasa bagi pemerintah. Badan Daya Anagata Nusantara, atau yang lebih dikenal sebagai Danantara, kini mengambil langkah tegas untuk melakukan bedah kasus secara mendalam terhadap kinerja PT PLN (Persero). Langkah ini diambil sebagai respons langsung atas insiden pemadaman listrik massal (blackout) yang melumpuhkan aktivitas ekonomi dan sosial di berbagai provinsi di Pulau Andalas tersebut.

Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan tinggal diam melihat stabilitas energi nasional terganggu. Dalam pertemuan strategis di Wisma Danantara, Dony mengungkapkan bahwa evaluasi yang akan dilakukan bersifat menyeluruh, mulai dari aspek teknis di lapangan hingga prosedur operasional standar dalam penanganan krisis. Ia menekankan bahwa prioritas utama saat ini adalah memastikan sistem kelistrikan nasional memiliki ketahanan yang lebih baik di masa depan.

Baca Juga

Evaluasi Mendalam Mudik Lebaran 2026: Kepadatan Pelabuhan dan Jadwal Perbaikan Jalan Jadi Sorotan Utama DPR

Evaluasi Mendalam Mudik Lebaran 2026: Kepadatan Pelabuhan dan Jadwal Perbaikan Jalan Jadi Sorotan Utama DPR

Komitmen Danantara dalam Menjaga Ketahanan Energi

“Kami di Danantara akan melakukan review keseluruhan dari prosesnya. Kita tidak hanya bicara soal apa yang rusak hari ini, tapi kita akan membedah penyebab fundamentalnya agar kejadian serupa tidak terus berulang,” ujar Dony dengan nada serius kepada awak media. Menurutnya, publik berhak mendapatkan jaminan bahwa pasokan energi ke rumah tangga maupun industri tetap stabil tanpa dihantui rasa was-was akan pemadaman mendadak.

Evaluasi ini dipandang penting mengingat posisi strategis Sumatera dalam peta ekonomi Indonesia. Gangguan yang terjadi sejak Jumat malam pekan lalu tersebut memberikan dampak domino yang signifikan. Krisis listrik ini menjalar mulai dari Jambi, merambat ke Sumatera Barat, Riau, hingga mencapai titik utara di Sumatera Utara dan Aceh. Ribuan pelaku usaha kecil dan menengah (UMKM) dilaporkan mengalami kerugian akibat terhentinya produksi selama berjam-jam.

Baca Juga

Diplomasi Energi: Indonesia Resmi Amankan Pasokan Minyak Mentah Rusia, Bahlil Jamin Stok Nasional Aman

Diplomasi Energi: Indonesia Resmi Amankan Pasokan Minyak Mentah Rusia, Bahlil Jamin Stok Nasional Aman

Mengurai Akar Masalah: Faktor Cuaca dan Gangguan Transmisi

Berdasarkan laporan awal yang diterima dari pihak PLN, gangguan ini dipicu oleh faktor alam yang sulit diprediksi secara akurat. Direktur Utama PLN, Darmawan Prasodjo, mengonfirmasi bahwa titik awal permasalahan berada pada ruas transmisi 275 kV yang menghubungkan Muara Bungo dan Sungai Rumbai di Provinsi Jambi. Gangguan cuaca ekstrem di wilayah tersebut disinyalir menjadi pemicu utama yang menyebabkan sistem transmisi vital tersebut terlepas dari jaringan utama.

Namun, bagi Danantara, penjelasan mengenai faktor cuaca saja tidaklah cukup. Evaluasi ke depan akan fokus pada bagaimana infrastruktur PLN dirancang untuk menghadapi anomali cuaca. Apakah sistem proteksi yang ada sudah cukup mumpuni, ataukah ada kelemahan dalam pemeliharaan rutin yang membuat infrastruktur tersebut menjadi rentan? Pertanyaan-pertanyaan inilah yang akan menjadi fokus tim penilai dalam beberapa pekan ke depan.

Baca Juga

Terinspirasi Iran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Bidik Pajak Pelayaran di Selat Malaka

Terinspirasi Iran, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa Bidik Pajak Pelayaran di Selat Malaka

Efek Domino: Antara Oversupply dan Defisit Daya

Fenomena menarik sekaligus mengkhawatirkan yang terjadi saat pemadaman tersebut adalah munculnya ketidakseimbangan beban yang drastis. Ketika transmisi 275 kV di Jambi mengalami kegagalan, sistem kelistrikan Sumatera seolah terbelah. Di satu sisi, terjadi lonjakan pasokan listrik yang tiba-tiba atau oversupply karena beban hilang dalam sekejap. Hal ini menyebabkan frekuensi dan tegangan melonjak tinggi, memaksa pembangkit-pembangkit besar untuk melakukan automatic shutdown demi menghindari kerusakan permanen.

Di sisi lain, wilayah yang terputus dari sumber pembangkit utama justru mengalami defisit daya yang parah. Penurunan frekuensi yang tajam memberikan beban berlebih pada pembangkit-pembangkit kecil yang masih bertahan, hingga akhirnya mereka pun menyerah dan ikut lepas dari sistem. “Kondisi ini benar-benar berlaku domino. Inilah yang menjelaskan mengapa gangguan di satu titik di Jambi bisa mengakibatkan kegelapan total hingga ke Aceh,” jelas Darmawan Prasodjo dalam keterangannya yang kini tengah dalam evaluasi energi oleh tim Danantara.

Baca Juga

Strategi Danantara di Tengah Ketegangan Global: Mengintip 4 Sektor Prioritas yang Menjadi Incaran

Strategi Danantara di Tengah Ketegangan Global: Mengintip 4 Sektor Prioritas yang Menjadi Incaran

Mitigasi dan Langkah Strategis Menuju Sistem yang Resilien

Dony Oskaria menambahkan bahwa fokus utama pasca-evaluasi adalah perumusan mitigasi yang konkret. Danantara ingin memastikan bahwa PLN memiliki rencana darurat yang lebih responsif. Digitalisasi sistem pemantauan dan penguatan struktur transmisi menjadi beberapa opsi yang akan dibahas lebih lanjut. Penguatan ini penting agar ke depannya, jika terjadi gangguan di satu titik, sistem dapat melakukan isolasi mandiri sehingga dampaknya tidak meluas ke wilayah lain secara masif.

Selain aspek teknis, Danantara juga akan meninjau aspek koordinasi antarwilayah dalam manajemen beban. Efektivitas komunikasi antarkantor wilayah PLN di Sumatera menjadi kunci agar penanganan gangguan bisa dilakukan dalam hitungan menit, bukan jam. “Yang paling penting kan mitigasi ke depan supaya ini tidak terjadi lagi. Kita harus belajar dari setiap kegagalan sistem untuk membangun fondasi yang lebih kuat,” tegas Dony.

Harapan Masyarakat terhadap Kestabilan Listrik

Masyarakat di seluruh pelosok Sumatera kini menaruh harapan besar pada langkah tegas Danantara ini. Listrik bukan lagi sekadar fasilitas pendukung, melainkan urat nadi kehidupan modern. Dari operasional rumah sakit hingga aktivitas perbankan digital, semuanya bergantung pada stabilitas arus listrik. Ketidakpastian pasokan energi hanya akan menghambat laju investasi di daerah.

Dengan adanya campur tangan Danantara sebagai institusi pengawas strategis, diharapkan ada transparansi yang lebih besar mengenai kondisi riil infrastruktur energi kita. Transparansi PLN dalam melaporkan kendala lapangan akan mempermudah pemerintah dalam mengalokasikan sumber daya maupun anggaran untuk perbaikan sistem yang lebih mendasar. Perjalanan menuju kemandirian dan ketahanan energi memang penuh tantangan, namun evaluasi mendalam seperti yang dilakukan saat ini adalah langkah awal yang mutlak diperlukan.

TotoNews akan terus memantau perkembangan hasil evaluasi ini untuk memastikan bahwa setiap rekomendasi yang dihasilkan benar-benar diimplementasikan oleh pihak-pihak terkait, demi Sumatera yang lebih terang dan Indonesia yang lebih maju.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *