Trump Guncang Stabilitas Timur Tengah: Ancaman Militer Terhadap Oman dan Respons Tegas Teheran

Rizky Ramadhan | Totonews
29 Mei 2026, 06:42 WIB
Trump Guncang Stabilitas Timur Tengah: Ancaman Militer Terhadap Oman dan Respons Tegas Teheran

TotoNews — Atmosfer geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali memanas menyusul pernyataan kontroversial yang dilontarkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump. Dalam sebuah perkembangan yang mengejutkan banyak pihak, Trump secara terang-terangan melayangkan ancaman penggunaan kekuatan militer terhadap Oman, sebuah negara yang selama ini dikenal sebagai ‘titik temu’ diplomasi di kawasan tersebut. Ancaman ini muncul di tengah kekhawatiran Washington mengenai potensi kolaborasi antara Oman dan Iran dalam mengendalikan jalur pelayaran paling krusial di dunia, Selat Hormuz.

Retorika ‘Meledakkan’ Oman: Gaya Diplomasi yang Menghentak

Pernyataan tajam ini bermula dari sebuah sesi rapat kabinet di Gedung Putih. Menjawab pertanyaan awak media mengenai dinamika di Selat Hormuz, Trump memberikan jawaban yang jauh dari norma diplomatik biasanya. Ketika ditanya apakah dirinya akan mentoleransi kesepakatan jangka pendek yang memungkinkan Iran dan Oman untuk mengawasi lalu lintas perdagangan di selat tersebut, Trump justru memberikan peringatan keras.

Baca Juga

Bengkulu Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 5,3: Analisis BMKG Terkait Aktivitas Subduksi dan Kondisi Terkini

Bengkulu Selatan Diguncang Gempa Magnitudo 5,3: Analisis BMKG Terkait Aktivitas Subduksi dan Kondisi Terkini

“Tidak ada yang akan mengendalikannya. Itu adalah perairan internasional. Oman harus berperilaku seperti negara-negara lain pada umumnya, atau kita terpaksa harus ‘meledakkan’ mereka,” ujar Trump dengan nada bicara yang lugas namun provokatif. Pernyataan ini segera memicu gelombang spekulasi di kalangan pengamat internasional, mengingat Oman selama ini merupakan salah satu sekutu paling stabil dan netral bagi Amerika Serikat di dunia Arab.

Meskipun beberapa pihak sempat menduga bahwa sang presiden mungkin salah ucap dan bermaksud merujuk pada Iran, Departemen Luar Negeri AS justru mempertegas narasi tersebut. Melalui unggahan di media sosial yang menyertakan transkrip resmi, kutipan tersebut secara eksplisit merujuk pada Oman, menandakan bahwa ancaman tersebut bukanlah sekadar keseleo lidah, melainkan bagian dari pesan politik yang ingin disampaikan Washington.

Baca Juga

Kontroversi di Balik Penyelamatan Pilot Jet Tempur AS: Klaim Kemenangan Trump vs Bantahan Keras Iran

Kontroversi di Balik Penyelamatan Pilot Jet Tempur AS: Klaim Kemenangan Trump vs Bantahan Keras Iran

Signifikansi Selat Hormuz: Nadi Energi Dunia yang Terancam

Untuk memahami mengapa Donald Trump begitu reaktif terhadap isu ini, kita perlu melihat betapa vitalnya posisi Selat Hormuz. Jalur sempit yang memisahkan Teluk Oman dengan Teluk Persia ini menangani lebih dari 20 persen lalu lintas minyak global setiap harinya. Gangguan sekecil apa pun di jalur ini dapat menyebabkan guncangan ekonomi yang masif di seluruh dunia, mulai dari lonjakan harga bahan bakar hingga krisis energi di negara-negara industri.

Sejak ketegangan meningkat pada awal tahun 2026, khususnya setelah insiden penyerangan yang melibatkan kekuatan regional, Teheran mulai menegaskan kedaulatannya atas sebagian wilayah selat tersebut. Namun, keterlibatan Oman dalam skema manajemen bersama adalah hal baru yang memicu kemarahan Gedung Putih. Bagian dari jalur pelayaran internasional ini memang melewati perairan teritorial Iran dan Oman, sehingga secara hukum laut internasional, kedua negara memiliki posisi tawar yang sangat kuat.

Baca Juga

Malam Kelabu di Bogor: Rivalitas Tak Sehat Berujung Bentrok Berdarah Dua Kelompok Suporter di Jalan Sholis

Malam Kelabu di Bogor: Rivalitas Tak Sehat Berujung Bentrok Berdarah Dua Kelompok Suporter di Jalan Sholis

Oman: Mediator yang Terjepit di Antara Dua Kekuatan

Selama beberapa dekade, Oman telah memainkan peran yang sangat unik sebagai ‘Swiss-nya Timur Tengah’. Negara ini memiliki sejarah hubungan diplomatik dengan Amerika Serikat yang telah terjalin selama lebih dari 200 tahun. Perjanjian kerja sama di bidang keamanan, perdagangan bebas, hingga teknologi telah menjadikan Muscat sebagai mitra strategis Washington.

Namun, di sisi lain, Oman juga menjaga hubungan baik dengan Iran. Peran Oman sangat krusial dalam menengahi berbagai konflik, termasuk upaya rekonsiliasi setelah pecahnya konfrontasi militer pada Februari lalu. Dengan kebijakan luar negeri yang berprinsip ‘berteman dengan semua, musuh bagi tidak ada’, Oman sering kali menjadi jembatan komunikasi ketika saluran diplomatik formal antara Barat dan Teheran terputus.

Baca Juga

Dinamika Kabinet Merah Putih: Dadan Hindayana Tanggapi Pencopotan dari Kursi Kepala Badan Gizi Nasional dengan Lapang Dada

Dinamika Kabinet Merah Putih: Dadan Hindayana Tanggapi Pencopotan dari Kursi Kepala Badan Gizi Nasional dengan Lapang Dada

Ancaman Trump yang menyebut akan menggunakan kekuatan militer dianggap banyak pihak sebagai penghinaan terhadap sejarah panjang persahabatan kedua negara. Diplomasi Timur Tengah yang biasanya penuh dengan kehati-hatian kini seolah digantikan dengan apa yang disebut para kritikus sebagai ‘logika mafia’.

Kecaman Global dan Reaksi ‘Solidaritas’ dari Iran

Reaksi keras tidak hanya datang dari para diplomat, tetapi juga dari organisasi hak asasi manusia internasional. Raed Jarrar, Direktur Advokasi di DAWN, memberikan kritik pedas terhadap gaya kepemimpinan Trump. Menurutnya, mengancam untuk menghancurkan sebuah negara berdaulat karena urusan jalur minyak adalah tindakan ilegal yang melanggar Piagam PBB.

“Ini adalah logika tanpa hukum. Piagam PBB dengan jelas melarang ancaman kekerasan terhadap negara mana pun. Menyebut akan ‘meledakkan’ sebuah negara Arab hanya karena letak geografis perairannya adalah sinyal bahwa diplomasi di bawah pemerintahan ini hanya bergantung pada kesabaran sang presiden,” tegas Jarrar dalam wawancaranya dengan Al Jazeera.

Di sisi lain, Iran tidak tinggal diam. Teheran segera memanfaatkan momentum ini untuk menunjukkan pengaruh regionalnya. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, menyatakan solidaritas penuh terhadap Oman. Iran mengecam retorika agresif AS dan menyebutnya sebagai bentuk intimidasi yang tidak dapat diterima dalam tatanan dunia modern. Pernyataan Iran ini semakin mempererat hubungan antara Muscat dan Teheran, yang ironisnya, merupakan hal yang paling ingin dihindari oleh Washington.

Masa Depan Keamanan Energi dan Diplomasi Kapal Perang

Situasi ini menciptakan ketidakpastian baru di pasar global. Jika Trump benar-benar menerapkan ‘diplomasi kapal perang’ terhadap Oman, maka stabilitas kawasan yang sudah rapuh bisa benar-benar runtuh. Banyak pihak kini menunggu respons resmi dari Kesultanan Oman yang hingga saat ini masih memilih untuk bersikap tenang dan tidak terpancing oleh retorika panas dari Gedung Putih.

Para analis memprediksi bahwa ketegangan ini akan terus berlanjut selama AS merasa dominasinya atas jalur perdagangan energi global terancam. Namun, dengan semakin kuatnya aliansi regional di Timur Tengah, strategi tekanan maksimum yang dilakukan Trump mungkin akan menghadapi tantangan yang jauh lebih besar daripada sebelumnya.

Kini dunia memperhatikan dengan seksama, apakah ancaman ini hanya sekadar gertakan politik untuk menekan Oman agar menjauh dari pengaruh Iran, ataukah ini merupakan awal dari babak baru konflik bersenjata di kawasan Teluk Persia. Satu hal yang pasti, cara berkomunikasi Trump telah mengubah peta diplomasi internasional menjadi medan yang lebih liar dan sulit diprediksi.

Melalui TotoNews, kami akan terus memantau perkembangan terkini dari krisis di Selat Hormuz ini. Keamanan maritim dan stabilitas ekonomi dunia kini bergantung pada bagaimana para pemimpin negara ini mengelola ego dan kepentingan strategis mereka di salah satu jalur pelayaran paling berbahaya di bumi.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *