Kisah Inspiratif Rita Sahara: Mengubah Warung Sederhana Menjadi Kafe Hits di Hambalang Berkat Dukungan KUR BRI

Rizky Ramadhan | Totonews
30 Mei 2026, 22:42 WIB
Kisah Inspiratif Rita Sahara: Mengubah Warung Sederhana Menjadi Kafe Hits di Hambalang Berkat Dukungan KUR BRI

TotoNews — Alunan melodi lagu-lagu lawas yang syahdu memecah keheningan di kawasan Jalan Hambalang, Citeureup, Kabupaten Bogor. Di sebuah sudut dataran tinggi yang menawarkan udara sejuk, tampak sebuah bangunan yang menjadi titik kumpul favorit warga sekitar maupun pelancong dari luar kota. Tempat itu dikenal dengan nama Kafe Asmara, sebuah warung makan yang tidak hanya menyajikan hidangan lezat, tetapi juga kehangatan cerita di setiap sudutnya.

Di balik ramainya aktivitas di kafe tersebut, sosok Rita Sahara (32) menjadi motor penggerak utama. Dengan senyum yang ramah, ia tampak gesit melayani pesanan pengunjung yang terus berdatangan, terutama saat akhir pekan tiba. Siapa sangka, kafe yang kini menjadi primadona di kawasan Hambalang ini berawal dari sebuah mimpi kecil dan keberanian untuk mengambil langkah besar melalui sektor pinjaman modal usaha.

Baca Juga

Dinamika Kabinet Merah Putih: Dadan Hindayana Tanggapi Pencopotan dari Kursi Kepala Badan Gizi Nasional dengan Lapang Dada

Dinamika Kabinet Merah Putih: Dadan Hindayana Tanggapi Pencopotan dari Kursi Kepala Badan Gizi Nasional dengan Lapang Dada

Awal Mula Mimpi: Membangun Bisnis dari Kegemaran Memasak

Rita Sahara menceritakan bahwa perjalanan Kafe Asmara dimulai sekitar tiga tahun yang lalu. Sebagai seorang perempuan yang memiliki gairah besar dalam dunia masak-memasak, Rita selalu mendambakan memiliki unit usaha sendiri di mana ia bisa mengekspresikan kreativitas kulinernya. Ia tidak ingin sekadar bekerja untuk orang lain; ia ingin menciptakan lapangan kerja dan memberikan kontribusi nyata bagi ekonomi keluarganya.

“Sejujurnya, saya memang sangat ingin punya usaha makan sendiri. Ide itu muncul begitu saja karena hobi memasak, lalu saya bulatkan tekad untuk menjalaninya dengan serius. Saya tekuni perlahan-lahan,” kenang Rita saat berbincang hangat mengenai awal perjalanannya membangun usaha kuliner bogor yang kini sukses tersebut.

Baca Juga

Menebar Kebajikan di Hari Suci: 45+ Kumpulan Ucapan Hari Raya Waisak 2570 BE untuk Segala Suasana

Menebar Kebajikan di Hari Suci: 45+ Kumpulan Ucapan Hari Raya Waisak 2570 BE untuk Segala Suasana

Pada masa awal perintisan, Kafe Asmara jauh dari kesan mewah. Fasilitas yang tersedia sangat terbatas, hanya berupa meja dan bangku kayu sederhana. Namun, Rita memiliki ketajaman insting bisnis. Ia memperhatikan bahwa banyak pengunjung yang betah berlama-lama karena suasana pegunungan yang menenangkan. Hal inilah yang mendorongnya untuk mengubah konsep warung menjadi model lesehan agar pengunjung merasa lebih nyaman seperti berada di rumah sendiri.

Tantangan dan Titik Balik Melalui KUR BRI

Membangun usaha di lokasi sewaan tentu bukan tanpa tantangan. Modal awal yang dikumpulkan Rita dari tabungan pribadinya ternyata belum cukup untuk merealisasikan visi besarnya. Ia menyadari bahwa untuk berkembang, ia memerlukan suntikan dana segar guna memperbaiki infrastruktur kafenya. Di sinilah peran KUR BRI 2024 menjadi penentu arah masa depan Kafe Asmara.

Baca Juga

Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional di Semarang: TotoNews Mengupas Tuntas Penangkapan 4 WN China dan Modus Operandi Canggih Mereka

Bongkar Sindikat Love Scamming Internasional di Semarang: TotoNews Mengupas Tuntas Penangkapan 4 WN China dan Modus Operandi Canggih Mereka

Rita akhirnya memutuskan untuk mengajukan pinjaman Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari BRI senilai Rp 30 juta dengan tenor pembayaran tiga tahun. Langkah ini diambilnya dengan penuh perhitungan. Dana tersebut tidak ia gunakan untuk konsumsi pribadi, melainkan difokuskan sepenuhnya untuk pengembangan fisik kafe, terutama membangun area lantai dua agar pengunjung bisa menikmati pemandangan Hambalang dari ketinggian.

Namun, perjalanan menuju sukses tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Di bulan-bulan awal, Rita sempat mencicipi getirnya dunia bisnis di mana ia hampir tidak mendapatkan pemasukan sama sekali dalam sehari. Namun, mental baja seorang pengusaha UMKM ada dalam dirinya. “Saya jalanin saja, saya yakin usaha ini akan berkembang. Keyakinan itulah yang membuat saya tetap bertahan di masa sulit,” ungkapnya dengan nada optimis.

Baca Juga

Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta: Akankah Era Tiket Rp 3.500 Segera Berakhir Setelah 21 Tahun?

Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta: Akankah Era Tiket Rp 3.500 Segera Berakhir Setelah 21 Tahun?

Transformasi Ekonomi dan Signifikansi Peningkatan Pendapatan

Keyakinan Rita membuahkan hasil yang manis. Berkat renovasi yang dilakukan menggunakan dana KUR tersebut, daya tarik Kafe Asmara meningkat drastis. Saat ini, Rita mampu meraup omzet atau pendapatan kotor hingga Rp 50 juta per bulan. Angka yang fantastis untuk sebuah usaha yang dimulai dari skala rumahan.

Pendapatan tersebut ia kelola secara profesional untuk menutupi biaya operasional, mulai dari sewa lahan, pembelian bahan baku segar dari pasar lokal, biaya listrik, hingga penyediaan fasilitas WiFi bagi pengunjung. Keberhasilan ini juga memberikan dampak sosial, di mana Rita kini dibantu oleh dua orang pegawai yang merupakan saudaranya sendiri. Saat akhir pekan yang super sibuk, ia bahkan menambah tenaga bantuan untuk memastikan layanan tetap prima.

Menu yang ditawarkan pun beragam dan menggugah selera. Pengunjung bisa menikmati makanan berat seperti ayam goreng yang renyah, nasi goreng khas Hambalang, hingga soto hangat yang sangat pas dinikmati di tengah udara dingin. Tak ketinggalan, camilan seperti pisang keju, roti bakar, dan bakwan hangat menjadi pendamping setia para komunitas yang berkumpul di sana.

Menjadi Rumah Bagi Berbagai Komunitas

Keunikan Kafe Asmara terletak pada basis pelanggannya yang sangat luas. Berkat lokasi strategis dan kenyamanan yang ditawarkan, tempat ini menjadi titik temu berbagai komunitas, mulai dari pecinta otomotif (motor) hingga komunitas mobil remote control yang sering mengadakan kegiatan di area sekitar. Tidak hanya warga lokal Bogor, pelanggan Rita bahkan datang dari wilayah jauh seperti Nusa Tenggara Timur (NTT) hingga Papua.

“Di sini itu tempat berkumpulnya macam-macam orang. Rasanya senang sekali melihat orang dari berbagai daerah mampir dan menikmati masakan saya,” ujar Rita. Hal ini menunjukkan bahwa dengan strategi bisnis UMKM yang tepat, sebuah usaha di pelosok pun bisa memiliki jangkauan pasar yang nasional.

Komitmen BRI: Mendorong UMKM Naik Kelas

Kisah sukses Rita Sahara adalah potret nyata dari keberhasilan program pemberdayaan yang dilakukan oleh BRI. Giri Laksomono, Manajer Bisnis Mikro BRI Kantor Cabang Cibinong, menyatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen mendukung para pelaku usaha kecil untuk bangkit, terutama setelah masa pandemi COVID-19 yang sempat memukul sektor ekonomi rakyat.

“Kondisi usaha masyarakat kini mulai stabil dan terus membaik. Kebutuhan akan permodalan melalui KUR terus meningkat seiring dengan keinginan masyarakat untuk menaikkan skala usaha mereka. Bagi BRI, keuntungan finansial dari bunga KUR bukanlah prioritas utama, melainkan tanggung jawab moral untuk memastikan pertumbuhan ekonomi di tingkat UMKM terus berjalan,” jelas Giri.

Bagi Rita, dukungan BRI adalah jembatan yang menghubungkan antara mimpi dan realita. Ia kini memiliki rencana jangka panjang untuk memperluas area dapurnya agar proses produksi makanan bisa lebih maksimal. “Terima kasih banyak untuk BRI. Sebagai pelaku usaha kecil, saya merasa sangat terbantu. Semoga KUR bisa membantu lebih banyak UMKM di luar sana untuk terus tumbuh dan maju,” tutup Rita.

Kisah ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa dengan kerja keras, keyakinan, dan dukungan finansial yang tepat dari lembaga perbankan seperti BRI, siapapun bisa mengubah warung kecil menjadi destinasi wisata kuliner hambalang yang diperhitungkan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *