Horor Sisa Perang Dunia II di Biak: Ledakan Bom Hebat Tewaskan 5 Warga, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang

Rizky Ramadhan | Totonews
31 Mei 2026, 18:42 WIB
Horor Sisa Perang Dunia II di Biak: Ledakan Bom Hebat Tewaskan 5 Warga, Tim SAR Masih Cari Korban Hilang

TotoNews — Suasana tenang di pesisir Kabupaten Biak Numfor, Papua, seketika berubah menjadi mencekam ketika sebuah ledakan dahsyat mengguncang kawasan pemukiman warga. Insiden mematikan yang diduga kuat berasal dari bom peninggalan masa Perang Dunia II ini telah merenggut nyawa lima orang warga setempat, sementara tiga lainnya dilaporkan masih dalam pencarian intensif oleh tim penyelamat.

Peristiwa memilukan ini terjadi di kawasan strategis Kompleks Perikanan, Jalan Walter Mongonsidi, Kampung Yenures, Distrik Biak Kota. Menurut laporan lapangan yang diterima tim redaksi, dentuman keras tersebut terdengar pada hari Minggu (31/5) sekitar pukul 14.45 WIT. Kekuatan ledakan tidak hanya menimbulkan suara yang memekakkan telinga, tetapi juga menyebabkan kerusakan signifikan pada sejumlah rumah warga di sekitar titik nol kejadian.

Baca Juga

Teror di Washington: Penembak Acara Gedung Putih Sengaja Incar Staf Inti Donald Trump

Teror di Washington: Penembak Acara Gedung Putih Sengaja Incar Staf Inti Donald Trump

Kronologi Tragedi di Kompleks Perikanan

Berdasarkan keterangan yang dihimpun dari lokasi kejadian, aktivitas warga yang semula berjalan normal mendadak terhenti oleh guncangan hebat. Asap tebal membubung tinggi dari salah satu titik di Kompleks Perikanan, menandakan adanya insiden serius. Pihak kepolisian segera bergerak cepat menuju lokasi untuk melakukan sterilisasi dan memberikan pertolongan pertama kepada para korban yang terdampak ledakan bom tersebut.

Kapolres Biak Numfor, AKBP Ari Trestiawan, dalam keterangannya mengonfirmasi bahwa objek yang meledak tersebut diduga merupakan peninggalan sejarah dari masa konflik global puluhan tahun silam. “Diduga kuat ini adalah bom dari peninggalan Perang Dunia II. Kami masih melakukan penelusuran mendalam untuk memastikan jenis dan asal-usul benda tersebut,” ujar AKBP Ari saat memberikan pernyataan resmi kepada media.

Baca Juga

Menelisik Fenomena ‘Pulau Sampah’ Muara Angke: Tantangan Besar Pemprov DKI dalam Mengelola Limbah Ibu Kota

Menelisik Fenomena ‘Pulau Sampah’ Muara Angke: Tantangan Besar Pemprov DKI dalam Mengelola Limbah Ibu Kota

Korban Jiwa dan Upaya Pencarian yang Menegangkan

Dampak dari peristiwa ini sangat memukul masyarakat setempat. Dari data identifikasi sementara yang dilakukan oleh tim medis dan kepolisian, lima jenazah telah berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi reruntuhan. Namun, duka belum berakhir karena masih ada tiga orang warga yang dilaporkan hilang dan diduga tertimbun atau terpental saat ledakan terjadi.

“Jenazah korban yang baru ditemukan saat ini berjumlah lima orang. Fokus kami sekarang, selain mengamankan lokasi, adalah menemukan tiga warga lainnya yang masih dalam pencarian,” tambah Ari. Proses pencarian dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi tanah dan struktur bangunan di sekitar lokasi yang menjadi tidak stabil akibat guncangan Papua yang tak terduga ini.

Baca Juga

Misi Perdamaian Paus Leo XIV di Madrid: Menolak Narasi Perpecahan dan Merangkul Kompleksitas Dunia

Misi Perdamaian Paus Leo XIV di Madrid: Menolak Narasi Perpecahan dan Merangkul Kompleksitas Dunia

Jejak Sejarah: Mengapa Biak Menyimpan Bom Aktif?

Kabupaten Biak Numfor secara historis memang dikenal sebagai salah satu palagan tempur paling sengit di kawasan Pasifik selama Perang Dunia II. Pada tahun 1944, wilayah ini menjadi target utama dalam Operasi Horlicks, di mana pasukan Sekutu berusaha merebut pangkalan udara strategis dari tangan Jepang. Ribuan amunisi, ranjau, dan bom udara dijatuhkan di daratan maupun perairan Biak.

Banyak dari amunisi tersebut yang tidak meledak saat menghantam tanah (unexploded ordnance/UXO) dan akhirnya tertimbun oleh tanah atau tersembunyi di bawah fondasi bangunan selama puluhan tahun. Kasus ledakan bom tua di wilayah ini bukanlah yang pertama kali terjadi, namun skala kerusakan dalam insiden di Kampung Yenures ini merupakan salah satu yang paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.

Baca Juga

Misteri Teror Api Matraman Terungkap: Sosok ‘Pendiam’ dan Sarjana Muda di Balik Aksi Pembakaran Berantai

Misteri Teror Api Matraman Terungkap: Sosok ‘Pendiam’ dan Sarjana Muda di Balik Aksi Pembakaran Berantai

Ancaman Tersembunyi di Bawah Pemukiman

Pakar militer seringkali memperingatkan bahwa bom-bom tua yang tertimbun di dalam tanah selama dekade-dekade panjang justru menjadi lebih tidak stabil. Proses korosi pada selongsong besi dapat menyebabkan bahan peledak di dalamnya bereaksi secara kimia, membuatnya sangat sensitif terhadap getaran, panas, atau benturan sekecil apa pun.

Warga di daerah bekas konflik perang seringkali tidak menyadari bahwa benda logam yang mereka temukan saat menggali fondasi rumah atau mencari barang bekas bisa menjadi ancaman nyawa. Penting bagi masyarakat untuk segera melaporkan penemuan benda mencurigakan berbentuk lonjong atau berbahan logam berat kepada pihak berwenang daripada mencoba memindahkannya sendiri.

Respons Cepat Personel Brimob dan Penanganan TKP

Guna mengantisipasi adanya ledakan susulan, personel dari satuan Brimob telah diterjunkan ke lokasi kejadian. Unit penjinak bom (Jibom) melakukan penyisiran menyeluruh di radius tertentu dari titik ledakan untuk memastikan tidak ada lagi sisa-sisa bahan peledak lain yang masih aktif di sekitar pemukiman warga.

Tempat Kejadian Perkara (TKP) kini telah dipasangi garis polisi dengan radius yang cukup luas. Polisi menegaskan bahwa area tersebut masih belum dinyatakan steril sepenuhnya. “Kami mengimbau dengan sangat agar masyarakat tidak mendekati TKP untuk sementara waktu. Kondisi masih belum aman, dan kami harus mencegah risiko ledakan berikutnya yang mungkin saja terjadi akibat suhu panas atau pergeseran material,” tegas AKBP Ari Trestiawan.

Langkah Antisipasi dan Keamanan Masa Depan

Tragedi ini menjadi pengingat pahit akan pentingnya pemetaan kembali wilayah-wilayah di Papua yang secara historis merupakan bekas medan perang. Pemerintah daerah diharapkan dapat bekerja sama dengan TNI dan Polri untuk melakukan program deteksi dini terhadap keberadaan sisa-sisa amunisi perang, terutama di kawasan padat penduduk seperti Distrik Biak Kota.

Edukasi mengenai prosedur keamanan saat menemukan benda asing juga perlu ditingkatkan. Banyak warga yang masih kurang memahami bahaya laten dari UXO, sehingga seringkali benda-benda mematikan tersebut diperlakukan sebagai barang rongsokan biasa. TotoNews akan terus memantau perkembangan proses pencarian korban hilang dan hasil investigasi tim Jibom di lokasi kejadian untuk memberikan informasi terkini kepada publik.

Dukungan untuk Keluarga Korban

Di tengah proses evakuasi yang masih berlangsung, gelombang simpati terus mengalir bagi keluarga korban yang ditinggalkan. Pemerintah Kabupaten Biak Numfor diharapkan segera memberikan bantuan logistik dan dukungan psikologis bagi warga yang rumahnya rusak serta pendampingan bagi mereka yang kehilangan anggota keluarga dalam musibah tragis ini.

Pihak kepolisian berjanji akan memberikan informasi secara transparan mengenai identitas para korban segera setelah proses identifikasi forensik selesai dilakukan. Saat ini, seluruh korban luka telah dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan intensif, sementara tim gabungan terus berpacu dengan waktu dalam operasi pencarian di area reruntuhan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *