Tantangan Terbuka Ketua DPRD Jatim: Musyafak Rouf Bantah Keras Terlibat Pusaran Korupsi Badan Gizi Nasional

Rizky Ramadhan | Totonews
12 Jun 2026, 10:42 WIB
Tantangan Terbuka Ketua DPRD Jatim: Musyafak Rouf Bantah Keras Terlibat Pusaran Korupsi Badan Gizi Nasional

TotoNews — Atmosfer politik di Jawa Timur mendadak memanas setelah nama Ketua DPRD Jatim, Musyafak Rouf, terseret dalam pusaran isu miring terkait program nasional yang tengah menjadi sorotan publik. Munculnya pesan berantai di berbagai platform media sosial mengaitkan politikus senior PKB ini dengan dugaan penyalahgunaan wewenang dalam pengelolaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah naungan Badan Gizi Nasional (BGN).

Isu ini mencuat ke permukaan seiring dengan langkah hukum yang diambil oleh mantan Wakil Kepala BGN, Sony Sonjaya. Sony, yang kini menyandang status sebagai justice collaborator (JC), dikabarkan telah menyerahkan sejumlah nama kepada pihak berwenang terkait potensi penyimpangan anggaran dalam proyek strategis nasional untuk periode 2025-2026. Dalam daftar yang beredar liar tersebut, terselip nama Musyafak Rouf yang dituding memiliki keterkaitan dengan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau pengelolaan dapur umum.

Baca Juga

Misi Diplomasi di Kremlin: Prabowo Gandeng Putin Navigasi Geopolitik Dunia yang Kian Bergejolak

Misi Diplomasi di Kremlin: Prabowo Gandeng Putin Navigasi Geopolitik Dunia yang Kian Bergejolak

Tantangan Terbuka: Satu Bukti Berhadiah

Menanggapi kabar yang kian menyudutkan namanya, Musyafak Rouf tidak tinggal diam. Dengan nada bicara yang tegas namun sesekali diselingi gurauan satir, ia membantah seluruh tuduhan tersebut. Ia bahkan mengeluarkan pernyataan berani yang menantang siapa pun untuk membuktikan keterlibatannya secara nyata dalam korupsi MBG tersebut.

“Mana ada itu? Cari saja sampai ketemu. Satu saja kalau ada bukti saya punya SPPG atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi, apalagi mengelola dapur MBG, langsung saya kasih hadiah,” ujar Musyafak saat ditemui tim investigasi di Surabaya. Tantangan ini ia lontarkan sebagai bentuk kepercayaan diri bahwa dirinya bersih dari segala bentuk bisnis sampingan yang memanfaatkan fasilitas negara atau program pemerintah pusat.

Baca Juga

Perayaan Paskah Nasional Golkar 2026: Simbol Inklusivitas dan Kepedulian Sosial bagi Bangsa

Perayaan Paskah Nasional Golkar 2026: Simbol Inklusivitas dan Kepedulian Sosial bagi Bangsa

Menurutnya, rumor tersebut adalah murni hoaks yang sengaja diembuskan untuk merusak reputasi politiknya. Ia menegaskan bahwa dirinya tidak pernah memegang dokumen proyek apa pun, apalagi mengelola infrastruktur fisik yang berkaitan dengan penyediaan makanan gratis bagi anak sekolah tersebut.

Klarifikasi Mengenai Lini Bisnis dan Jabatan

Musyafak kembali memperjelas posisinya bahwa secara pribadi maupun profesional, ia tidak memiliki urusan dengan Badan Gizi Nasional. Ia menekankan bahwa fokusnya saat ini adalah menjalankan fungsi legislasi dan pengawasan di tingkat provinsi, bukan menjadi operator dari sebuah proyek teknis yang didanai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Saya sama sekali tidak punya unit usaha yang berkaitan dengan program tersebut. Kalau memang saya punya dapur pengelolaan sebesar itu, mungkin saya sudah kaya raya sekarang. Tapi kenyataannya, itu semua hanya cerita fiksi yang beredar di grup-grup percakapan,” jelasnya kepada para jurnalis yang menemuinya. Ketegasan ini dilakukan guna meredam spekulasi yang bisa berdampak pada stabilitas politik di DPRD Jawa Timur.

Baca Juga

Misteri 39 Kali Kebakaran di Sleman Terungkap: Jejak Gas Metana Purba di Balik Fenomena Alam Seyegan

Misteri 39 Kali Kebakaran di Sleman Terungkap: Jejak Gas Metana Purba di Balik Fenomena Alam Seyegan

Membedah Kewenangan: Pusat vs Daerah

Salah satu poin krusial yang disampaikan Musyafak adalah mengenai batasan kewenangan. Ia menjelaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepenuhnya berada di bawah kendali pemerintah pusat dan dikelola langsung oleh Badan Gizi Nasional. Secara kelembagaan, DPRD Jawa Timur tidak memiliki andil dalam proses pengambilan kebijakan atau penentuan pemenang tender proyek tersebut.

“Masalah MBG itu kewenangannya ada di Jakarta, di pusat. Kami di daerah, khususnya DPRD Jatim, tidak pernah dilibatkan sama sekali. Kami tidak pernah diajak rembukan, apalagi diminta mengelola anggaran untuk itu. Jadi sangat tidak masuk akal jika nama saya muncul sebagai pengelola di sana,” tandasnya. Penjelasan ini merujuk pada tata kelola pemerintahan di mana proyek strategis nasional seringkali dijalankan secara vertikal tanpa intervensi legislatif daerah.

Baca Juga

Insiden Flyover Ciputat: Truk Alami Gangguan Rem di Jalur Vital, Polisi Tangsel Bergerak Cepat

Insiden Flyover Ciputat: Truk Alami Gangguan Rem di Jalur Vital, Polisi Tangsel Bergerak Cepat

Siapa Sony Sonjaya dan Apa Perannya?

Kasus ini menjadi besar karena melibatkan sosok Sony Sonjaya, yang sebelumnya menduduki posisi strategis di BGN. Keputusannya menjadi justice collaborator berarti ia bersedia bekerja sama dengan penegak hukum untuk mengungkap praktik korupsi yang lebih luas dengan imbalan keringanan hukuman. Hal inilah yang membuat daftar nama yang diserahkannya menjadi sangat sensitif dan memicu kegaduhan politik.

Namun, Musyafak Rouf menyatakan bahwa ia tidak mengenal secara personal maupun profesional sosok Sony Sonjaya tersebut. Ia menduga adanya upaya pencatutan nama oleh pihak-pihak yang ingin mencari keuntungan di tengah situasi yang tidak menentu. “Saya tidak kenal siapa dia, dan saya yakin nama saya hanya digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab,” tambahnya.

Dampak Pesan Berantai di Media Sosial

Fenomena penyebaran nama-nama terduga koruptor melalui pesan instan seperti WhatsApp dan media sosial lainnya memang menjadi tantangan tersendiri bagi pejabat publik. Seringkali, informasi yang belum terverifikasi kebenarannya sudah menyebar luas dan membentuk opini publik yang negatif. Musyafak menyadari risiko ini, namun ia memilih untuk menghadapi isu tersebut dengan transparansi.

Ia mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang tidak memiliki sumber yang jelas. Makan Bergizi Gratis adalah program mulia yang bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia, sehingga sangat disayangkan jika sejak awal sudah dikotori oleh isu-isu yang tidak berdasar.

Pentingnya Integritas dalam Program Strategis Nasional

Program MBG diproyeksikan menjadi pilar utama dalam upaya pemerintah menekan angka stunting dan meningkatkan kecerdasan generasi mendatang. Dengan anggaran yang sangat besar, potensi terjadinya penyimpangan memang selalu ada. Oleh karena itu, pengawasan ketat dari lembaga seperti KPK dan Kejaksaan sangat diperlukan.

Musyafak Rouf menyatakan dukungannya terhadap proses hukum yang berjalan, selama hal tersebut dilakukan secara adil dan berdasarkan fakta hukum yang kuat. Ia berharap pihak berwenang segera mengklarifikasi daftar nama yang beredar agar tidak terjadi fitnah yang berkepanjangan bagi para tokoh publik di daerah.

Menanti Kelanjutan Penyelidikan

Hingga saat ini, pihak Badan Gizi Nasional maupun aparat penegak hukum belum memberikan pernyataan resmi mengenai keaslian daftar nama yang menyeret Musyafak Rouf. Publik Jawa Timur kini menanti apakah tantangan hadiah yang dilontarkan sang Ketua DPRD akan terjawab atau justru isu ini akan menguap seiring berjalannya waktu.

Kasus ini menjadi pengingat penting bagi semua pejabat publik bahwa setiap langkah dalam mengelola amanah rakyat akan selalu diawasi oleh mata publik yang kritis. Musyafak Rouf telah mengambil langkah awal dengan membantah secara terbuka, dan kini bola panas ada di tangan mereka yang menyebarkan informasi tersebut untuk membuktikan kebenaran klaim mereka di hadapan hukum.

Dengan totalitas dalam melayani masyarakat Jawa Timur, Musyafak menutup pernyataannya dengan menegaskan kembali komitmennya untuk menjaga integritas lembaga legislatif yang ia pimpin dari segala bentuk praktik korupsi, kolusi, dan nepotisme yang dapat merugikan rakyat banyak.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *