Rentetan Gempa Beruntun Guncang Kepulauan Sangihe: Warga Tahuna Diminta Tetap Waspada di Tengah Getaran Malam

Rizky Ramadhan | Totonews
12 Jun 2026, 00:41 WIB
Rentetan Gempa Beruntun Guncang Kepulauan Sangihe: Warga Tahuna Diminta Tetap Waspada di Tengah Getaran Malam

TotoNews — Malam yang tenang di wilayah paling utara Indonesia mendadak berubah menjadi momen penuh kewaspadaan. Masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sangihe, Sulawesi Utara, terpaksa harus melewati malam dengan rasa was-was setelah serangkaian aktivitas seismik atau gempa bumi mengguncang wilayah tersebut berkali-kali dalam rentang waktu yang sangat singkat pada Kamis malam, 11 Juni 2026.

Berdasarkan pantauan tim redaksi TotoNews melalui data resmi yang dirilis oleh Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), aktivitas tektonik ini tidak hanya terjadi sekali, melainkan berupa rentetan getaran yang menunjukkan dinamika bawah laut yang cukup aktif di sekitar perairan Tahuna. Puncaknya, gempa dengan magnitudo 4,0 tercatat melanda pada pukul 23.26 WIB, memberikan kejutan penutup di penghujung hari bagi warga setempat.

Baca Juga

Dampak KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 8 Perjalanan Kereta Api Terpaksa Dibatalkan

Dampak KA Bangunkarta Anjlok di Bumiayu, 8 Perjalanan Kereta Api Terpaksa Dibatalkan

Kronologi Malam yang Bergetar di Tahuna

Rentetan gempa ini seolah tidak memberikan napas bagi warga Kepulauan Sangihe. Sebelum gempa magnitudo 4,0 terjadi, wilayah ini sudah lebih dulu diguncang oleh beberapa getaran dengan kekuatan yang bervariasi. BMKG mencatat bahwa pusat gempa terakhir berada pada koordinat 4,96 Lintang Utara (LU) dan 123,38 Bujur Timur (BT), atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak sekitar 150 kilometer arah barat laut Tahuna, Kepulauan Sangihe.

Getaran yang terjadi pada kedalaman 10 kilometer ini dikategorikan sebagai gempa dangkal. Dalam kacamata seismologi, gempa dangkal seringkali lebih dirasakan getarannya oleh penduduk di permukaan dibandingkan gempa dalam, meskipun magnitudonya tidak terlalu besar. Fenomena ini memicu kekhawatiran kolektif, mengingat intensitasnya yang terjadi secara beruntun dalam waktu kurang dari dua jam.

Baca Juga

Misteri Penundaan Keberangkatan JD Vance ke Pakistan: Babak Baru Diplomasi Panas AS-Iran

Misteri Penundaan Keberangkatan JD Vance ke Pakistan: Babak Baru Diplomasi Panas AS-Iran

Daftar Rentetan Gempa yang Melanda Sangihe

Untuk memberikan gambaran betapa aktifnya pergerakan lempeng di wilayah tersebut, berikut adalah urutan waktu getaran yang berhasil direkam oleh sensor seismik pemerintah:

  • Pukul 22.09 WIB: Getaran awal dimulai dengan magnitudo 3,7.
  • Pukul 22.26 WIB: Kembali berguncang dengan kekuatan magnitudo 3,9.
  • Pukul 22.43 WIB: Intensitas meningkat tipis menjadi magnitudo 4,3.
  • Pukul 23.09 WIB: Gempa lebih kuat melanda dengan kekuatan magnitudo 4,5.
  • Pukul 23.17 WIB: Terjadi gempa susulan dengan magnitudo 3,9.
  • Pukul 23.26 WIB: Gempa magnitudo 4,0 kembali menghentak.

Banyaknya kejadian dalam durasi singkat ini menyerupai pola earthquake swarm atau sekumpulan gempa yang terjadi dalam waktu singkat di area lokal tanpa adanya gempa utama yang sangat dominan. Namun, BMKG terus memantau apakah ini merupakan aktivitas pendahulu atau sekadar pelepasan energi rutin di zona subduksi Sulawesi Utara.

Baca Juga

Trump, Xi Jinping, dan Taruhan Besar di Atas Meja Stabilitas Global: Akankah Dunia Menemukan Titik Terang?

Trump, Xi Jinping, dan Taruhan Besar di Atas Meja Stabilitas Global: Akankah Dunia Menemukan Titik Terang?

Potensi Dampak dan Kondisi di Lapangan

Hingga laporan ini disusun, belum ada laporan resmi mengenai kerusakan bangunan maupun korban jiwa akibat rentetan gempa tersebut. Letak episenter yang berada cukup jauh di tengah laut, yakni 150 km dari daratan Tahuna, menjadi faktor utama mengapa getaran ini tidak berdampak destruktif secara langsung pada infrastruktur di darat.

Meski demikian, pihak berwenang tetap menghimbau masyarakat untuk tidak panik namun tetap waspada. BMKG menegaskan bahwa informasi yang disampaikan pada saat kejadian mengutamakan kecepatan. “Informasi ini mengutamakan kecepatan, sehingga hasil pengolahan data belum stabil dan bisa berubah seiring kelengkapan data,” tulis BMKG dalam pernyataan resminya. Hal ini wajar dalam prosedur operasional standar, di mana data awal akan terus disempurnakan oleh para ahli seismologi.

Baca Juga

Horor di Balik Pintu Daycare Umbulharjo: Polisi Segel Lokasi Usai Dugaan Penganiayaan Anak Terkuak

Horor di Balik Pintu Daycare Umbulharjo: Polisi Segel Lokasi Usai Dugaan Penganiayaan Anak Terkuak

Mengapa Kepulauan Sangihe Sering Diguncang Gempa?

Secara geografis dan geologis, wilayah Kepulauan Sangihe berada di zona yang sangat kompleks. Kawasan ini terletak di dekat pertemuan beberapa lempeng tektonik besar dan berada dalam pengaruh zona subduksi Laut Maluku. Aktivitas tektonik di wilayah ini memang dikenal sangat tinggi, menjadikannya sebagai salah satu daerah dengan tingkat kerawanan bencana alam gempa bumi yang cukup signifikan di Indonesia.

Selain gempa tektonik, kawasan ini juga dikelilingi oleh gunung api bawah laut yang aktif. Dinamika inilah yang menyebabkan tanah di bawah Kepulauan Sangihe hampir selalu bergerak. Pengetahuan mengenai karakteristik wilayah sangat penting bagi warga agar proses mitigasi bencana dapat berjalan efektif sejak dini.

Langkah Mitigasi: Apa yang Harus Dilakukan Warga?

Menghadapi situasi gempa yang terjadi bertubi-tubi seperti ini, TotoNews merangkum beberapa langkah keselamatan yang perlu diambil oleh masyarakat, terutama bagi mereka yang tinggal di daerah pesisir maupun perbukitan:

  1. Tetap Tenang: Panik berlebihan dapat menyebabkan kecelakaan saat mencoba menyelamatkan diri. Usahakan untuk tetap berpikir jernih.
  2. Hindari Bangunan Retak: Jika rumah Anda menunjukkan tanda-tanda kerusakan atau retakan akibat getaran awal, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman.
  3. Pantau Informasi Resmi: Jangan mudah percaya pada isu-isu tsunami yang tidak bersumber dari BMKG atau BPBD setempat. Pastikan hanya mengikuti kanal informasi terpercaya.
  4. Siapkan Tas Siaga: Selalu siapkan tas berisi dokumen penting, obat-obatan, dan lampu senter di tempat yang mudah dijangkau jika sewaktu-waktu harus keluar rumah dalam kondisi darurat.

Hingga berita ini diturunkan, kondisi di Tahuna dilaporkan masih terkendali. Petugas BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) dikabarkan terus melakukan patroli dan koordinasi dengan perangkat desa untuk memastikan tidak ada dampak tersembunyi dari guncangan beruntun semalam. Kami di TotoNews akan terus memperbarui informasi ini seiring dengan perkembangan data terbaru dari otoritas terkait.

Kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua betapa pentingnya kesiapan menghadapi bencana di negeri yang berada di jalur cincin api ini. Selalu waspada, dan pastikan keselamatan diri serta keluarga menjadi prioritas utama di atas segalanya.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *