Antisipasi Lonjakan Wisatawan, Komut Pertamina Pastikan Keandalan Stok Avtur di Bandara Ngurah Rai Bali
TotoNews — Menjelang periode libur panjang tengah tahun yang diprediksi akan membawa arus besar wisatawan ke Pulau Dewata, Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Mochamad Iriawan, melakukan langkah proaktif dengan meninjau langsung kesiapan energi di lapangan. Dalam kunjungan kerja strategis ke Aviation Fuel Terminal (AFT) Ngurah Rai, Bali, pria yang akrab disapa Iwan Bule ini menekankan pentingnya stabilitas pasokan bahan bakar demi menjaga kelancaran konektivitas udara nasional.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Bali, sebagai barometer utama pariwisata Indonesia, selalu mengalami lonjakan trafik penerbangan yang signifikan setiap kali memasuki masa liburan sekolah dan cuti bersama. Memastikan setiap pesawat yang mendarat dan lepas landas mendapatkan asupan bahan bakar pesawat berkualitas tinggi adalah prioritas utama Pertamina untuk menjamin keselamatan dan kenyamanan para pelancong domestik maupun mancanegara.
Kemenperin Ungkap Sinyal Perlambatan Manufaktur RI, IKI April 2026 Tetap di Zona Ekspansi
Menjaga Nadi Transportasi Udara Pulau Dewata
Dalam kunjungannya, Mochamad Iriawan menegaskan bahwa operasional AFT Ngurah Rai adalah pilar krusial bagi ekosistem pariwisata di Bali. Ia berkeliling meninjau fasilitas penyimpanan hingga proses distribusi untuk memastikan bahwa seluruh prosedur berjalan sesuai dengan standar internasional yang ketat.
“Saya sengaja melakukan kunjungan ini untuk memastikan seluruh prosedur operasional berjalan dengan baik. Keandalan AFT Ngurah Rai memiliki peran penting dalam menjaga kelancaran mobilitas masyarakat, mendukung aktivitas ekonomi daerah, serta memperkuat konektivitas udara dari dan menuju Bali,” ujar Iriawan dengan nada optimistis saat memberikan keterangan resmi pada Minggu (14/6/2026).
Bagi Iriawan, aspek energi tidak bisa dipisahkan dari aspek keamanan nasional dan keselamatan jiwa. Ia menambahkan bahwa ketersediaan stok yang mencukupi merupakan bentuk tanggung jawab moral perusahaan terhadap publik. “Hal ini sangat penting karena berkaitan langsung dengan keselamatan penerbangan,” imbuhnya, menegaskan bahwa tidak boleh ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun dalam operasional aviasi.
Lampu Hijau dari Hambalang: Prabowo Percepat Hilirisasi di 13 Lokasi Strategis
Kesiapan Infrastruktur dan Kapasitas Strategis AFT Ngurah Rai
AFT Ngurah Rai merupakan salah satu fasilitas paling vital yang dikelola oleh PT Pertamina Patra Niaga. Sebagai gerbang utama energi bagi maskapai internasional dan domestik yang beroperasi di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, fasilitas ini dituntut untuk selalu berada dalam kondisi prima. Dengan kapasitas total tangki penyimpanan mencapai 24.300 kiloliter (KL), terminal ini menjadi benteng pertahanan energi aviasi di wilayah Bali dan sekitarnya.
Data menunjukkan bahwa konsumsi avtur di Bandara Ngurah Rai saat ini rata-rata berada di angka 1.495 KL per hari. Namun, angka ini diprediksi akan merangkak naik seiring dengan bertambahnya frekuensi penerbangan tambahan (extra flights) yang diajukan oleh berbagai maskapai selama musim liburan. Dengan stok yang ada, Pertamina meyakini sanggup memenuhi kebutuhan tersebut tanpa kendala berarti.
Visi Strategis Presiden Prabowo: Menghadapi Ancaman Krisis Energi Global Melalui Transformasi Hijau yang Proaktif
Dalam tinjauan tersebut, Iriawan juga melihat langsung bagaimana para teknisi dan ahli kimia Pertamina melakukan pengujian kualitas bahan bakar secara berkala. Pemeriksaan ini mencakup kejernihan, densitas, hingga kandungan air dalam avtur sebelum akhirnya dialirkan ke sayap-sayap pesawat. Proses yang sangat teknis ini dilakukan setiap hari untuk memastikan performa mesin pesawat tetap maksimal di udara.
Disiplin Perwira Pertamina: Di Balik Layar Keselamatan Penerbangan
Salah satu poin yang menarik perhatian dalam kunjungan ini adalah apresiasi tinggi yang diberikan Iriawan kepada para pekerja Pertamina, yang dijuluki sebagai “Perwira Pertamina”. Mereka adalah garda terdepan yang tetap bersiaga 24 jam sehari, bahkan di hari libur nasional, demi memastikan roda transportasi udara tetap berputar.
Gebrakan Baru Kementerian UMKM: Marketplace Nakal Siap-Siap Kena Sanksi Tegas Terkait Biaya Admin!
“Ketelitian, disiplin, dan integritas para pekerja di sektor aviasi memiliki peran penting dalam menjaga standar keselamatan penerbangan. Saya sangat mengapresiasi dedikasi rekan-rekan Perwira yang tetap menjalankan tugas secara profesional meski di tengah masa libur,” kata Iriawan. Baginya, semangat melayani ini adalah modal utama dalam menjaga kedaulatan energi nasional.
Pertamina juga terus mendorong digitalisasi dalam monitoring stok bahan bakar di terminal-terminal pengisian. Hal ini memungkinkan pemantauan secara real-time dari pusat kontrol, sehingga jika terjadi lonjakan permintaan yang mendadak, langkah-langkah antisipasi seperti penambahan pasokan dari kilang terdekat dapat segera dilakukan dengan cepat dan akurat.
Standar HSSE: Tanpa Toleransi untuk Keamanan
Dalam dunia industri energi, aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) adalah harga mati. Iriawan menekankan bahwa penerapan SOP yang mengedepankan keselamatan kerja menjadi prioritas utama sekaligus menjadi “license to operate” bagi Pertamina di kancah internasional. Keamanan fasilitas dan perlindungan lingkungan di sekitar area bandara harus selalu terjaga untuk menghindari insiden yang tidak diinginkan.
“Tidak ada toleransi terhadap aspek keselamatan pekerja, keamanan fasilitas, maupun perlindungan lingkungan dalam setiap kegiatan operasional perusahaan,” tegasnya. Komitmen ini selaras dengan upaya Pertamina dalam memperluas penggunaan energi bersih, seperti pemasangan panel surya (PLTS) di berbagai fasilitas operasional untuk mengurangi emisi karbon.
Manajer AFT Ngurah Rai, I Komang Susila Gosa, turut menjelaskan bahwa kualitas avtur adalah aspek krusial yang tidak bisa dinegosiasikan. Pihaknya menjalankan protokol pengecekan rutin mulai dari tahap penerimaan produk dari kapal tanker, penyimpanan di tangki besar, hingga proses penyaluran ke pesawat (into-plane service). Pengujian visual dan spesifikasi produk dilakukan secara berlapis untuk menjamin bahwa tidak ada kontaminan yang masuk ke dalam sistem bahan bakar pesawat.
Sinergi Energi dan Kebangkitan Ekonomi Pariwisata
Sementara itu, Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron, dalam kesempatan terpisah menyampaikan bahwa kelancaran penerbangan memiliki dampak domino terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Bali, sebagai destinasi wisata kelas dunia, sangat bergantung pada kelancaran akses udara untuk mendatangkan wisatawan yang pada akhirnya akan menggerakkan sektor perhotelan, UMKM, dan transportasi lokal.
“Pertamina terus menjaga keandalan pasokan avtur sebagai bagian dari dukungan terhadap mobilitas masyarakat dan pertumbuhan ekonomi nasional. Kesiapan energi penerbangan menjadi faktor penting dalam mendukung kelancaran aktivitas wisata dan bisnis di Bali,” jelas Baron. Sinergi antara pemerintah, pengelola bandara, dan Pertamina diharapkan dapat menciptakan iklim pariwisata yang stabil dan aman bagi semua pihak.
Melalui kesiapan infrastruktur yang mumpuni, pasokan yang melimpah, serta dedikasi tinggi dari para pekerjanya, Pertamina optimistis dapat melewati masa liburan pertengahan tahun ini dengan prestasi nol insiden (zero accident) dan pelayanan maksimal kepada seluruh pengguna jasa penerbangan.
Kesimpulan dan Harapan Kedepan
Kunjungan Komisaris Utama Pertamina ke AFT Ngurah Rai ini menjadi sinyal positif bagi industri penerbangan tanah air. Kehadiran pimpinan tertinggi di lapangan membuktikan bahwa Pertamina tidak main-main dalam urusan pelayanan publik. Dengan ketersediaan stok avtur yang terjaga di angka aman, masyarakat kini tidak perlu khawatir untuk merencanakan perjalanan liburan mereka ke Bali.
Diharapkan, langkah-langkah preventif ini dapat terus dipertahankan tidak hanya pada masa liburan, tetapi juga dalam operasional harian. Bali, yang terus bertransformasi menjadi pusat pertemuan internasional dan wisata premium, membutuhkan jaminan energi yang stabil dan berkelanjutan. Pertamina, melalui Pertamina Patra Niaga, berkomitmen untuk terus menjadi tulang punggung bagi energi aviasi Indonesia, menjembatani setiap perjalanan dengan keamanan dan kepastian.