Tragedi Berdarah di Jayapura: Gadis 15 Tahun Tewas Setelah Dibakar Ibu Tiri dalam Cekcok Maut

Rizky Ramadhan | Totonews
20 Jun 2026, 04:41 WIB
Tragedi Berdarah di Jayapura: Gadis 15 Tahun Tewas Setelah Dibakar Ibu Tiri dalam Cekcok Maut

TotoNews — Tanah Papua kembali dikejutkan oleh sebuah peristiwa tragis yang mengiris hati nurani publik. Sebuah perselisihan rumah tangga yang seharusnya bisa diselesaikan dengan kepala dingin justru berakhir menjadi sebuah drama kriminalitas yang mengerikan. Di balik keindahan alam Sentani, tersimpan duka mendalam bagi keluarga DEP, seorang remaja putri berusia 15 tahun yang harus meregang nyawa secara tragis di tangan orang terdekatnya sendiri.

Peristiwa memilukan ini terjadi di Kabupaten Jayapura, di mana seorang ibu tiri berinisial DY (67) diduga kuat telah melakukan tindakan di luar batas kemanusiaan dengan membakar anak tirinya hidup-hidup. Kejadian ini menambah catatan kelam dalam rentetan kasus kekerasan dalam rumah tangga yang berujung pada hilangnya nyawa di wilayah hukum Polda Papua. Tim TotoNews mencoba menelusuri kronologi dan fakta-fakta menyedihkan di balik kasus yang kini tengah ditangani secara intensif oleh aparat kepolisian setempat.

Baca Juga

Penantian 25 Tahun Berakhir: Jalan Nyikambang Cilegon Segera Dibangun Melalui Program ‘Bang Andra’

Penantian 25 Tahun Berakhir: Jalan Nyikambang Cilegon Segera Dibangun Melalui Program ‘Bang Andra’

Kronologi Malam Maut di Kedai Pinang

Berdasarkan informasi yang dihimpun oleh tim redaksi TotoNews, kejadian bermula pada sebuah malam yang seharusnya tenang di Kampung Nolokla, Distrik Sentani Timur. Tepatnya pada Sabtu, 6 Juni, sekitar pukul 22.40 WIT, suasana di sebuah kedai pinang yang berlokasi di pinggir jalan menuju kawasan wisata Kalkhote berubah menjadi sangat mencekam. Kedai yang biasanya menjadi tempat interaksi sosial warga sekitar itu justru menjadi saksi bisu terjadinya aksi pembakaran yang brutal.

Kapolres Jayapura melalui Kasat Reskrim AKP Axel Panggabean menjelaskan bahwa insiden ini dipicu oleh pertengkaran mulut antara korban dan pelaku. Belum diketahui secara pasti apa yang menjadi akar permasalahan dari cekcok tersebut, namun emosi yang meluap dari pihak DY membuatnya gelap mata. Dalam kondisi emosi yang tidak stabil, wanita lansia tersebut diduga mengambil bahan bakar yang berada di sekitar lokasi, menyiramkannya ke tubuh mungil DEP, dan menyulutkan api.

Baca Juga

Diplomasi Energi Pecah: Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS Pasca Kesepakatan Damai Bersejarah

Diplomasi Energi Pecah: Kapal Tanker Iran Tembus Blokade AS Pasca Kesepakatan Damai Bersejarah

Seketika, api menjalar dengan sangat cepat, melahap pakaian dan kulit remaja malang tersebut. Teriakan kesakitan memecah keheningan malam di Sentani Timur, sementara pelaku dikabarkan hanya terdiam melihat kobaran api yang membakar korban. Kejadian ini menyentak warga sekitar yang tidak menyangka bahwa konflik keluarga bisa berujung pada tindakan yang sangat ekstrem.

Upaya Heroik Korban untuk Bertahan Hidup

Di tengah kobaran api yang menyiksa tubuhnya, DEP tidak menyerah begitu saja. Remaja berusia 15 tahun tersebut menunjukkan insting bertahan hidup yang luar biasa. Sambil menahan rasa sakit yang tak terbayangkan, ia berlari mencari sumber air terdekat untuk memadamkan api yang melekat di tubuhnya. DEP akhirnya menceburkan diri ke dalam sebuah kolam penampungan air sebagai upaya terakhir untuk menyelamatkan nyawanya.

Baca Juga

Tragedi Ciheulet: Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan Pelajar di Bogor Setelah Temukan Seragam Korban

Tragedi Ciheulet: Polisi Buru Pelaku Pengeroyokan Pelajar di Bogor Setelah Temukan Seragam Korban

Warga yang melihat kejadian tersebut segera memberikan pertolongan dan melarikan korban ke Rumah Sakit Dian Harapan untuk mendapatkan perawatan medis darurat. Kondisi luka bakar yang diderita korban dilaporkan sangat serius, mencakup persentase yang besar dari luas permukaan tubuhnya. Selama 12 hari, DEP berjuang melawan maut di ruang perawatan intensif, didampingi oleh tim medis yang berusaha maksimal melakukan stabilisasi kondisi fisiknya.

Namun, takdir berkata lain. Setelah menjalani masa kritis yang panjang dan menyakitkan, DEP akhirnya dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit. Komplikasi akibat luka bakar yang parah serta potensi infeksi sistemik disinyalir menjadi penyebab utama kegagalan fungsi organ tubuhnya. Kepergian DEP meninggalkan duka yang mendalam bagi rekan-rekan dan keluarganya yang tidak menyangka hubungan anak dan ibu tiri tersebut akan berakhir di Rumah Sakit Dian Harapan dengan cara seperti ini.

Baca Juga

Haru di Soekarno-Hatta: Kisah Kepulangan 9 Relawan Global Sumud Flotilla Usai Lewati Masa Kelam di Tahanan Israel

Haru di Soekarno-Hatta: Kisah Kepulangan 9 Relawan Global Sumud Flotilla Usai Lewati Masa Kelam di Tahanan Israel

Penyidikan Intensif Polres Jayapura

Menanggapi kasus ini, Satuan Reserse Kriminal Polres Jayapura bergerak cepat. Sejumlah saksi mata yang berada di lokasi kejadian serta keluarga dekat korban telah dimintai keterangan untuk menyusun konstruksi hukum yang kuat. AKP Axel Panggabean menegaskan bahwa pihak kepolisian berkomitmen untuk mengusut tuntas kasus ini secara profesional dan transparan sesuai dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

“Kami telah mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi dan mengamankan barang bukti di tempat kejadian perkara. Peristiwa ini bermula dari pertengkaran, namun tindakan penyiraman bahan bakar hingga pembakaran adalah murni tindak pidana yang sangat berat,” tegas AKP Axel dalam keterangan resminya kepada media. Pelaku DY saat ini telah diamankan untuk menjalani proses pemeriksaan lebih lanjut guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Penyidik juga tengah mendalami apakah ada unsur perencanaan dalam tindakan tersebut ataukah murni karena dorongan emosi sesaat. Pasal-pasal berlapis mengenai penganiayaan berat yang mengakibatkan kematian serta Undang-Undang Perlindungan Anak kemungkinan besar akan disangkakan kepada pelaku, mengingat usia korban yang masih di bawah umur.

Dampak Psikologis dan Sosial di Masyarakat

Tragedi ini memicu perbincangan luas di kalangan masyarakat Jayapura mengenai pentingnya manajemen emosi dan perlindungan terhadap anak-anak dalam lingkungan keluarga. Banyak pihak menyayangkan mengapa konflik internal keluarga harus berujung pada tindakan kriminalitas di Jayapura yang begitu sadis. Kasus ini juga menjadi pengingat bagi para orang tua dan pendamping untuk lebih peka terhadap dinamika hubungan dalam keluarga, terutama antara anak dan orang tua tiri.

Tokoh masyarakat setempat menyerukan agar ada pembinaan sosial yang lebih masif untuk mencegah terjadinya kekerasan serupa di masa depan. Lingkungan sosial diharapkan tidak hanya diam ketika melihat ada konflik yang berpotensi membahayakan nyawa, melainkan aktif melakukan mediasi atau melaporkannya kepada pihak berwajib sebelum terlambat.

Langkah Hukum Selanjutnya

Dengan meninggalnya DEP, status hukum kasus ini kini meningkat menjadi kasus penganiayaan yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang. Tim penyidik TotoNews melaporkan bahwa kepolisian akan melakukan gelar perkara untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya dalam proses hukum terhadap DY. Masyarakat luas kini memantau jalannya kasus ini dengan harapan keadilan dapat ditegakkan setegak-tegaknya bagi almarhumah DEP.

Kasus ini menjadi cerminan bahwa hukum pidana harus bertindak tegas terhadap siapapun yang dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, tanpa memandang status hubungan keluarga. Kehilangan seorang remaja yang masih memiliki masa depan panjang adalah kerugian besar bagi masyarakat Papua secara keseluruhan. TotoNews akan terus memantau perkembangan kasus ini hingga proses persidangan demi memastikan transparansi informasi bagi publik.

Diharapkan dengan adanya tindakan hukum yang tegas, kejadian serupa tidak akan pernah terulang kembali di masa yang akan datang. Edukasi mengenai bahaya kekerasan dan pentingnya perlindungan anak harus terus digalakkan di setiap lini kehidupan masyarakat, mulai dari tingkat kampung hingga perkotaan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *