Misi Besar Sepak Bola Nasional: Erick Thohir Laporkan Kesiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026 kepada Presiden Prabowo

Rizky Ramadhan | Totonews
19 Jun 2026, 18:43 WIB
Misi Besar Sepak Bola Nasional: Erick Thohir Laporkan Kesiapan Indonesia Jadi Tuan Rumah FIFA ASEAN Cup 2026 kepada Pres

TotoNews — Di tengah atmosfer sejuk perbukitan Hambalang, Jawa Barat, sebuah pertemuan strategis berlangsung yang menandai babak baru bagi masa depan olahraga tanah air. Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) sekaligus Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, bersama juru taktik Timnas Indonesia, John Herdman, melakukan audiensi langsung dengan Presiden Prabowo Subianto di kediaman pribadinya. Pertemuan ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan membawa misi besar: memantapkan langkah Indonesia untuk terpilih sebagai tuan rumah ajang bergengsi FIFA ASEAN Cup 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Erick Thohir menyampaikan laporan komprehensif mengenai respons positif yang diberikan oleh federasi sepak bola dunia, FIFA, terkait ambisi Indonesia. Kepercayaan internasional terhadap kemampuan Indonesia dalam menyelenggarakan turnamen skala besar tampaknya kian menguat, menyusul kesuksesan berbagai ajang internasional yang sebelumnya pernah digelar di bumi pertiwi. Kabar ini disambut dengan antusiasme tinggi oleh Presiden Prabowo, yang sejak awal kepemimpinannya memang menaruh perhatian besar pada pengembangan sepak bola nasional.

Baca Juga

Perkuat Operasional Satgas, BPA Serahkan Aset Rampasan Koruptor di Jakarta Selatan ke Jampidsus

Perkuat Operasional Satgas, BPA Serahkan Aset Rampasan Koruptor di Jakarta Selatan ke Jampidsus

Dukungan Penuh Kepresidenan dan Sinyal Hijau dari FIFA

Erick Thohir mengungkapkan bahwa FIFA telah memberikan indikasi kuat bahwa Indonesia berada dalam posisi tawar yang sangat menguntungkan untuk menjadi salah satu tuan rumah turnamen yang direncanakan berlangsung pada periode September hingga Oktober tahun ini. Progres ini menjadi angin segar bagi publik pecinta bola di tanah air yang merindukan aksi-aksi kelas dunia di stadion-stadion kebanggaan mereka.

“Untuk sektor sepak bola sendiri, saya tadi melaporkan secara detail bahwa sudah ada respons yang sangat positif dari FIFA mengenai Indonesia menjadi salah satu kandidat utama tuan rumah FIFA ASEAN di bulan September-Oktober tahun ini,” ujar Erick Thohir kepada awak media seusai pertemuan di Hambalang, Jumat (19/6/2026). Kehadiran John Herdman dalam pertemuan tersebut juga menegaskan bahwa persiapan teknis di lapangan hijau berjalan selaras dengan lobi-lobi diplomatik di tingkat atas.

Baca Juga

Skandal Hanania Travel: Bos Jadi Tersangka, Uang Jemaah Miliaran Rupiah Diduga Mengalir ke Influencer

Skandal Hanania Travel: Bos Jadi Tersangka, Uang Jemaah Miliaran Rupiah Diduga Mengalir ke Influencer

Lebih lanjut, Erick menekankan bahwa dukungan dari pucuk pimpinan negara menjadi kunci utama dalam memenangkan pencalonan ini. Presiden Prabowo Subianto, menurut Erick, telah berkomitmen untuk memberikan dukungan penuh melalui jalur birokrasi internasional. Presiden dijadwalkan akan menyiapkan surat dukungan resmi pemerintah yang akan dikirimkan langsung kepada FIFA sebagai bentuk jaminan bahwa negara hadir sepenuhnya untuk menyukseskan gelaran tersebut.

Sinergi Lintas Kementerian: Membangun Ekosistem Turnamen Standar Dunia

Menyelenggarakan turnamen di bawah payung FIFA bukanlah perkara mudah. Standar yang ditetapkan sangat ketat, mencakup aspek keamanan, kenyamanan, hingga regulasi keuangan dan kesehatan. Menyadari hal tersebut, Erick Thohir bergerak cepat untuk melakukan koordinasi dengan berbagai kementerian terkait guna memastikan semua aspek terpenuhi tanpa celah.

Baca Juga

Diplomasi Selat Hormuz: Trump Klaim Xi Jinping Turun Tangan Redakan Krisis Energi Dunia

Diplomasi Selat Hormuz: Trump Klaim Xi Jinping Turun Tangan Redakan Krisis Energi Dunia

Persiapan menuju status tuan rumah ini membutuhkan apa yang disebut sebagai “Government Approval” yang menyeluruh. Beberapa poin krusial yang dibahas dalam pertemuan tersebut meliputi:

  • Kementerian Keuangan: Berkaitan dengan regulasi perpajakan bagi penyelenggara internasional serta alokasi anggaran infrastruktur pendukung.
  • Kementerian Kesehatan: Penyiapan fasilitas medis standar FIFA di setiap stadion dan protokol kesehatan bagi para atlet maupun penonton.
  • Kementerian Hukum dan HAM: Terkait dengan kemudahan proses imigrasi bagi delegasi dan tim dari mancanegara.

“Saya diminta segera mengomunikasikan rencana ini ke seluruh jajaran kementerian. Kejuaraan resmi FIFA memerlukan persetujuan dari Menteri Keuangan mengenai aspek pajak, Menteri Kesehatan mengenai standar pelayanan medis, dan sektor lainnya. Inilah bentuk dukungan nyata yang sedang kita bangun bersama agar Timnas Indonesia bisa bermain di rumah sendiri dengan dukungan fasilitas terbaik,” tambah sosok yang juga pernah menjabat sebagai Presiden Inter Milan tersebut.

Baca Juga

Misteri Pocong di Pasir Putih Depok Ternyata Hoax, Polisi Pastikan Situasi Aman Terkendali

Misteri Pocong di Pasir Putih Depok Ternyata Hoax, Polisi Pastikan Situasi Aman Terkendali

Visi John Herdman dan Ambisi Piala Dunia 2030

Kehadiran pelatih John Herdman dalam pertemuan di Hambalang memberikan dimensi naratif yang menarik. Herdman, yang dikenal dengan visi taktisnya yang modern, tidak hanya berbicara soal strategi memenangkan FIFA ASEAN Cup, tetapi juga tentang proyeksi jangka panjang sepak bola Indonesia. Dalam diskusi tersebut, terselip harapan besar untuk membawa skuad Garuda menembus kancah Piala Dunia 2030.

Bagi Erick Thohir dan Herdman, menjadi tuan rumah FIFA ASEAN Cup 2026 adalah batu loncatan yang sangat krusial. Selain memberikan keuntungan sebagai tuan rumah dalam hal dukungan suporter, ajang ini menjadi tempat pembuktian bahwa manajemen PSSI dan infrastruktur nasional sudah siap untuk level yang lebih tinggi. Pemanasan di level regional dengan standar FIFA akan mengasah mentalitas pemain serta kesiapan panitia penyelenggara lokal.

Dampak Ekonomi dan Kebanggaan Nasional

Di luar urusan skor di lapangan, terpilihnya Indonesia sebagai tuan rumah diprediksi akan memberikan dampak berganda (multiplier effect) bagi ekonomi nasional. Sektor pariwisata, perhotelan, hingga UMKM di sekitar lokasi pertandingan dipastikan akan bergeliat seiring dengan kedatangan ribuan suporter dari negara-negara tetangga. Hal ini sejalan dengan visi Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan olahraga sebagai salah satu instrumen penggerak ekonomi kreatif.

Masyarakat kini menantikan pengumuman resmi dari FIFA dalam beberapa minggu ke depan. Optimisme terpancar kuat dari raut wajah Erick Thohir. Ia yakin bahwa dengan modal keberhasilan Indonesia menyelenggarakan Piala Dunia U-17 sebelumnya, FIFA tidak akan ragu untuk kembali menunjuk Indonesia sebagai pusat gravitasi sepak bola di Asia Tenggara.

“Mudah-mudahan dalam beberapa minggu ke depan, setelah FIFA memastikan secara resmi, kita bisa merayakannya bersama. Saya sangat yakin, dengan dukungan penuh dari Bapak Presiden dan kerja keras seluruh kementerian, Indonesia akan mendapatkan kesempatan emas ini. Saatnya kita tunjukkan bahwa Indonesia bukan hanya pasar sepak bola, tapi juga pusat prestasi dan penyelenggaraan olahraga dunia,” pungkas Erick Thohir mengakhiri keterangannya.

Dengan semangat yang dibawa dari Hambalang, Indonesia kini berada di garis depan untuk membuktikan diri. Perjalanan menuju FIFA ASEAN Cup 2026 bukan sekadar tentang memperebutkan trofi, melainkan tentang meneguhkan harga diri bangsa di kancah internasional melalui sepak bola.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *