Tragedi Sunyi di Unyur: Enam Hari Sang Istri Temani Jasad Suami yang Membusuk dalam Keheningan

Rizky Ramadhan | Totonews
18 Jun 2026, 12:42 WIB
Tragedi Sunyi di Unyur: Enam Hari Sang Istri Temani Jasad Suami yang Membusuk dalam Keheningan

TotoNews — Sebuah aroma tidak sedap yang menusuk hidung menjadi awal terungkapnya sebuah tragedi memilukan di tengah pemukiman padat penduduk Kelurahan Unyur, Kota Serang, Banten. Di balik pintu sebuah rumah yang tampak tenang, tersimpan sebuah kenyataan pahit yang mengguncang nurani siapa pun yang mendengarnya: seorang wanita lanjut usia berinisial S, tetap setia berada di samping jasad suaminya yang telah membusuk selama hampir sepekan.

Peristiwa ini bukan sekadar penemuan mayat biasa, melainkan sebuah potret kesedihan mendalam tentang isolasi sosial dan kondisi kesehatan mental. Sang suami, berinisial I yang berusia 68 tahun, ditemukan terbujur kaku di dalam kamar tidurnya. Namun, yang membuat bulu kuduk merinding sekaligus menyayat hati adalah kehadiran sang istri, S, yang diduga mengalami gangguan jiwa (ODGJ), tetap berdiam diri di dalam rumah tersebut tanpa melaporkan kepergian pasangannya kepada siapa pun.

Baca Juga

Skandal di RSUD Cileungsi: Oknum Satpam Gasak Motor Karyawan, Siasat Licin Terbongkar Berkat CCTV

Skandal di RSUD Cileungsi: Oknum Satpam Gasak Motor Karyawan, Siasat Licin Terbongkar Berkat CCTV

Aroma Tak Sedap yang Menguak Misteri

Penemuan jasad I bermula dari kecurigaan keluarga dan warga sekitar yang sudah beberapa hari tidak melihat aktivitas dari pasangan lansia tersebut. Pada Rabu pagi, sekitar pukul 08.00 WIB, adik ipar korban bersama seorang tetangga memutuskan untuk mendatangi rumah tersebut. Langkah mereka terhenti sejenak saat mendekati pintu masuk; sebuah bau menyengat yang sangat khas mulai tercium dari celah-celah ventilasi.

Perasaan was-was menyelimuti mereka saat mencoba mengetuk pintu namun tidak mendapat jawaban berarti. Begitu pintu berhasil dibuka, pemandangan di dalam rumah sungguh di luar dugaan. Di tengah suasana rumah yang pengap, mereka menemukan S sedang berada di sana, sementara jasad suaminya sudah berada dalam kondisi yang sangat memprihatinkan. Bau busuk yang memenuhi ruangan menegaskan bahwa kematian telah terjadi beberapa hari sebelumnya.

Baca Juga

Ketegangan Selat Hormuz: Trump Ancam ‘Hapus’ Sisa Armada Iran di Tengah Blokade Ketat

Ketegangan Selat Hormuz: Trump Ancam ‘Hapus’ Sisa Armada Iran di Tengah Blokade Ketat

Kanit Bhabinkamtibmas Polsek Serang Kota, Iptu Irwan, memberikan konfirmasi mengenai rentang waktu kejadian ini. Berdasarkan keterangan saksi dan kondisi fisik jenazah, diduga kuat korban telah meninggal dunia sekitar enam hari yang lalu. “Enam hari lalu, saksi sempat menengok keberadaan korban dan sudah melihatnya tergeletak, namun baru benar-benar dipastikan kondisinya baru-baru ini,” ujar Irwan dalam keterangannya kepada TotoNews.

Kesetiaan dalam Kabut Gangguan Kejiwaan

Salah satu elemen paling tragis dalam laporan penemuan mayat ini adalah kondisi kejiwaan sang istri. S ditemukan dalam keadaan linglung dan seolah tidak menyadari sepenuhnya bahwa belahan jiwanya telah tiada. Selama enam hari, ia hidup berdampingan dengan aroma kematian tanpa rasa takut yang normal, sebuah indikasi kuat adanya masalah pada kesehatan mentalnya.

Baca Juga

Guncangan Gempa Magnitudo 4,6 Getarkan Pangandaran: Analisis Mendalam dan Langkah Mitigasi Pesisir Selatan Jawa Barat

Guncangan Gempa Magnitudo 4,6 Getarkan Pangandaran: Analisis Mendalam dan Langkah Mitigasi Pesisir Selatan Jawa Barat

Warga yang menyaksikan proses evakuasi mengaku sangat terpukul. Bagaimana mungkin dalam lingkungan yang seharusnya saling mengenal, ada sebuah rumah yang menyimpan duka sedalam itu selama berhari-hari tanpa terdeteksi? Fenomena ini menggarisbawahi tantangan besar bagi lansia yang hidup berdua saja, terlebih jika salah satunya memiliki keterbatasan mental.

Pihak kepolisian segera berkoordinasi dengan layanan Call Center Polri 110 sesaat setelah laporan masuk. Petugas dari Polresta Serang Kota langsung dikerahkan untuk mengamankan lokasi kejadian perkara (TKP) guna menghindari kerumunan warga yang penasaran sekaligus menjaga integritas area investigasi.

Dugaan Penyebab Kematian dan Riwayat Penyakit

Kapolsek Serang, AKP Zaeni Aji Bakhtiar, menjelaskan bahwa saat ditemukan, posisi jasad I berada di atas tempat tidur dengan tubuh yang terselimuti rapi. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan yang menonjol pada pemeriksaan awal, namun kondisi jenazah yang sudah mulai mengalami pembusukan memerlukan pemeriksaan medis yang lebih mendalam.

Baca Juga

Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Pimpinan DPRD DKI: Pastikan Layanan Prima Sebelum Harga Naik

Wacana Kenaikan Tarif Transjakarta, Pimpinan DPRD DKI: Pastikan Layanan Prima Sebelum Harga Naik

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari pihak keluarga dan tetangga dekat, korban diketahui memiliki riwayat penyakit menahun. “Korban I diketahui memiliki riwayat penyakit diabetes. Hal ini diduga menjadi faktor utama penyebab kematian korban, mengingat usianya yang juga sudah lanjut,” ungkap AKP Zaeni. Penyakit gula yang tidak terkontrol pada lansia seringkali berujung pada komplikasi fatal jika tidak mendapatkan perawatan medis yang intensif.

Meskipun dugaan awal mengarah pada kematian alami akibat penyakit, pihak kepolisian tidak mau berspekulasi secara prematur. Prosedur standar operasional tetap dijalankan secara ketat untuk memastikan tidak ada unsur pidana dalam kejadian ini.

Proses Evakuasi dan Investigasi Forensik

Suasana di kawasan Kelurahan Unyur sempat mencekam saat Tim Identifikasi Satreskrim Polresta Serang Kota tiba di lokasi. Petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap mulai melakukan olah TKP untuk mengumpulkan bukti-bukti awal. Di sisi lain, Tim Forensik RS Bhayangkara Polda Banten juga dilibatkan untuk menangani jenazah yang sudah mengalami perubahan fisik tersebut.

Jenazah I kemudian dievakuasi menggunakan ambulans menuju RS Bhayangkara Polda Banten. Di sana, akan dilakukan pemeriksaan luar dan, jika diperlukan, autopsi untuk mendapatkan kepastian medis mengenai kapan dan mengapa korban menghembuskan napas terakhirnya. Sementara itu, sang istri, S, direncanakan akan mendapatkan penanganan medis dan psikologis lebih lanjut mengingat kondisinya yang sangat terguncang.

“Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik. Langkah cepat ini diambil agar situasi kamtibmas di lingkungan sekitar tetap kondusif dan keluarga mendapatkan jawaban pasti atas musibah ini,” tambah AKP Zaeni.

Pesan Sosial: Pentingnya Kepedulian Antar-Tetangga

Tragedi yang terjadi di Kota Serang ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat perkotaan akan pentingnya kepedulian terhadap tetangga, terutama mereka yang sudah lanjut usia atau hidup dalam keterbatasan. Isolasi sosial seringkali menjadi tembok pembatas yang mencegah bantuan datang tepat waktu.

Pihak Polresta Serang Kota mengimbau masyarakat untuk lebih aktif memanfaatkan layanan bantuan polisi. Jika melihat sesuatu yang mencurigakan atau mengetahui adanya warga yang memerlukan bantuan mendesak, segera hubungi Call Center 110. Kecepatan informasi bisa menjadi pembeda antara keselamatan dan tragedi.

Ke depan, diharapkan peran pengurus RT dan RW dalam memantau kondisi warganya, khususnya para lansia yang tinggal tanpa pendampingan anak atau keluarga produktif, dapat lebih ditingkatkan. Jangan sampai keheningan di balik tembok rumah berubah menjadi duka yang tak terkatakan, seperti yang dialami oleh keluarga di Kelurahan Unyur ini.

  • Selalu periksa kondisi tetangga lansia secara berkala.
  • Laporkan segera jika mencium aroma asing atau melihat perubahan perilaku di lingkungan sekitar.
  • Gunakan fasilitas negara seperti Call Center 110 untuk pelaporan cepat.
  • Berikan dukungan moral bagi keluarga yang memiliki anggota ODGJ agar tidak merasa terisolasi.

Kini, rumah di Unyur tersebut telah dipasangi garis polisi. Namun, gaung dari kisah ini diharapkan terus bergema sebagai pelajaran berharga bagi kita semua tentang arti penting sebuah sapaan sederhana di pagi hari, yang mungkin bisa menyelamatkan satu nyawa atau setidaknya memastikan seseorang tidak harus pergi dalam kesunyian yang mencekam.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *