Ketegangan Selat Hormuz: Trump Ancam ‘Hapus’ Sisa Armada Iran di Tengah Blokade Ketat

Rizky Ramadhan | Totonews
13 Apr 2026, 23:44 WIB
Ketegangan Selat Hormuz: Trump Ancam 'Hapus' Sisa Armada Iran di Tengah Blokade Ketat

TotoNews — Tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah kembali mencapai titik didih yang mengkhawatirkan. Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka melontarkan ancaman mematikan untuk menghancurkan kapal-kapal militer Iran yang mencoba mendekati wilayah blokade angkatan laut AS di Selat Hormuz. Peringatan keras ini muncul tepat ketika komunitas internasional tengah berupaya keras meredam konflik melalui jalur diplomasi.

Retorika Keras di Tengah Kebuntuan Diplomatik

Berdasarkan laporan yang dihimpun tim redaksi pada Senin (13/4/2026), militer Amerika Serikat telah menetapkan jadwal dimulainya blokade total pada pukul 14.00 GMT. Kebijakan ini menyasar seluruh kapal yang berencana meninggalkan ataupun berlabuh di pelabuhan-pelabuhan utama Iran. Meski batas waktu tersebut telah terlewati tanpa pengumuman resmi mengenai tindakan militer langsung, atmosfer di perairan strategis tersebut tetap mencekam.

Baca Juga

Insiden Ban Pecah di KM 46 Tol Jagorawi, Truk Pengangkut Telur Terguling Hingga Muatan Tumpah Ruah

Insiden Ban Pecah di KM 46 Tol Jagorawi, Truk Pengangkut Telur Terguling Hingga Muatan Tumpah Ruah

Melalui saluran media sosial pribadinya, Trump menegaskan bahwa kekuatan maritim Teheran sebagian besar telah dilumpuhkan dalam rangkaian perang yang berkecamuk. Namun, ia tidak memberikan ruang kompromi bagi unit kecil yang tersisa. Jika “kapal serang cepat” milik Iran berani menantang blokade, Trump bersumpah mereka akan segera “dihapus” dari peta maritim.

Gagalnya Misi JD Vance dan Nasib Gencatan Senjata

Langkah ekstrem ini merupakan buntut dari kegagalan misi diplomatik tingkat tinggi. Wakil Presiden AS, JD Vance, baru saja kembali dari Pakistan setelah pertemuan dengan pejabat tinggi Iran berakhir tanpa titik temu. Negosiasi tersebut sejatinya bertujuan mengakhiri perang yang dipicu oleh serangan besar-besaran pada 28 Februari lalu.

Baca Juga

Skandal Pencucian Uang Ko Erwin: Bareskrim Polri Periksa Eks Kapolres Bima dan Jajaran Terkait Aliran Dana Narkoba

Skandal Pencucian Uang Ko Erwin: Bareskrim Polri Periksa Eks Kapolres Bima dan Jajaran Terkait Aliran Dana Narkoba

Padahal, kedua belah pihak sempat menyepakati gencatan senjata selama dua pekan untuk memberi ruang bagi para mediator. Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, mengungkapkan bahwa upaya penyelesaian masalah yang belum tuntas masih terus diperjuangkan. “Gencatan senjata secara teknis masih berlaku, dan kami sedang bekerja penuh untuk mencari solusi damai,” ujarnya dalam sebuah rapat kabinet di Islamabad.

Reaksi Internasional dan Guncangan Pasar Global

Dunia tidak tinggal diam melihat eskalasi di Selat Hormuz. Sekretaris Jenderal Organisasi Maritim Internasional (IMO), Arsenio Dominguez, mengingatkan dengan tegas bahwa tidak ada negara yang berhak melarang hak lintas damai di selat internasional yang menjadi urat nadi perdagangan dunia. Senada dengan itu, Qatar mendesak agar jalur maritim tidak dijadikan instrumen tekanan politik yang bisa merugikan banyak pihak.

Baca Juga

Puan Maharani Tekankan Etika Berpolitik: Kritik Harus Santun dan Membangun Demi Demokrasi Sehat

Puan Maharani Tekankan Etika Berpolitik: Kritik Harus Santun dan Membangun Demi Demokrasi Sehat

Dampak dari ancaman Trump dan blokade ini langsung terasa di sektor ekonomi. Berikut adalah beberapa poin krusial yang terjadi di lapangan:

  • Lonjakan Harga Minyak: Setelah sempat stabil, harga minyak mentah dunia meroket hingga 8 persen dalam waktu singkat akibat kekhawatiran gangguan pasokan.
  • Navigasi Terbatas: Iran mulai menutup akses selat bagi kapal-kapal yang dianggap musuh, namun tetap memberikan lampu hijau bagi sekutu strategisnya seperti China.
  • Ketidakpastian Logistik: Banyak perusahaan perkapalan internasional kini meninjau ulang rute mereka untuk menghindari zona konflik.

Kini, mata dunia tertuju pada koordinat Selat Hormuz. Apakah retorika Donald Trump akan berubah menjadi aksi militer nyata, ataukah diplomasi menit-menit terakhir mampu mendinginkan suasana sebelum kapal-kapal tersebut benar-benar berhadapan di garis depan?

Baca Juga

Kritisi Keterlibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Kembalikan ke Tupoksi Pertahanan

Kritisi Keterlibatan TNI dalam Pembekalan LPDP, TB Hasanuddin: Kembalikan ke Tupoksi Pertahanan
Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *