Misteri Air Hitam Situ Bahar Depok: Menanti Ketegasan DLHK Menindak Perusahaan Nakal

Rizky Ramadhan | Totonews
14 Jun 2026, 18:42 WIB
Misteri Air Hitam Situ Bahar Depok: Menanti Ketegasan DLHK Menindak Perusahaan Nakal

TotoNews — Wajah muram menyelimuti Situ Bahar yang terletak di kawasan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat. Danau yang seharusnya menjadi oase hijau di tengah hiruk-pikuk kota kini berubah drastis menjadi hamparan air berwarna hitam pekat yang mengeluarkan aroma tidak sedap. Kondisi ini memicu keresahan mendalam di kalangan warga sekitar dan para pemerhati lingkungan yang melihat pencemaran lingkungan ini sebagai ancaman serius bagi ekosistem lokal.

Fenomena Air Hitam yang Meresahkan Warga

Pemandangan kontras terlihat jelas di Situ Bahar belakangan ini. Aliran air yang biasanya tenang kini nampak keruh dan gelap, menyerupai limbah oli yang menggenang. Tidak hanya soal visual, bau menyengat yang menusuk hidung juga menjadi keluhan utama masyarakat yang melintas maupun tinggal di sekitar area tersebut. Fenomena ini bukanlah hal baru, namun belakangan ini kondisinya dilaporkan semakin memburuk hingga viral di berbagai platform media sosial.

Baca Juga

Waspada Sindikat Situs Imigrasi Palsu: Panduan Lengkap Keamanan Dokumen dan Biaya Penggantian Paspor

Waspada Sindikat Situs Imigrasi Palsu: Panduan Lengkap Keamanan Dokumen dan Biaya Penggantian Paspor

Dalam sebuah video yang beredar luas di jagat maya, terlihat jelas bagaimana perubahan warna air tersebut terjadi secara signifikan. Narasi yang berkembang di masyarakat menyebutkan bahwa kondisi Situ Bahar yang tercemar ini sebenarnya sudah berlangsung selama bertahun-tahun tanpa ada solusi permanen yang tuntas. Hal ini memicu pertanyaan besar mengenai efektivitas pengawasan terhadap industri-industri yang beroperasi di sekitar daerah aliran sungai yang bermuara ke situ tersebut.

Respons Cepat DLHK Kota Depok

Menanggapi polemik yang terus memanas, Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok menyatakan tidak tinggal diam. Kepala Dinas LHK Kota Depok, Reni Siti Nuraeni, mengonfirmasi bahwa pihaknya tengah melakukan investigasi mendalam terkait dugaan pembuangan limbah industri secara ilegal ke badan air. Langkah awal yang diambil adalah melakukan penelusuran terhadap sumber utama pencemar yang menyebabkan air danau berubah warna menjadi hitam.

Baca Juga

Aksi Sigap Tim Patroli Ditsamapta Polda Metro Jaya: Tiga Pemuda Bersenjata Tajam Berhasil Diringkus di Cideng

Aksi Sigap Tim Patroli Ditsamapta Polda Metro Jaya: Tiga Pemuda Bersenjata Tajam Berhasil Diringkus di Cideng

“Kami akan menindaklanjuti kembali persoalan ini dengan berkoordinasi bersama DLH Kabupaten Bogor. Langkah ini sangat krusial karena kita perlu melakukan follow up langsung ke perusahaan-perusahaan yang diduga kuat membuang limbah mereka ke aliran air yang muaranya berakhir di Situ Bahar,” ujar Reni saat memberikan keterangan resmi kepada tim jurnalis.

Kolaborasi Lintas Wilayah demi Kelestarian Danau

Persoalan Situ Bahar memang kompleks karena melibatkan batas administratif antara Kota Depok dan Kabupaten Bogor. Aliran air yang masuk ke danau ini seringkali berasal dari hulu yang berada di wilayah tetangga, sehingga penanganan pencemaran tidak bisa dilakukan secara parsial oleh satu pihak saja. Sinergi antar pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam memutus mata rantai pembuangan limbah ilegal ini.

Baca Juga

Skandal Penipuan Wedding Organizer di Bandung: Ratusan Pengantin Tertipu, Kerugian Capai Rp 2,4 Miliar

Skandal Penipuan Wedding Organizer di Bandung: Ratusan Pengantin Tertipu, Kerugian Capai Rp 2,4 Miliar

Reni menjelaskan bahwa koordinasi ini sebenarnya sudah diupayakan sejak tahun-tahun sebelumnya. Pada tahun 2025, DLHK Depok tercatat telah melayangkan surat resmi kepada Pemerintah Kabupaten Bogor untuk menangani masalah ini secara integratif. Namun, melihat kondisi lapangan yang kembali memburuk, pihak DLHK berkomitmen untuk lebih proaktif dalam melakukan pengawasan dan penindakan tegas di lapangan pada periode tahun ini.

Strategi Pengerukan dan Inventarisasi Limbah Domestik

Selain masalah limbah industri, DLHK Depok juga menyoroti masalah sedimentasi yang sudah sangat parah di Situ Bahar. Penumpukan lumpur dan sampah organik di dasar danau membuat daya tampung air menurun dan mempercepat proses pembusukan yang memicu bau busuk. Untuk mengatasi hal ini, DLHK berencana menggandeng Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) guna melakukan pengerukan skala besar.

Baca Juga

Mencari Sosok ‘Hoegeng Muda’: Perdebatan Sengit Dewan Pakar Menentukan 15 Kandidat Terbaik Hoegeng Awards 2026

Mencari Sosok ‘Hoegeng Muda’: Perdebatan Sengit Dewan Pakar Menentukan 15 Kandidat Terbaik Hoegeng Awards 2026

“Untuk masalah sedimentasi, rencana kami adalah berkoordinasi dengan Dinas PUPR guna melakukan pengerukan dasar situ. Langkah ini diharapkan dapat mengembalikan kedalaman ideal danau dan memperbaiki sirkulasi air,” tambah Reni. Selain itu, faktor limbah domestik dari pemukiman warga juga menjadi perhatian serius. Pihak dinas akan melakukan inventarisasi sumber-sumber limbah rumah tangga untuk memastikan bahwa air sisa aktivitas warga diolah terlebih dahulu sebelum dialirkan ke badan air.

Mengincar Perusahaan Nakal di Sekitar Lokasi

Ketegasan pemerintah dalam menegakkan regulasi lingkungan hidup kini sedang diuji. DLHK Depok menegaskan bahwa mereka telah mengantongi daftar potensi sumber pencemar utama di sekitar lokasi. Perusahaan-perusahaan yang terbukti melanggar aturan pembuangan limbah cair akan menghadapi sanksi berat sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Pengawasan ketat akan diberlakukan, tidak hanya kepada perusahaan yang diduga melanggar, tetapi juga kepada seluruh pelaku industri di kawasan tersebut.

“Potensi sumber pencemarnya sudah teridentifikasi dan informasi tersebut telah kami proses. Kami ingin memastikan bahwa seluruh perusahaan di sekitar lokasi situ tetap patuh dan taat pada aturan lingkungan yang ada. Tidak ada toleransi bagi siapapun yang merusak ekosistem demi keuntungan pribadi atau golongan,” tegas Reni dengan nada bicara yang lugas.

Urgensi Penyelamatan Ekosistem Perkotaan

Pencemaran di Situ Bahar merupakan cermin dari tantangan besar pengelolaan lingkungan di wilayah urban. Situ atau danau kecil memiliki fungsi vital sebagai daerah tangkapan air (parkir air) untuk mencegah banjir, sekaligus sebagai paru-paru kota yang menjaga mikro-klimat tetap sejuk. Jika situ-situ di Depok dibiarkan tercemar, maka kualitas hidup warga secara keseluruhan akan ikut menurun.

Masyarakat berharap agar janji penindakan dari DLHK ini bukan sekadar retorika belaka. Dibutuhkan konsistensi dalam melakukan pemantauan kualitas air secara berkala dan transparansi dalam proses hukum bagi para perusak lingkungan. Kelestarian alam Situ Bahar adalah warisan bagi generasi mendatang yang tidak boleh dikorbankan oleh kelalaian pengawasan masa kini.

Ke depannya, integrasi sistem pemantauan limbah secara real-time mungkin bisa menjadi solusi teknologi yang diterapkan di Depok. Dengan adanya sensor kualitas air yang terhubung langsung ke pusat komando DLHK, setiap perubahan kimiawi air yang mencurigakan dapat segera ditindaklanjuti sebelum dampaknya meluas dan merugikan banyak pihak. Situ Bahar harus kembali menjadi kebanggaan warga Cilodong, bukan menjadi simbol kerusakan lingkungan di jantung Kota Depok.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *