Goresan Sejarah di Universitas Trilogi: Ribuan Mahasiswa Pecahkan Rekor MURI Melalui Sketsa Wajah Soeharto

Rizky Ramadhan | Totonews
24 Jun 2026, 10:42 WIB
Goresan Sejarah di Universitas Trilogi: Ribuan Mahasiswa Pecahkan Rekor MURI Melalui Sketsa Wajah Soeharto

TotoNews — Suasana di pelataran Universitas Trilogi, Jakarta Selatan, mendadak berubah menjadi lautan kreativitas pada Rabu, 24 Juni 2026. Ribuan pasang mata tertuju pada kertas-kertas putih yang mulai dihiasi dengan garis-garis tegas nan artistik. Bukan sekadar menggambar biasa, momen ini merupakan sebuah upaya besar dalam mencatatkan sejarah baru di Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) melalui pembuatan sketsa wajah Presiden Republik Indonesia ke-2, Jenderal Besar TNI HM Soeharto, dengan jumlah peserta terbanyak.

Acara yang berlangsung khidmat namun penuh semangat ini digelar bertepatan dengan peringatan hari ulang tahun Pak Harto yang ke-105. Lebih dari 1.000 peserta, yang mayoritas terdiri dari generasi muda dan pelajar, berkumpul dengan mengenakan seragam putih senada. Mereka tampak begitu antusias, memegang pensil dengan penuh konsentrasi, mencoba menangkap detail raut wajah sang “Bapak Pembangunan” di atas kanvas masing-masing. Kegiatan ini bukan hanya soal memecahkan angka, melainkan sebuah refleksi visual terhadap tokoh yang pernah memimpin Indonesia selama lebih dari tiga dekade.

Baca Juga

Fenomena Global Pecinta Anabul: Mengulas 8 Negara dengan Populasi Kucing Peliharaan Terbanyak di Dunia

Fenomena Global Pecinta Anabul: Mengulas 8 Negara dengan Populasi Kucing Peliharaan Terbanyak di Dunia

Sinergi Seni dan Penghormatan Sejarah

Pantauan langsung tim redaksi di lokasi menunjukkan pemandangan yang mengesankan. Gemuruh suara goresan pensil di atas kertas menciptakan harmoni tersendiri di tengah hiruk-pikuk kota Jakarta. Para peserta yang hadir tampaknya telah mempersiapkan diri dengan baik. Beberapa dari mereka terlihat sangat detail saat menggambar senyum khas Pak Harto, sementara yang lain lebih fokus pada ketegasan garis wajah sang jenderal. Melalui Rekor MURI ini, Universitas Trilogi ingin menegaskan posisinya sebagai lembaga pendidikan yang tidak melupakan akar sejarah bangsa.

Selain lomba pembuatan sketsa yang kolosal, agenda ini juga diperkaya dengan kegiatan intelektual berupa Seminar Nasional. Mengusung tema besar “Kepemimpinan Jenderal Besar TNI HM Soeharto”, seminar ini menghadirkan deretan tokoh nasional sebagai narasumber. Kehadiran tokoh-tokoh ini memberikan bobot lebih pada acara tersebut, menjadikannya sebuah paket lengkap antara ekspresi seni dan diskusi akademik mengenai arah kepemimpinan bangsa.

Baca Juga

Misi Transformasi Urban: Strategi Pramono Anung Menata RW Kumuh di Jantung Jakarta Barat dan Utara

Misi Transformasi Urban: Strategi Pramono Anung Menata RW Kumuh di Jantung Jakarta Barat dan Utara

Refleksi Kepemimpinan dari Sudut Pandang Para Tokoh

Dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, sejumlah narasumber kompeten turut memberikan perspektif mereka. Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, menekankan pentingnya menjaga warisan budaya dan sejarah, termasuk mengenang jasa para pemimpin bangsa melalui karya seni. Selain Fadli Zon, hadir pula Menteri Keuangan periode 1998, Fuad Bawazier, yang berbagi pandangan mengenai stabilitas ekonomi di masa lalu. Tidak ketinggalan, Rektor Universitas Pertahanan, Anton Nugroho, serta Kepala BPIP periode 2018, Yudi Latif, turut memberikan ulasan kritis dan inspiratif mengenai gaya kepemimpinan yang menjadi ciri khas era Soeharto.

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti. Dalam sambutannya yang penuh motivasi, Muti menyampaikan bahwa kegiatan ini memiliki nilai pedagogis yang tinggi. Menurutnya, mengenal tokoh bangsa melalui seni sketsa adalah metode efektif untuk menanamkan rasa nasionalisme pada generasi Z dan milenial. Ia berharap para peserta tidak hanya melihat sosok Soeharto sebagai figur dalam buku sejarah, tetapi juga meneladani semangat pengabdiannya kepada negara.

Baca Juga

Abadikan Jejak Agresi, Iran Ubah Reruntuhan Universitas Isfahan Menjadi Museum Perang

Abadikan Jejak Agresi, Iran Ubah Reruntuhan Universitas Isfahan Menjadi Museum Perang

Mendalami Konsep Olah Rasa dan Olah Hati dalam Pendidikan

Abdul Muti juga menyoroti pentingnya pengembangan bakat melalui pendekatan yang holistik. Ia menjelaskan bahwa pendidikan di Indonesia harus mencakup empat pilar utama, yaitu olah pikir, olah raga, olah rasa, dan olah hati. Kegiatan melukis atau membuat sketsa wajah Soeharto ini dianggap sebagai implementasi nyata dari konsep olah rasa dan olah hati.

“Tentu saja kalian dapat menjadikan momentum atau kesempatan mengikuti lomba ini sebagai bagian dari pengembangan bakat dan minat kalian. Kita semuanya berusaha agar generasi Indonesia ini dapat terus berkembang dengan pendekatan pendidikan yang seimbang,” ujar Muti dengan nada optimis. Ia menambahkan bahwa setiap goresan di atas kanvas adalah bentuk penuangan pikiran dan perasaan yang mendalam, yang mampu mengasah sensitivitas estetika sekaligus intelektual para siswa.

Baca Juga

Tragedi Maut di Jalur Wuryantoro: Tabrakan ‘Adu Banteng’ Renggut Tiga Nyawa, Begini Kronologinya

Tragedi Maut di Jalur Wuryantoro: Tabrakan ‘Adu Banteng’ Renggut Tiga Nyawa, Begini Kronologinya

Universitas Trilogi sebagai Wadah Transformasi Karakter

Pemilihan Universitas Trilogi sebagai pusat kegiatan ini bukanlah tanpa alasan. Universitas ini memiliki visi yang sejalan dengan semangat kemandirian dan pembangunan yang dulu digelorakan oleh Pak Harto. Dengan digelarnya acara pemecahan rekor ini, Universitas Trilogi berupaya membuktikan bahwa kampus bukan sekadar tempat mengejar gelar, tetapi juga kawah candradimuka bagi pembentukan karakter dan apresiasi terhadap sejarah nasional.

Pihak MURI yang hadir untuk melakukan verifikasi menyatakan kekagumannya atas ketertiban dan antusiasme peserta. Mengoordinasikan lebih dari seribu orang untuk berkarya secara bersamaan dalam satu waktu bukanlah perkara mudah. Namun, dedikasi para panitia dan keseriusan peserta membuat target pemecahan rekor ini tercapai dengan gemilang. Sertifikat rekor pun diserahkan sebagai simbol apresiasi atas dedikasi kolektif dalam mengenang sejarah melalui kreativitas.

Meneladani Perjuangan Sang Bapak Pembangunan

Di akhir sambutannya, Mendikdasmen Abdul Muti kembali menitipkan pesan agar semangat dari kegiatan ini terus berlanjut. Beliau ingin agar generasi muda mampu melanjutkan estafet perjuangan para pendahulu. “Melalui lomba ini, saya mengharapkan sekali lagi, kalian dapat meneladani dan kemudian melanjutkan perjuangan Pak Harto sebagai Bapak Pembangunan dan pahlawan nasional,” tegasnya.

Bagi para peserta, pengalaman ini menjadi catatan tersendiri dalam perjalanan hidup mereka. Membawa pulang hasil karya berupa sketsa wajah tokoh besar bangsa memberikan kepuasan batin yang tidak ternilai. Acara ini berhasil membuktikan bahwa sejarah tidak harus selalu dipelajari di dalam ruang kelas yang kaku, tetapi bisa dirayakan dan diresapi melalui media seni yang fleksibel dan menyenangkan. Sketsa wajah Soeharto yang dihasilkan hari ini menjadi bukti bahwa ingatan kolektif bangsa akan terus hidup melalui tangan-tangan kreatif generasi muda Indonesia.

Kegiatan ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan peninjauan hasil karya terbaik oleh para menteri dan tamu undangan. Universitas Trilogi sukses menutup hari dengan sebuah prestasi yang tidak hanya membanggakan secara administratif, tetapi juga menyentuh aspek emosional dan historis masyarakat luas. Semangat pembangunan dan persatuan yang dicita-citakan di masa lalu, kini menemukan bentuk barunya di tangan anak muda yang kreatif dan penuh harapan.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *