Fenomena Global Pecinta Anabul: Mengulas 8 Negara dengan Populasi Kucing Peliharaan Terbanyak di Dunia

Rizky Ramadhan | Totonews
31 Mei 2026, 16:42 WIB
Fenomena Global Pecinta Anabul: Mengulas 8 Negara dengan Populasi Kucing Peliharaan Terbanyak di Dunia

TotoNews — Di balik sorot mata yang tajam dan tingkah lakunya yang terkadang sulit ditebak, kucing telah berhasil mengukuhkan posisinya sebagai salah satu sahabat terbaik manusia di era modern. Hewan yang sering disebut ‘anabul’ (anak bulu) ini bukan sekadar penghias rumah, melainkan telah menjadi bagian integral dari keluarga bagi jutaan orang di seluruh dunia. Fenomena ini bukan sekadar asumsi belaka, melainkan didukung oleh data statistik yang menunjukkan betapa masifnya kecintaan manusia terhadap makhluk mungil ini.

Baru-baru ini, laporan bertajuk Cat Ownership Statistics 2026 yang dirilis oleh Cat Abroad—sebuah lembaga otoritatif yang fokus pada regulasi dan kesejahteraan kucing internasional—mengungkapkan peta kekuatan populasi kucing di kancah global. Data yang dihimpun bukan sembarangan, karena melibatkan riset mendalam dari FEDIAF (Federasi Industri Makanan Hewan Peliharaan Eropa), AVMA (Asosiasi Medis Veteriner Amerika), hingga berbagai jurnal ilmiah yang telah melalui proses peer-review. Hasilnya mengejutkan: diperkirakan ada sekitar 350 hingga 373 juta kucing yang kini hidup berdampingan dengan manusia sebagai hewan peliharaan di berbagai belahan bumi.

Baca Juga

Polda Banten Bongkar Sindikat Tambang Ilegal di Kawasan Hutan Lebak: Tujuh Perkara Kini Masuk Meja Hijau

Dominasi Global: Dari Pedesaan Rusia hingga Megapolitan China

Penyebaran populasi kucing ini mencakup wilayah geografis yang sangat luas dan beragam. Mulai dari kehangatan rumah tangga di pelosok pedesaan Rusia, di mana statistik menunjukkan sekitar 59% rumah tangga di sana memiliki setidaknya satu ekor kucing, hingga apartemen-apartemen sempit namun modern di pusat kota China. Keberadaan kucing seolah menembus batas budaya dan status sosial, membuktikan bahwa pesona kucing bersifat universal.

Mengapa angka ini terus melonjak? Para ahli berpendapat bahwa pergeseran gaya hidup masyarakat urban yang cenderung lebih sibuk menjadikan kucing sebagai pilihan ideal. Berbeda dengan anjing yang membutuhkan perhatian ekstra untuk diajak berjalan-jalan, kucing dianggap lebih mandiri namun tetap mampu memberikan kehangatan emosional bagi pemiliknya. Hal ini memicu tren populasi kucing yang terus merangkak naik setiap tahunnya.

Baca Juga

Ketegangan Pagi Hari di Sudirman: Viral Penumpang KRL Terlibat Adu Jotos, KAI Commuter Buka Suara

Ketegangan Pagi Hari di Sudirman: Viral Penumpang KRL Terlibat Adu Jotos, KAI Commuter Buka Suara

Daftar 8 Negara dengan Jumlah Kucing Peliharaan Terbanyak

Berdasarkan data terbaru dari Cat Abroad, berikut adalah urutan negara yang menempatkan kucing sebagai prioritas utama dalam kehidupan domestik mereka:

  • Amerika Serikat: 76,5 juta ekor
  • China: 58 juta ekor
  • Rusia: 25 juta ekor
  • Prancis: 14,2 juta ekor
  • Inggris Raya: 11 juta ekor
  • Jerman: 10,9 juta ekor
  • Iran: 10,3 juta ekor
  • Jepang: 9,3 juta ekor

Amerika Serikat masih memegang mahkota sebagai negara yang paling ‘tergila-gila’ dengan kucing. Dengan angka fantastis mencapai 76,5 juta ekor, kucing di Amerika Serikat sudah dianggap seperti warga negara kedua. Sementara itu, China mengekor di posisi kedua dengan 58 juta ekor, menunjukkan bahwa pecinta kucing di Asia mulai mendominasi pasar hewan peliharaan global seiring dengan meningkatnya kesejahteraan ekonomi di sana.

Baca Juga

Diplomasi Tegas Donald Trump: Klaim Persatuan Uni Eropa Melawan Ambisi Nuklir Iran dan Ultimatum Perdagangan

Diplomasi Tegas Donald Trump: Klaim Persatuan Uni Eropa Melawan Ambisi Nuklir Iran dan Ultimatum Perdagangan

Lonjakan Eksponensial di Amerika Serikat: Sebuah Studi Kasus

Menarik untuk menelaah lebih dalam mengenai pertumbuhan populasi kucing di Amerika Serikat. Sejak tahun 2019, tren ini menunjukkan grafik yang meningkat secara dramatis, hampir menyerupai kurva pertumbuhan teknologi. Mari kita lihat transformasinya dari tahun ke tahun:

  • 2019: Sekitar 2 juta ekor
  • 2020: Sekitar 2,5 juta ekor
  • 2021: Sekitar 3 juta ekor
  • 2022: Sekitar 4 juta ekor
  • 2023: Sekitar 5 juta ekor
  • 2024: Melonjak drastis ke angka 14 juta ekor
  • 2025: Mencapai angka luar biasa 20 juta ekor (proyeksi tercatat)

Loncatan dari tahun 2023 ke 2024 yang mencapai hampir tiga kali lipat menunjukkan adanya perubahan paradigma dalam masyarakat Amerika. Pandemi global yang terjadi beberapa waktu lalu disinyalir menjadi katalisator utama, di mana banyak orang mencari teman untuk mengisi kesepian selama masa isolasi. Kucing, dengan sifatnya yang tenang, menjadi pilihan terbaik bagi mereka yang bekerja dari rumah (WFH).

Baca Juga

Skandal Chat Mesum FHUI: 16 Pelaku Disidang Terbuka, Tangis dan Amarah Korban Pecah di Auditorium

Skandal Chat Mesum FHUI: 16 Pelaku Disidang Terbuka, Tangis dan Amarah Korban Pecah di Auditorium

Mengapa Kita Semakin Mencintai Kucing?

Data dari Cat Abroad tidak hanya menyodorkan angka, tetapi juga menganalisis faktor-faktor psikologis dan sosiologis di balik meningkatnya budaya kepemilikan hewan (pet ownership). Setidaknya ada tiga pilar utama yang menjadi pendorong:

1. Penawar Kesepian di Tengah Modernitas

Di dunia yang semakin terkoneksi secara digital namun terasa asing secara personal, kucing hadir sebagai teman setia. Interaksi sederhana seperti mendengar suara ‘purring’ atau dengkuran kucing terbukti secara medis dapat menurunkan tingkat stres dan kecemasan pada manusia. Bagi mereka yang hidup sendiri di kota besar, kucing memberikan rasa tanggung jawab dan kasih sayang yang tulus.

2. Standar Kesehatan Hewan yang Semakin Baik

Meningkatnya populasi juga dibarengi dengan kemajuan teknologi medis veteriner. Saat ini, pemilik kucing lebih sadar akan pentingnya nutrisi berkualitas, vaksinasi berkala, hingga pemeriksaan kesehatan rutin. Hal ini memperpanjang usia harapan hidup kucing, sehingga populasi kucing tua tetap terjaga sementara adopsi kucing baru terus berlangsung.

3. Pergeseran Budaya dan Media Sosial

Kita tidak bisa memungkiri peran media sosial dalam mempopulerkan kucing. Video kucing lucu yang viral setiap hari menciptakan dorongan bagi banyak orang untuk memiliki pengalaman serupa. Istilah ‘Cat Lady’ atau ‘Cat Man’ kini bukan lagi ejekan, melainkan sebuah identitas yang membanggakan dalam gaya hidup modern.

Bagaimana dengan Indonesia?

Meskipun nama Indonesia belum masuk ke dalam daftar 8 besar dunia versi Cat Abroad, bukan berarti antusiasme masyarakat tanah air rendah. Dalam beberapa tahun terakhir, industri pet shop dan klinik hewan di Indonesia berkembang pesat. Komunitas-komunitas penyelamat kucing (cat rescue) juga semakin menjamur di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, dan Surabaya.

Kurangnya data resmi yang terintegrasi secara nasional mungkin menjadi alasan mengapa angka pasti populasi kucing di Indonesia belum bisa bersaing di level internasional dalam laporan ini. Namun, secara kultural, kucing memiliki tempat istimewa di hati masyarakat Indonesia, baik sebagai hewan peliharaan rumah tangga maupun kucing komunitas yang dirawat bersama di lingkungan pemukiman.

Kesimpulan: Masa Depan Hubungan Manusia dan Feline

Melihat tren yang ada, diprediksi bahwa angka kepemilikan kucing akan terus meningkat secara global. Kucing telah bertransformasi dari sekadar pemburu tikus di lumbung padi menjadi anggota keluarga yang tidur di atas ranjang yang sama dengan pemiliknya. Bagi statistik kucing dunia, ini adalah sinyal bahwa industri terkait hewan peliharaan akan menjadi salah satu sektor ekonomi yang paling stabil dan menjanjikan di masa depan.

Pada akhirnya, apakah sebuah negara masuk dalam daftar peringkat atau tidak, esensi dari memelihara kucing tetaplah sama: sebuah ikatan kasih sayang tanpa syarat yang memperkaya jiwa manusia. Seperti yang terlihat dari data Cat Abroad, dunia sedang bergerak menuju masa depan yang lebih ramah bagi para anabul.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *