Antisipasi Kemacetan Horor, Kemenhub Siapkan Dermaga Baru dan Kapal Raksasa di Gilimanuk

Siti Aminah | Totonews
13 Apr 2026, 22:43 WIB
Antisipasi Kemacetan Horor, Kemenhub Siapkan Dermaga Baru dan Kapal Raksasa di Gilimanuk

TotoNews — Kabar gembira bagi para pelancong dan pelaku industri logistik yang sering melintasi Selat Bali. Kementerian Perhubungan (Kemenhub) secara resmi mengumumkan langkah strategis untuk merombak infrastruktur di Pelabuhan Penyeberangan Gilimanuk demi mengakhiri drama kemacetan panjang yang kerap terjadi di wilayah tersebut.

Transformasi Infrastruktur dan Ekspansi Dermaga

Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menggodok rencana penambahan dermaga baru di Gilimanuk. Langkah ini bukan sekadar wacana, melainkan hasil koordinasi intensif dengan Pemerintah Provinsi Bali. Fokus utamanya adalah pembangunan dermaga plengsengan yang diharapkan mampu memecah konsentrasi arus penyeberangan secara lebih efektif.

“Kami telah berdiskusi dengan Gubernur Bali terkait rencana penambahan dermaga plengsengan di sana. Tujuannya jelas, kita ingin menduplikasi pola sukses yang telah diterapkan di jalur Merak-Bakauheni guna mengurai kepadatan kendaraan,” ujar Dudy saat memberikan keterangan di Gedung DPR, Jakarta.

Baca Juga

Realitas Pahit Buruh RI: Mengapa 6 dari 10 Pekerja Masih Terjebak di Sektor Informal?

Realitas Pahit Buruh RI: Mengapa 6 dari 10 Pekerja Masih Terjebak di Sektor Informal?

Armada Kapal Besar dan Strategi Buffer Zone

Selain perbaikan infrastruktur fisik dermaga, Kementerian Perhubungan juga berencana meng-upgrade armada yang beroperasi. Penggunaan kapal-kapal dengan kapasitas angkut yang lebih besar akan menjadi prioritas. Hal ini dilakukan agar volume kendaraan yang dapat diseberangkan dalam sekali angkut meningkat drastis, sehingga antrean panjang di darat dapat ditekan.

Tidak hanya itu, manajemen lapangan juga akan ditingkatkan melalui penyediaan buffer zone atau zona penyangga. Fasilitas ini nantinya berfungsi sebagai kantong parkir bagi kendaraan yang sedang menunggu jadwal keberangkatan. Strategi ini diharapkan dapat beroperasi penuh mulai tahun depan sebagai solusi jangka panjang terhadap transportasi laut di Bali.

Belajar dari Pengalaman Pahit Masa Lalu

Langkah preventif ini diambil bukan tanpa alasan. Publik tentu masih ingat dengan insiden kemacetan “horor” di Pelabuhan Gilimanuk beberapa waktu lalu, di mana antrean kendaraan dilaporkan mengular hingga 32 kilometer. Kondisi tersebut diperparah dengan momentum libur Lebaran yang berdekatan dengan Hari Raya Nyepi, membuat kapasitas pelabuhan yang ada saat ini tak lagi sanggup menahan lonjakan penumpang.

Baca Juga

Kemnaker Gandeng TikTok Luncurkan Program BISA: Upaya Cetak Ratusan Ribu Kreator Digital Masa Depan

Kemnaker Gandeng TikTok Luncurkan Program BISA: Upaya Cetak Ratusan Ribu Kreator Digital Masa Depan

Dirjen Perhubungan Darat, Aan Suhanan, sebelumnya mengakui bahwa peningkatan volume kendaraan menuju Jawa sering kali melampaui prediksi saat hari besar keagamaan. Dengan adanya penambahan fasilitas ini, diharapkan pemandangan pemudik yang tumbang karena kelelahan saat mengantre belasan jam tidak akan terulang lagi di masa mendatang.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *