Bukan Sekadar Membangun, Ketua Mastel Tegaskan Pentingnya Mengukur Dampak Riil Konektivitas Digital

Andini Putri Lestari | Totonews
14 Apr 2026, 17:47 WIB
Bukan Sekadar Membangun, Ketua Mastel Tegaskan Pentingnya Mengukur Dampak Riil Konektivitas Digital

TotoNews — Pembangunan infrastruktur digital di tanah air kini tidak lagi bisa hanya dipandang dari kacamata fisik semata. Ketua Umum Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel), Sarwoto Atmosutarno, melontarkan pandangan krusial mengenai urgensi evaluasi yang mendalam terhadap setiap program konektivitas digital yang dijalankan. Menurutnya, tanpa pengukuran yang akurat, sulit untuk memastikan apakah kemajuan teknologi benar-benar menyentuh akar rumput dan menggerakkan roda ekonomi nasional secara signifikan.

Berbicara dalam sebuah forum di Jakarta baru-baru ini, Sarwoto menyoroti bahwa setiap fase mulai dari perencanaan hingga eksekusi harus memiliki parameter keberhasilan yang jelas. Ia menilai, seringkali laporan administratif formal belum mampu memotret realitas yang terjadi di lapangan secara utuh. Oleh karena itu, kehadiran pihak independen dalam melakukan penilaian menjadi elemen penyeimbang yang sangat dibutuhkan.

Baca Juga

iPhone 17e Kantongi Sertifikat TKDN: Sinyal Kuat Kehadiran ‘Flagship Murah’ Apple di Indonesia

iPhone 17e Kantongi Sertifikat TKDN: Sinyal Kuat Kehadiran ‘Flagship Murah’ Apple di Indonesia

Sinergi Penilaian Independen dan Transparansi Laporan

Sarwoto menjelaskan bahwa evaluasi yang dilakukan oleh mitra luar atau lembaga independen memberikan perspektif yang lebih objektif. Hal ini berfungsi sebagai balancing terhadap laporan terstruktur dari instansi kedinasan yang terkadang terjebak dalam formalitas. Dengan adanya penilaian yang lebih ‘bebas’ dan menyeluruh, pemerintah dapat memetakan dengan akurat wilayah mana saja yang sudah melek digital dan daerah mana yang masih tertinggal dalam pemanfaatan teknologi digital.

“Dampak nyata bagi masyarakat, tingkat literasi digital, hingga kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah harus menjadi indikator utama. Dari sana, kita bisa melihat peta kemajuan daerah secara objektif, mana yang unggul dan mana yang butuh akselerasi lebih lanjut untuk meningkatkan daya saing regional maupun global,” ungkapnya dengan nada optimis.

Baca Juga

Langkah Berani Beijing: Meta Terpaksa Batalkan Akuisisi Startup AI Manus Senilai USD 2 Miliar

Langkah Berani Beijing: Meta Terpaksa Batalkan Akuisisi Startup AI Manus Senilai USD 2 Miliar

Manusia Sebagai Poros Utama Ekonomi Digital

Dalam narasi yang dibawanya, TotoNews mencatat poin penting bahwa secanggih apa pun infrastruktur yang dibangun, keberhasilan akhir tetap bertumpu pada kapasitas manusianya. Sarwoto meyakini bahwa penguatan kualitas SDM adalah fondasi paling mendasar bagi ekonomi digital. Tanpa talenta yang kompeten, ekosistem digital hanya akan menjadi cangkang kosong tanpa esensi.

Pernyataan ini muncul sebagai respon terhadap inisiatif ‘Apresiasi Konektivitas Digital’ yang digagas oleh BAKTI Komdigi. Ajang ini menjadi panggung bagi para pejuang digital di tingkat lokal untuk menunjukkan kontribusi nyata mereka. Sarwoto berharap apresiasi semacam ini dilakukan secara berkala demi menjaga momentum transformasi digital yang berkelanjutan.

Baca Juga

Dibalik Gugatan Raksasa: Manuver Rahasia Elon Musk dan Ancaman ‘Orang Paling Dibenci’ Terhadap Petinggi OpenAI

Dibalik Gugatan Raksasa: Manuver Rahasia Elon Musk dan Ancaman ‘Orang Paling Dibenci’ Terhadap Petinggi OpenAI

Penghargaan Bagi Pejuang Digital di Berbagai Lini

Sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi para penggerak teknologi di daerah, proses penjurian dalam ajang apresiasi tersebut mencakup berbagai kategori yang sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat saat ini. Beberapa kategori nominasi yang menjadi sorotan antara lain:

  • BUMDes Inovatif dalam Bisnis Digital: Menilai peran badan usaha desa dalam mengadopsi teknologi untuk kemandirian ekonomi.
  • Pegiat Literasi Digital Pedesaan: Individu yang tak lelah mengedukasi masyarakat agar bijak dalam menggunakan internet.
  • Pejuang Internet Masuk Desa: Sosok yang berupaya meruntuhkan tembok isolasi informasi di wilayah terpencil.
  • Konten Kreator Lokal Kreatif: Anak muda yang mengangkat potensi daerah melalui platform digital.
  • Komunitas Pendukung Ekonomi Kreatif: Kelompok yang menggerakkan sektor kreatif berbasis teknologi.

Melalui langkah-langkah evaluatif ini, diharapkan pembangunan infrastruktur digital di Indonesia tidak hanya menjadi proyek fisik, melainkan jembatan kesejahteraan yang dampaknya benar-benar dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat dari Sabang sampai Merauke.

Baca Juga

Fenomena Digital Detox: Mengapa iPod Jadul Kembali Menjadi Incaran Gen Z Hingga Harganya Meroket?

Fenomena Digital Detox: Mengapa iPod Jadul Kembali Menjadi Incaran Gen Z Hingga Harganya Meroket?
Andini Putri Lestari

Andini Putri Lestari

Antusias teknologi dan internet. Andini bertugas mengisi kolom Inet dengan ulasan gadget terbaru dan edukasi literasi digital bagi generasi milenial.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *