Kontribusi Masif PT Freeport Indonesia: Targetkan Setoran Rp 54 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Siti Aminah | Totonews
14 Apr 2026, 22:14 WIB
Kontribusi Masif PT Freeport Indonesia: Targetkan Setoran Rp 54 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

TotoNews — PT Freeport Indonesia (PTFI) kembali menegaskan komitmennya sebagai salah satu kontributor finansial terbesar bagi perekonomian nasional. Dalam proyeksi terbaru yang dipaparkan manajemen, perusahaan tambang raksasa ini menargetkan total setoran mencapai US$ 2,9 miliar atau setara dengan Rp 54 triliun yang akan dialirkan langsung ke kantong negara sepanjang tahun ini.

Rincian Setoran dan Optimisme Produksi

Angka fantastis tersebut bukan sekadar angka di atas kertas. Presiden Direktur PTFI, Tony Wenas, menjelaskan bahwa dana sebesar Rp 54 triliun tersebut merupakan akumulasi dari berbagai instrumen kewajiban perusahaan, mulai dari pembayaran pajak, Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), hingga dividen untuk negara melalui MIND ID.

Optimisme ini didorong oleh performa operasional yang kian solid, terutama dengan adanya pemulihan signifikan pada proses penambangan bawah tanah. Tony mengungkapkan bahwa target produksi bijih tahun ini dipatok pada angka 156.000 ton per hari, sebuah lompatan impresif dibandingkan capaian tahun lalu yang berada di level 139.000 ton per hari.

Baca Juga

Ambisi Besar Indonesia Kuasai ‘Harta Karun’ Dunia: Fasilitas Riset Logam Tanah Jarang Segera Groundbreaking

Ambisi Besar Indonesia Kuasai ‘Harta Karun’ Dunia: Fasilitas Riset Logam Tanah Jarang Segera Groundbreaking

Ambisi Produksi Emas dan Tembaga di Masa Depan

Berbicara mengenai prospek jangka panjang di sektor tambang, PTFI telah menyusun peta jalan produksi yang sangat ambisius hingga tahun 2026. Perusahaan menargetkan produksi logam mencapai 1,1 miliar pound tembaga. Sementara itu, untuk komoditas emas, Freeport menargetkan angka 800 ribu ounces atau setara dengan 26 ton emas.

Menariknya, produksi emas dalam jumlah besar tersebut direncanakan akan diserap sepenuhnya oleh PT Aneka Tambang Tbk (ANTAM), memperkuat sinergi antarperusahaan dalam ekosistem industri mineral tanah air. “Dengan asumsi harga emas yang stabil di kisaran US$ 4.000, rencana penerimaan negara tahun ini akan mencapai US$ 2,9 miliar,” ujar Tony Wenas dalam rapat kerja bersama Komisi XII DPR.

Baca Juga

Realitas Pahit Buruh RI: Mengapa 6 dari 10 Pekerja Masih Terjebak di Sektor Informal?

Realitas Pahit Buruh RI: Mengapa 6 dari 10 Pekerja Masih Terjebak di Sektor Informal?

Proyeksi Jangka Panjang: Menuju Rp 100 Triliun Per Tahun

Tidak berhenti di tahun ini saja, PT Freeport Indonesia memprediksi tren kontribusi yang terus menanjak di masa mendatang. Berdasarkan perhitungan internal, pada tahun 2027 setoran ke negara diperkirakan melonjak ke angka US$ 4,3 miliar atau hampir menyentuh Rp 70 triliun.

Puncaknya, mulai tahun 2028 dan seterusnya, Freeport memproyeksikan kontribusi rutin tahunan sebesar US$ 6 miliar, yang jika dikonversi mencapai angka fantastis Rp 100 triliun setiap tahunnya. Dana tersebut mencakup seluruh komponen kewajiban finansial yang akan memperkuat fiskal negara secara berkelanjutan.

Sinergi antara peningkatan kapasitas produksi emas dan pemulihan operasional tambang bawah tanah menjadi kunci utama di balik angka-angka jumbo yang diproyeksikan tersebut. Dengan tata kelola yang semakin modern, Freeport berupaya memastikan bahwa kekayaan alam di bumi Papua dapat memberikan nilai tambah maksimal bagi kesejahteraan rakyat Indonesia.

Baca Juga

Banting Harga! Koleksi Peralatan Makan di Transmart Full Day Sale Dibanderol Mulai Rp12 Ribuan

Banting Harga! Koleksi Peralatan Makan di Transmart Full Day Sale Dibanderol Mulai Rp12 Ribuan
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *