Ketegasan Bobby Nasution di Tapteng: Semprot Camat Tukka Akibat Lambannya Distribusi Bantuan
TotoNews — Suasana peninjauan lokasi pascabencana di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) mendadak memanas saat Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, meluapkan kekecewaannya secara terbuka. Ketegasan ini ditujukan langsung kepada Camat Tukka, Yan Munzir Hutagalung, dalam sebuah momen yang mencerminkan urgensi penanganan pembangunan tanggul dan sabo dam demi keselamatan warga.
Kemarahan orang nomor satu di Sumatera Utara ini bukan tanpa alasan. Berdasarkan temuan di lapangan, Bobby mencatat adanya kesenjangan yang mencolok dalam pendistribusian bantuan dibandingkan wilayah tetangga seperti Tapanuli Selatan (Tapsel) atau Sibolga. Saat ditemui usai agenda ziarah di Taman Makam Pahlawan Medan, Bobby mengungkapkan bahwa hampir di setiap titik yang dikunjunginya di Tapteng, masyarakat mengeluhkan hal yang sama: bantuan yang tak kunjung datang.
Tragedi Kebakaran di Tanjung Barat: Mengenang Sosok Haerul Saleh, Anggota BPK RI yang Berpulang Terlalu Cepat
Masalah Data yang Berlarut-larut
Bobby menekankan bahwa kendala utama di lapangan bukanlah minimnya stok logistik, melainkan lambannya pemutakhiran data oleh aparatur di tingkat bawah. Ia menyayangkan sikap pasif dari jajaran kecamatan hingga kelurahan yang terkesan kurang responsif terhadap instruksi percepatan laporan data penerima bantuan bencana.
“Sudah berkali-kali kami sampaikan agar data ini segera diselesaikan. Masalahnya murni di pendataan, bukan bantuannya yang tidak ada. Bantuan itu tersedia, tapi proses administrasinya mandek mulai dari tingkat bawah sampai ke tingkat Bupati,” tegas Bobby dengan nada bicara yang lugas.
Proyek Infrastruktur Terhenti Akibat Birokrasi
Puncak emosi sang Gubernur pecah saat ia meninjau proyek penanganan sungai yang seharusnya dikerjakan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) di bawah naungan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di wilayah Tukka. Ironisnya, meski kontrak kerja sudah ditandatangani sejak satu bulan silam, realisasi fisik di lapangan masih nol besar.
Jaga Ketahanan Pangan, Wamentan Sudaryono Larang Keras Penyembelihan Sapi Betina Produktif
Sebagai sosok yang memiliki latar belakang kepemimpinan di tingkat kota, Bobby memahami betul dinamika kerja lapangan. Ia memberikan kritik tajam kepada Camat yang dianggapnya gagal melakukan pendekatan persuasif kepada warga terkait pembebasan lahan. Ia menilai ketidakinginan warga melepaskan tanah untuk proyek infrastruktur sungai berakar dari kekecewaan karena bantuan sosial yang dijanjikan belum terealisasi.
“Jika camat, kepala desa, hingga kepling mau turun langsung menunggu warga dan berkomunikasi, proyek ini pasti bisa berjalan. Ini sudah sebulan terhenti dengan berbagai alasan administratif. Masyarakat merasa tanah mereka akan digunakan untuk pembangunan, tapi hak-hak mereka belum dipenuhi. Itulah mengapa kami berikan teguran keras,” imbuhnya.
Situasi ini dipandang Bobby sebagai hal yang sangat mendesak. Apalagi, ia menerima laporan langsung bahwa pemukiman warga sering terendam banjir hanya dalam waktu satu jam jika hujan deras mengguyur. Melalui kinerja birokrasi yang lebih sigap, Bobby berharap penderitaan warga Tapteng akibat bencana dapat segera teratasi tanpa hambatan ego sektoral pejabat lokal.
Mencekam! Aksi Penyerangan Siswa SMP di Tambun Selatan, Satu Pelajar Berhasil Diamankan Polisi