Visi Strategis Wamendagri: Menjadikan Lampung Sebagai Poros Utama Penggerak Ekonomi Nasional

Rizky Ramadhan | Totonews
15 Apr 2026, 15:13 WIB
Visi Strategis Wamendagri: Menjadikan Lampung Sebagai Poros Utama Penggerak Ekonomi Nasional

TotoNews — Provinsi Lampung kini tengah dipacu untuk bertransformasi menjadi salah satu mesin utama dalam roda ekonomi nasional. Hal ini ditegaskan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Akhmad Wiyagus, yang menyoroti potensi masif wilayah berjuluk Gerbang Sumatra tersebut sebagai simpul strategis pembangunan Indonesia ke depan.

Dalam gelaran Lampung Post Executive Forum yang berlangsung di Kota Bandar Lampung pada Selasa (14/4/2026), Wiyagus memaparkan bahwa posisi Lampung melampaui sekadar entitas wilayah administratif. Baginya, provinsi ini adalah instrumen vital dalam peta jalan kemajuan nasional yang harus dikelola dengan visi yang jauh ke depan dan terintegrasi.

Lampung Sebagai Penopang Ketahanan Pangan Nasional

Salah satu alasan kuat di balik dorongan ini adalah peran Lampung yang sangat krusial dalam menjaga stabilitas pangan. Selama ini, Lampung telah menjadi tulang punggung bagi pasokan berbagai kebutuhan pokok nasional, termasuk menjadi pemasok utama bagi wilayah Jakarta. Wiyagus menilai, kontribusi luar biasa di sektor pertanian dan pangan ini perlu terus dioptimalkan agar manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat lokal.

Baca Juga

Misi Diplomasi Energi: Alasan Presiden Prabowo Kerap Melawat ke Luar Negeri demi Ketahanan Minyak Nasional

Misi Diplomasi Energi: Alasan Presiden Prabowo Kerap Melawat ke Luar Negeri demi Ketahanan Minyak Nasional

“Provinsi Lampung bukan sekadar wilayah administratif, melainkan bagian penting dari simpul pembangunan nasional,” tegas Wiyagus dalam keterangan tertulisnya. Ia menambahkan bahwa pengelolaan potensi daerah yang maksimal akan berbanding lurus dengan peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan masyarakat di tingkat akar rumput.

Harmonisasi Kebijakan dan Strategi Hilirisasi

Meskipun tren pertumbuhan ekonomi Lampung menunjukkan grafik yang menggembirakan dalam beberapa tahun terakhir, Wamendagri mengingatkan bahwa kunci keberlanjutan terletak pada orkestrasi pembangunan yang selaras. Menurutnya, kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah tidak boleh berjalan sendiri-sendiri atau memiliki arah yang saling berseberangan.

Selain harmonisasi kebijakan, Wiyagus menitikberatkan pada dua pilar utama pembangunan modern: kualitas sumber daya manusia (SDM) dan hilirisasi komoditas. Ia berpendapat bahwa melimpahnya kekayaan alam tidak akan memberikan nilai tambah yang signifikan jika tidak dikelola oleh SDM yang kompeten, inovatif, dan mampu mendorong industrialisasi berbasis produk unggulan lokal.

Baca Juga

Tragedi di Kedung Jaya: Ketika Hujan Deras dan Drainase Buruk Meruntuhkan Dinding Rumah Warga Bogor

Tragedi di Kedung Jaya: Ketika Hujan Deras dan Drainase Buruk Meruntuhkan Dinding Rumah Warga Bogor

Integritas Sebagai Fondasi Iklim Investasi

Di balik ambisi ekonomi yang besar, Wiyagus juga menyelipkan pesan penting mengenai tata kelola pemerintahan yang bersih. Ia menekankan bahwa integritas adalah harga mati dalam menciptakan iklim pembangunan yang sehat dan berkelanjutan. Dengan pemerintahan yang transparan, risiko permasalahan hukum yang sering kali menjadi penghambat laju investasi dan pembangunan dapat diminimalisir.

Sebagai penutup narasi pembangunannya, Akhmad Wiyagus mengajak seluruh elemen pemangku kepentingan untuk meninggalkan mentalitas “menunggu” dan beralih ke pola kerja kolaboratif yang proaktif. Sinergi yang aktif antara pusat dan daerah dianggap sebagai kunci utama dalam mempercepat pembangunan daerah yang berdampak secara nasional.

Rizky Ramadhan

Rizky Ramadhan

Mantan mekanik yang beralih menjadi jurnalis otomotif. Tulisannya dikenal tajam dalam mengulas performa mesin dan tren kendaraan masa depan di Indonesia.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *