Tren Penjualan Mobil Listrik Polytron Melandai di Awal 2026, Bagaimana Peta Persaingan EV Nasional?

Bagus Setiawan | Totonews
15 Apr 2026, 20:41 WIB
Tren Penjualan Mobil Listrik Polytron Melandai di Awal 2026, Bagaimana Peta Persaingan EV Nasional?

TotoNews — Dinamika pasar kendaraan listrik di Tanah Air terus menunjukkan fluktuasi yang menarik untuk dicermati. Memasuki periode kuartal pertama tahun 2026, salah satu pemain lokal, Polytron, tercatat mengalami tren penurunan distribusi unit yang cukup signifikan di segmen mobil listrik.

Berdasarkan laporan terbaru dari Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), langkah Polytron di kancah otomotif roda empat tampak sedikit terhambat. Secara akumulatif, sepanjang Januari hingga Maret 2026, Polytron telah mendistribusikan sebanyak 165 unit kendaraan ke jaringan dealer (wholesales). Namun, jika kita membedah data tersebut per bulan, terlihat adanya grafik yang melandai.

Mengawali tahun dengan catatan 81 unit pada Januari, angka tersebut menyusut menjadi 58 unit di bulan Februari, dan kembali terkoreksi ke angka 26 unit pada penutupan Maret 2026. Polytron sendiri saat ini mengandalkan model tunggal yang terbagi dalam dua varian, yakni G3 dan G3+, untuk bertarung di pasar otomotif nasional.

Baca Juga

Busworld Southeast Asia 2026: Panggung Global Karoseri Indonesia Siap Mengguncang Dunia

Busworld Southeast Asia 2026: Panggung Global Karoseri Indonesia Siap Mengguncang Dunia

Efek Libur Panjang dan Hari Raya

Penurunan ini rupanya tidak dialami oleh Polytron sendirian. Secara nasional, volume penjualan mobil listrik pada bulan Maret terhenti di angka 10.572 unit, atau merosot sekitar 14,15 persen jika dibandingkan pencapaian Februari yang sempat menyentuh 12.314 unit. Faktor operasional disinyalir menjadi penyebab utama di balik lesunya angka distribusi ini.

Jongkie D Sugiarto, selaku Ketua I Gaikindo, menjelaskan bahwa terbatasnya jumlah hari kerja efektif di bulan Maret menjadi pemicu utama. Adanya momen libur Hari Raya Idul Fitri serta cuti bersama membuat aktivitas pabrik dan pengiriman unit ke dealer berkurang drastis dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Perbandingan dengan Rival Jepang dan Dominasi Brand China

Meski mengalami penurunan, performa Polytron dalam segmen EV Indonesia sebenarnya masih memberikan catatan positif jika dibandingkan dengan beberapa pabrikan mapan asal Jepang. Sebagai contoh, Mitsubishi Motors dengan model L100 dan MiEV belum mencatatkan angka distribusi pada awal tahun, sementara Toyota bZ4X hanya terdistribusi sebanyak 24 unit pada periode yang sama.

Baca Juga

KTM RC450 2026 Resmi Mengaspal: Revolusi Mesin Dua Silinder dan Tampilan Gahar ala MotoGP

KTM RC450 2026 Resmi Mengaspal: Revolusi Mesin Dua Silinder dan Tampilan Gahar ala MotoGP

Di sisi lain, panggung utama pasar mobil listrik justru dikuasai oleh deretan merek pendatang baru. Jaecoo J5 sukses memuncaki klasemen sebagai mobil listrik terlaris per Maret 2026 dengan pengiriman mencapai 2.959 unit. Posisi ini diikuti oleh kekuatan dari grup BYD melalui Sealion 07 yang terdistribusi sebanyak 1.236 unit, serta lonjakan permintaan pada lini mewah mereka, Denza, yang mencapai 455 unit.

Tak ketinggalan, Geely juga mulai mencuri perhatian pasar melalui model EX2 yang secara diam-diam mampu mengamankan distribusi sebanyak 949 unit di tengah kondisi pasar yang sedang melambat.

Optimisme di Balik Angka Penurunan

Walaupun secara bulanan pasar terlihat sedang “mengambil napas”, secara keseluruhan industri otomotif berbasis baterai di Indonesia tetap berada dalam jalur pertumbuhan yang luar biasa. Sepanjang periode Januari hingga Maret 2026, total distribusi mobil listrik nasional telah menyentuh angka 33.150 unit.

Baca Juga

Visi Futuristik Chery: Industri Robotika Diprediksi Bakal Melampaui Kejayaan Otomotif Dunia

Visi Futuristik Chery: Industri Robotika Diprediksi Bakal Melampaui Kejayaan Otomotif Dunia

Angka ini menunjukkan lonjakan drastis sebesar 95,9 persen jika disandingkan dengan performa kuartal pertama tahun 2025. Hal ini membuktikan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan ramah lingkungan masih terus bertumbuh secara masif, meskipun dipengaruhi oleh siklus musiman dan hari besar keagamaan.

Bagus Setiawan

Bagus Setiawan

Jurnalis senior dengan pengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Spesialis dalam mengupas isu kebijakan publik dan investigasi peristiwa di kanal Feed News.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *