Langkah Strategis BPJPH: Gandeng BPOM Guna Perkuat Standardisasi Laboratorium Halal Nasional
TotoNews — Dalam upaya memperkokoh fondasi ekosistem halal di tanah air, Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) melakukan langkah proaktif dengan melakukan benchmarking ke Pusat Pengembangan Pengujian Obat dan Makanan Nasional (PPPOMN) Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kunjungan kerja ini bukan sekadar silaturahmi formal, melainkan misi strategis untuk menyelaraskan standar laboratorium pengujian halal di tingkat nasional agar semakin andal dan kredibel.
Delegasi BPJPH dipimpin langsung oleh Sekretaris Utama, Muhammad Aqil Irham, bersama Deputi Bidang Pengawasan dan Pembinaan Jaminan Produk Halal, Chuzaemi Abidin, serta Direktur Pengawasan JPH, Budi Setyo Hartoto. Kehadiran mereka disambut hangat oleh Kepala PPPOMN, Mimin Jiwo Winanti, beserta jajaran tim ahli di Jakarta. Fokus utama dari pertemuan ini adalah membedah praktik terbaik dalam pengelolaan laboratorium yang mampu beradaptasi dengan dinamika kebutuhan pelaku usaha dan tuntutan masyarakat luas.
Teror Mencekam di Ciamis: King Kobra 3 Meter Ditemukan Bersembunyi di Kamar Mandi Warga
Membangun Fondasi Layanan yang Kredibel
Menurut Muhammad Aqil Irham, penguatan kapasitas laboratorium merupakan pilar utama dalam menghadirkan layanan sertifikasi halal yang tidak hanya cepat, tetapi juga dapat dipertanggungjawabkan secara saintifik. Beliau menekankan bahwa proses benchmarking ini menjadi ruang pembelajaran krusial mengenai standardisasi metode uji dan peningkatan mutu layanan secara menyeluruh.
“Laboratorium yang kuat adalah jantung dari kepercayaan publik. Melalui kolaborasi dan pembelajaran praktik terbaik ini, kita ingin memastikan bahwa setiap produk yang beredar telah melalui pengujian yang konsisten dan terukur,” ujar Aqil Irham dalam pernyataan resminya. Ia juga menambahkan bahwa peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) dan pengembangan jejaring di berbagai daerah menjadi agenda prioritas BPJPH ke depan untuk memperluas jangkauan layanan jaminan produk halal.
Keamanan Level Mall! Inovasi Smart Gate di Gang Gandaria Utara Jakarta Selatan Jadi Sorotan
Harmonisasi Metode: Marker Peptide Porcine Sebagai Acuan
Salah satu poin teknis paling signifikan dalam diskusi tersebut adalah mengenai penetapan marker peptide porcine. Parameter ini menjadi sangat krusial sebagai acuan nasional dalam mendeteksi kandungan babi pada sebuah produk dengan akurasi tinggi. Chuzaemi Abidin menegaskan bahwa harmonisasi metode pengujian antar laboratorium di seluruh Indonesia wajib dilakukan untuk menghindari perbedaan hasil yang dapat membingungkan masyarakat.
“Penetapan standar yang sama bagi seluruh laboratorium, khususnya melalui penggunaan marker peptide porcine, akan menjamin validitas hasil uji secara nasional. Dengan begitu, kepastian hukum dan ketenangan bagi konsumen dalam mengonsumsi produk halal dapat benar-benar terjamin tanpa keraguan,” jelas Chuzaemi.
Waspada Penipuan! KPK Beri Penjelasan Tegas Terkait Pencatutan Nama Pimpinan dalam Galang Dana Anak Yatim
Langkah kolaboratif antara BPJPH dan BPOM ini diharapkan mampu menciptakan sinergi yang kuat dalam pengawasan produk di pasar global maupun domestik. Dengan sistem pengujian yang terintegrasi, tata kelola yang modern, dan SDM yang kompeten, Indonesia semakin optimis untuk menjadi pusat industri halal dunia yang didukung oleh infrastruktur laboratorium kelas wahid.