Gempar! Sejoli Pelajar SMP di Pamekasan Terseret Kasus Video Asusila, Polisi Amankan Pelaku
TotoNews — Masyarakat Pamekasan tengah dikejutkan dengan mencuatnya sebuah skandal asusila yang melibatkan dua orang remaja tingkat menengah pertama. Setelah rekaman berdurasi 4 menit 27 detik tersebut viral di berbagai platform digital dan memicu keresahan publik, aparat kepolisian bergerak cepat untuk mengusut tuntas peristiwa yang mencoreng dunia pendidikan di Bumi Gerbang Salam tersebut.
Kejadian yang kini masuk dalam radar kasus hukum serius ini diketahui berlokasi di sebuah kamar kos di kawasan Pademawu. Berdasarkan penelusuran tim TotoNews, aktivitas dalam video tersebut diduga dilakukan pada kurun waktu antara September hingga Oktober 2025, namun dampak digitalnya baru meledak dan memicu perhatian publik secara masif pada April 2026 ini.
Wajah Baru Keamanan Modern: Kapolri Usung 4 Pilar Smart City di Pembangunan Mapolda DIY
Langkah Tegas Polres Pamekasan
Menanggapi gelombang pemberitaan dan keresahan warga, Polres Pamekasan akhirnya mengambil langkah hukum konkret terhadap pemeran dalam video tersebut. Kasi Humas Polres Pamekasan, Yoni Evan Pratama, memberikan konfirmasi bahwa salah satu pelaku utama berinisial AFPA (15) telah berhasil diamankan oleh petugas. Mengingat usianya yang masih di bawah umur, AFPA kini ditetapkan dengan status Anak yang Berhadapan dengan Hukum (ABH).
“Pelaku saat ini sudah dalam pengamanan pihak kepolisian. Proses hukum yang berjalan akan mengacu pada Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023, di mana pelaku dijerat dengan pasal-pasal terkait persetubuhan serta tindak pidana pornografi,” ujar Yoni dalam keterangan resminya pada Sabtu (18/4/2026).
Perlindungan Anak Menjadi Prioritas Utama
Di sisi lain, identitas korban dalam kasus ini diketahui berinisial PJP. Pihak kepolisian menegaskan bahwa penanganan perkara ini dilakukan dengan pendekatan yang sangat hati-hati. Mengingat sensitivitas masalah ini, Polri berkomitmen untuk selalu mengedepankan prinsip perlindungan anak, baik terhadap korban maupun pelaku yang keduanya masih berstatus pelajar.
Ketegangan Global Memuncak: AS Balas Blokade Iran di Selat Hormuz Usai Perundingan Damai Temui Jalan Buntu
Tragedi ini menjadi pengingat pahit bagi para orang tua dan tenaga pendidik untuk memperketat pengawasan terhadap pergaulan serta penggunaan perangkat digital pada anak. TotoNews akan terus mengawal perkembangan kasus ini untuk memastikan keadilan ditegakkan dengan tetap menjaga hak-hak anak yang terlibat di dalamnya.