Heboh Isu Kru India di Kapal Gamsunoro, Pertamina International Shipping Berikan Penjelasan Terkait Standar Global
TotoNews — Jagat media sosial baru-baru ini diramaikan oleh sebuah unggahan video yang menyoroti operasional Kapal Gamsunoro. Dalam narasi yang beredar, kapal milik PT Pertamina International Shipping (PIS) tersebut dikabarkan diisi oleh kru asal India saat tengah menanti kepastian untuk melintasi kawasan Selat Hormuz yang strategis.
Menanggapi riuh rendah spekulasi publik tersebut, manajemen PIS akhirnya angkat bicara untuk meluruskan duduk perkara. Pjs Corporate Secretary PIS, Vega Pita, mengungkapkan bahwa kehadiran kru mancanegara di atas armada mereka merupakan bagian dari dinamika dalam industri maritim internasional yang sangat kompetitif.
Praktik Lazim di Pasar Pelayaran Global
Vega menjelaskan bahwa dalam upaya melayani pasar mancanegara, kapal-kapal milik PIS sering kali terlibat dalam kerja sama dengan pihak penyewa (charterer) maupun manajemen kapal luar negeri. Langkah ini diambil bukan tanpa alasan, melainkan sebagai strategi untuk memperluas jangkauan perusahaan di kancah global.
Revolusi Transportasi Bali: Taksi Air Bandara ke Canggu Pangkas Waktu Tempuh Jadi 30 Menit
“Kapal Gamsunoro merupakan salah satu aset andalan kami yang beroperasi di wilayah Asia, Eropa, Amerika, hingga Afrika. Saat ini, kapal tersebut memang sedang disewa oleh pihak ketiga. Dalam kontrak kerja sama tersebut, pengelolaan kru dilakukan oleh manajemen pihak ketiga dengan standar operasional yang sangat ketat dan mengacu pada regulasi internasional,” tutur Vega dalam keterangannya.
Dominasi Pelaut Lokal Tetap Menjadi Prioritas
Meskipun Kapal Gamsunoro saat ini mempekerjakan awak kapal asing karena tuntutan kontrak internasional, Pertamina menegaskan bahwa keberpihakan terhadap talenta dalam negeri tetap menjadi prioritas utama. Sebagai Sub Holding Pertamina yang fokus pada angkutan maritim, PIS tetap berkomitmen menjadikan pelaut Indonesia sebagai tulang punggung operasional mereka.
Strategi Energi Indonesia Mendunia: J.P. Morgan Nobatkan RI Sebagai Negara Paling Tahan Banting Kedua di Dunia
Berdasarkan data internal perusahaan, fakta di lapangan menunjukkan bahwa mayoritas awak kapal yang berada di bawah bendera Pertamina Group masih didominasi oleh putra-putri terbaik bangsa. Prosentasenya pun sangat signifikan, yakni mencapai 94% dari total keseluruhan kru.
- Total ABK WNI yang bekerja di armada Pertamina Group mencapai sekitar 4.090 orang.
- Sementara itu, jumlah pelaut warga negara asing (WNA) hanya berkisar 278 orang atau hanya sekitar 6%.
Langkah ekspansi ke pasar global ini diharapkan dapat menjadi mesin pertumbuhan pendapatan sekaligus motor pencetak devisa bagi negara. Dengan tetap menjaga keseimbangan antara standar internasional dan pemberdayaan talenta lokal, PIS optimis dapat memperkuat posisi Indonesia dalam peta persaingan maritim dunia.
Ketegangan Global: China Kecam Keras Blokade Militer AS di Selat Hormuz sebagai Langkah Berbahaya