Strategi Baru Kementan: Jajaki Impor Kemasan Beras Malaysia di Tengah Gejolak Global

Siti Aminah | Totonews
20 Apr 2026, 22:44 WIB
Strategi Baru Kementan: Jajaki Impor Kemasan Beras Malaysia di Tengah Gejolak Global

TotoNews — Di tengah pusaran ketidakpastian ekonomi global yang dipicu oleh eskalasi konflik di Timur Tengah, pemerintah Indonesia mulai menyusun langkah strategis guna mengamankan rantai pasok logistik pangan. Salah satu isu krusial yang kini mencuat adalah rencana penjajakan kerja sama pengadaan bahan plastik untuk kemasan beras yang melirik Negeri Jiran, Malaysia.

Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Lonjakan harga komoditas minyak bumi dunia telah memukul sektor industri plastik domestik, mengingat bahan baku utamanya merupakan derivatif minyak mentah. Kondisi ini memaksa pemerintah untuk bergerak cepat mencari alternatif pasokan agar biaya distribusi dan pengemasan pangan tetap terkendali.

Negosiasi yang Terjalin Tanpa Sengaja

Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pemerintah, Sam Herodian, mengungkapkan bahwa peluang kerja sama ini muncul secara organik. Awalnya, delegasi Indonesia bertolak ke Malaysia dengan agenda utama membahas penguatan sektor ketahanan pangan, khususnya terkait komoditas beras. Namun, dalam diskusi yang berlangsung hangat tersebut, mencuat tawaran menarik mengenai penyediaan infrastruktur kemasan.

Baca Juga

Dolar AS Mengganas Tembus Rp 17.000, Menko Airlangga: Seluruh Mata Uang Dunia Sedang Tertekan

Dolar AS Mengganas Tembus Rp 17.000, Menko Airlangga: Seluruh Mata Uang Dunia Sedang Tertekan

“Saat kami berada di sana untuk menawarkan kerja sama beras, ternyata mereka juga aktif dalam ekspor-impor berbagai lini barang lainnya. Kami sampaikan bahwa saat ini kita sedang menghadapi tantangan terkait ketersediaan plastik, dan pihak Malaysia menyambutnya dengan tawaran konkret,” ujar Sam saat ditemui dalam agenda media briefing di Jakarta Pusat.

Inovasi Teknologi Hermetic Bag

Lebih dari sekadar plastik pembungkus biasa, Indonesia tengah mengkaji spesifikasi teknis yang ditawarkan oleh pihak Malaysia. Selain kemasan standar ukuran 5 kilogram, fokus pembicaraan juga mengarah pada penggunaan hermetic bag. Teknologi ini merupakan kantong penyimpanan kedap udara mutakhir yang diklaim mampu menjaga kualitas dan kesegaran beras dalam jangka panjang.

Baca Juga

Langkah Tegas Prabowo Tangani Tragedi Kereta Bekasi: Instruksikan Investigasi Total dan Pembangunan Flyover

Langkah Tegas Prabowo Tangani Tragedi Kereta Bekasi: Instruksikan Investigasi Total dan Pembangunan Flyover

“Kami meminta detail spesifikasinya. Menariknya, ada opsi hermetic bag yang memungkinkan beras disimpan selama 2 hingga 3 tahun tanpa memerlukan tambahan bahan kimia atau obat pengawet. Ini tentu menjadi solusi menarik bagi manajemen stok beras nasional,” tambah Sam menjelaskan keunggulan teknologi tersebut.

Fleksibilitas Produksi dan Status Penjajakan

Produk plastik yang ditawarkan bersifat made-to-order atau diproduksi sesuai pesanan khusus dari pemerintah Indonesia. Hal ini mencakup kustomisasi ukuran, ketebalan, hingga jenis bahan yang disesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal maupun gudang penyimpanan skala besar. Penggunaan kemasan ini pun dirancang agar dapat digunakan berulang kali (reusable), sehingga lebih ramah lingkungan dan ekonomis dalam jangka panjang.

Kendati demikian, Sam Herodian menegaskan bahwa hingga saat ini belum ada kesepakatan hitam di atas putih yang mengikat. Pemerintah masih dalam posisi menimbang dan melakukan kalkulasi mendalam. Kebijakan impor kemasan ini tetap diposisikan sebagai salah satu opsi dari berbagai sumber pasokan yang tersedia.

Baca Juga

Dampak Krisis Energi Global, Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Melambat di Awal 2026

Dampak Krisis Energi Global, Pertumbuhan Ekonomi Vietnam Melambat di Awal 2026

“Statusnya masih penjajakan awal. Kita tentu tidak terpaku pada satu sumber saja. Pemerintah tetap membuka pintu bagi penyedia lain, baik domestik maupun mancanegara, demi memastikan kepentingan nasional tetap terlindungi,” tutupnya dengan optimis.

Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *