Harga Emas Antam Terjun Bebas! Tekanan Geopolitik dan Penguatan Dolar AS Jadi Pemicu Utama

Siti Aminah | Totonews
23 Apr 2026, 14:48 WIB
Harga Emas Antam Terjun Bebas! Tekanan Geopolitik dan Penguatan Dolar AS Jadi Pemicu Utama

TotoNews — Tren koreksi pada instrumen logam mulia tampaknya masih belum menemui titik jenuh. Setelah sempat menyentuh angka yang fantastis, harga emas produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali menunjukkan pelemahan yang cukup signifikan dalam dua hari terakhir, memicu kekhawatiran di kalangan pelaku pasar.

Catatan perdagangan menunjukkan bahwa kemarin harga emas Antam sempat terperosok dengan penurunan sebesar Rp 50.000 per gram. Bukannya membaik, hari ini grafik harga justru kembali melandai dengan penurunan tambahan sebesar Rp 25.000 per gram. Fenomena ini tentu membuat para pemegang aset emas bertanya-tanya mengenai apa yang sebenarnya terjadi di panggung ekonomi global.

Geopolitik Timur Tengah dan Efek Domino Dolar

Pengamat pasar uang terkemuka, Ibrahim Assuaibi, memberikan analisis mendalam mengenai situasi ini. Menurutnya, biang kerok utama dari merosotnya nilai emas adalah tensi geopolitik di Timur Tengah yang tetap panas. Harapan akan adanya stabilitas melalui pertemuan Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan ternyata berujung pada jalan buntu.

Baca Juga

Menembus Batas di Zambia: ANTAM Kirim Skuad Elit ke Olimpiade Penyelamatan Tambang Dunia

Menembus Batas di Zambia: ANTAM Kirim Skuad Elit ke Olimpiade Penyelamatan Tambang Dunia

Kondisi yang penuh ketidakpastian ini memicu efek domino: nilai tukar Dolar AS menguat tajam dan harga minyak mentah dunia merangkak naik. Ibrahim menjelaskan bahwa dalam situasi seperti ini, psikologi investor mengalami pergeseran. Mereka cenderung meninggalkan emas dan lebih memilih Dolar AS sebagai pelabuhan aman untuk modal mereka.

“Lonjakan harga komoditas yang dipicu oleh tingginya inflasi dari sektor minyak mentah memberikan sentimen negatif bagi emas. Investor yang semula fokus pada logam mulia kini berbondong-bondong pindah ke Dolar sebagai safe haven utama,” ungkap Ibrahim saat diwawancarai oleh tim TotoNews.

Prediksi Titik Terendah dan Pelemahan Rupiah

Meskipun sedang dalam tren menurun, Ibrahim memprediksi bahwa fluktuasi harga emas akan sangat bergantung pada dinamika global ke depan. Jika tren negatif ini berlanjut, ia memperkirakan level terendah emas Antam akan tertahan di angka Rp 2.750.000 per gram.

Baca Juga

Kontribusi Masif PT Freeport Indonesia: Targetkan Setoran Rp 54 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Kontribusi Masif PT Freeport Indonesia: Targetkan Setoran Rp 54 Triliun ke Kas Negara Tahun Ini

Namun, ada secercah harapan bagi pemilik emas. Ibrahim mengingatkan bahwa posisi nilai tukar Rupiah yang kini telah menembus angka di atas Rp 17.300 per Dolar AS dapat menjadi katalis positif bagi harga emas di pasar domestik. Pelemahan mata uang Garuda biasanya menjadi sinyal bahwa harga logam mulia akan segera kembali bangkit atau rebound.

Peralihan Aset ke Obligasi

Senada dengan Ibrahim, pengamat pasar uang Ariston Tjendra juga menyoroti bagaimana ketidakjelasan negosiasi damai AS-Iran mengganggu suplai minyak dunia. Hal ini secara langsung menaikkan harga barang dan memacu tingkat inflasi global.

“Daya tarik Dolar AS meningkat seiring dengan ekspektasi kenaikan inflasi yang ikut mengerek imbal hasil (yield) obligasi. Tingkat return yang lebih kompetitif pada obligasi inilah yang memicu eksodus besar-besaran dari investasi emas ke aset berbasis Dolar,” jelas Ariston.

Baca Juga

Abai Regulasi, KKP Segel Paksa Resor Milik Investor China di Kawasan Strategis Pulau Maratua

Abai Regulasi, KKP Segel Paksa Resor Milik Investor China di Kawasan Strategis Pulau Maratua

Rincian Harga Emas Antam Hari Ini

Bagi Anda yang berencana melakukan transaksi, berikut adalah rincian harga emas di situs Logam Mulia Antam per hari ini:

  • Ukuran 0,5 gram: Rp 1.452.500
  • Ukuran 10 gram: Rp 27.545.000
  • Ukuran 1.000 gram (1 kg): Rp 2.745.600.000

Jika menilik data sepekan terakhir, harga emas Antam bergerak fluktuatif di rentang Rp 2.805.000 hingga Rp 2.893.000 per gram. Sementara itu, harga buyback atau harga beli kembali oleh Antam juga mengalami penyusutan sebesar Rp 30.000, kini berada di level Rp 2.610.000 per gram.

Perlu dicatat bagi para investor, sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 81 Tahun 2024, setiap transaksi buyback dengan nominal di atas Rp 10.000.000 akan dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 22 sebesar 1,5%. Pajak ini akan langsung dipotong dari total nilai transaksi yang Anda terima.

Baca Juga

Kemenperin Patahkan Narasi Deindustrialisasi: Sektor Manufaktur RI Masih Menjadi Tulang Punggung Ekonomi

Kemenperin Patahkan Narasi Deindustrialisasi: Sektor Manufaktur RI Masih Menjadi Tulang Punggung Ekonomi
Siti Aminah

Siti Aminah

Jurnalis lapangan yang enerjik. Siti memiliki spesialisasi dalam meliput berita komunitas dan gaya hidup, memberikan sentuhan humanis pada setiap artikelnya.

Lihat semua artikel →

Leave a Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *